METRO SUMBAR

Eka Putra Sebut UMKM Penopang Ekonomi Daerah

0
×

Eka Putra Sebut UMKM Penopang Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
COBA KULINER—Bupati Eka Putra bersama isteri mencoba kuliner usai sebagai keynote speaker.

TANAHDATAR, METRO–Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan perekonomian daerah pun menjadi kuat. Dari itu pemerintah daerah terus be­rupaya melakukan terobosan untuk menggeliatkan unit usaha masyarakat berbentuk UMKM ini.

“UMKM bangkit eko­nomi tumbuh dan ini sejalan dengan program pemerintah daerah yakni Menciptakan Usahawan Baru di Tanah Datar, ini turut didukung dengan pe­latihan digital entrepreu­nership academy pengelolaan keuangan yang dilaksanakan BBPSDMP Kominfo Medan di Tanah Datar saat ini,” ucap Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM ketika membuka secara resmi sekaligus menjadi Keynote Speaker pada pe­latihan tersebut, Senin (24/01) di ballroom Emersia Hotel dan Resort Batusangkar.

Dikatakan Bupati Eka Putra, UMKM harus kreatif untuk meningkatkan kualitas produknya, daya jual maupun sistim pemasarannya. Pelaku usaha ha­rus cerdas memanfaatkan pasar, teknologi, sehingga pangsa pasarnya juga luas. “Mari cerdas memanfaatkan teknologi, Saya berharap para IKM kita cerdas membaca peluang pasar, dan memanfaatkan tek­nologi. Kalau bisa punya toko online sendiri, sehingga gampang memasarkan produk dan biayanya juga rendah. Patut kita syukuri pelatihan terhadap UMKM kita yang diberikan oleh Kominfo Medan ini sangat besar manfaatnya karena untuk wilayah Sumbar, hanya kita yang dapat Ta­nah Datar,” ujarnya.

Bupati Eka Putra juga menyebut jika Pemda mem­berikan bantuan mo­dal usaha dan bantuan peralatan, serta memberikan akses bagi UMKM de­ngan memberikan bantuan modal usaha melalui program yang disebut Makan Rendang. Ini juga sebagai upaya untuk menghindarkan pelaku UMKM terjerat rentenir, dan tahun ini pem­da juga mengalokasikan anggaran hampir 1 (satu) miliar untuk program makan rendang ini.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kominfo Tanah Datar Abrar mengatakan ber­dasarkan data statistik sekitar 61 persen penduduk Tanah Datar usia 10 tahun ke atas sudah memiliki alat komunikasi berbasis android. Untuk itu menurut Abrar, sesuai arahan Bupati agar daerah-daerah yang blank spot atau tidak tercover oleh jaringan telekomuninasi yaitu Base Trans­ceiver Station (BTS) agar dapat segera diupa­yakan terjangkau jaringan internet.

Abrar menyebut untuk tahun 2022 ini bersama telkomsel selaku vendor akan menambah 8 (delapan) tower lagi, sehingga daerah-daerah yang blank spot akan semakin ber­kurang di Tanah Datar. “Kedepan kita akan mempersiapkan taman-taman digital dengan fasilitas internet gratis bagi pengunjung, seperti Istano Basa Pagaruyung, Taman Paga­ruyung dan Taman Kota Batusangkar,” ucapnya.

Sementara itu Koordinator Tata Usaha Kominfo Medan Amal Hasyim, S.­Sos mengatakan ada tiga ke­giatan pelatihan yang dilaksanakan di hari yang sama yaitu di Kota Pekanbaru, Kota Banda Aceh dan di Tanah Datar ini.

Amal Hasyim menyebut, kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman tujuh kabupaten dan kota di Indonesia untuk mengikuti pelatihan ini. Yang mana dalam nota kesepahaman itu, masing-masing kabupaten dan kota memperoleh kuota antara 5.000 sampai dengan 10.000 peserta yang bisa ikut. “Dimasa pandemi covid-19 ini, salah satu pelajaran penting yang dapat diambil adalah terjadinya akselerasi penggunaan digital dalam memenuhi kebutuhan konsumsi, kegiatan produksi, maupun transaksi dan investasi,” jelasnya.

Dikatakan Amal Ha­syim, UMKM memiliki peran strategis dalam me­ningkatkan perekonomian. Hal ini tercermin dalam jumlah unit usaha, penye­rapan tenaga kerja dan lain sebagainya.

Hasyim menambahkan, saat ini sebanyak 3,2 juta UMKM telah berga­bung ke eksitem digital semenjak gerakan nasional bangga buatan Indonesia. Pada kesempatan tersebut turut hadir Kepala Dinas Koperindag Eri Darfizal dan Ketua TP PKK Tanah Datar yang juga Ketua Dekranasda Ny. Lise Eka Putra. (ant)