METRO NASIONAL

Sejumlah Situs Budaya di Sumbar Mulai Dikembangkan Tahun 2022

0
×

Sejumlah Situs Budaya di Sumbar Mulai Dikembangkan Tahun 2022

Sebarkan artikel ini
BERTEMU—Wagub Sumbar, Audy Joinaldy, didampingi Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin, Kepala BPSDM Provinsi Jefrinal Arifin, serta Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar Syaifullah bertemu dengan Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid, di Jakarta, Rabu (25/1).

JAKARTA, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memulai langkah-langkah pengembangan situs budaya. Beberapa prioritas tindak lanjut pembangunan situs budaya yaitu, rehabilitasi museum dan makam Tuanku Imam Bonjol, Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (OCMHS), Museum PDRI, hingga penyelenggaraan program prioritas kebudayaan nasional di Sumbar.

Untuk mendorong upaya pengembangan situs budaya ini, Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Audy Joinaldy, didampingi Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin, Kepala BPSDM Provinsi Jefrinal Arifin, serta Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar Syaifullah bertemu langsung dengan Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid, di Jakarta, Rabu (25/1).

Dalam kesempatan audiensi itu, Ditjen Kebudayaan, Hilmar Farid mendukung upaya percepatan tindak lanjut rehabilitasi dan pembangunan situs-situs budaya di Sumbar.

Hilmar menjelaskan, untuk merealisasikan percepatan ini, seluruh stakeholders yang berkaitan harus cepat berumbuk. Hal ini mengingat beberapa situs budaya memang dalam kondisi yang cukup urgent untuk segera ditindaklajuti.

Baca Juga  93.721 PNS Masuk Daftar Hitam

“Seperti makam Imam Bonjol yang berada di Minahasa. Kita harus segera berkomunikasi dengan Pem­prov Sulut, Dinas Kebudayaan dan Dinas Sosialnya,” tutur Hilmar.

Sementara khusus untuk Warisan Tambang Ba­tubara Ombilin di Sawahlunto (OCMHS), ia mengatakan, pengelolaan situs warisan budaya dunia itu harus dikelola oleh badan pengelola khusus yang terdiri dari pemerintah, pengusaha dan komunitas.

Hilmar mengaku pihaknya tengah menyegerakan pembentukan badan pengelola itu. “Pembentukan badan pengelola untuk world heritage di Sawahlunto kita lakukan pada tahun ini. Ini sangat urgent, mengingat penetapan Tam­­bang Ombilin sebagai world heritage pada sudah sejak 2019 lalu,” jelasnya.

Baca Juga  Lacak Orang Kontak Erat dengan  Pasien Covid-19, Panglima TNI Sampai Mengerahkan 63 Ribu Prajurit

Audy juga mengatakan, selain badan pengelola OCMHS, Pemprov Sumbar juga tengah mengupayakan reaktivasi jalur kereta api Sawahlunto.

“Untuk di Sawahlunto kita juga upayakan reaktivasi jalur kereta api. Langkah-langkahnya saat ini sedang dikoordinasikan dengan PT. KAI,” katanya.

Audy juga menyampaikan rencana strategis pe­ngembangan situs budaya dan potensi wisata di Kabupaten Limapuluh Kota. Sebagai peraih berbagai pe­ng­­hargaan pariwisata pa­da tahun 2021 lalu, sekaligus tuan rumah peristiwa PDRI. Ia mengatakan pe­ngem­bangan situs budaya dan potensi wisata di Kabupaten Limapuluh Kota sangat potensial.

“Limapuluh Kota sudah punya modal berbagai peng­hargaan, karena itu sa­ngat potensial untuk kita kem­bangkan lagi pariwisata dan situs budaya nya,” ujarnya.(fan)