PADANG, METRO–Wagub Sumbar, Audy Joinaldy, bersama Kepala Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) Provinsi Sumbar, menemui Dirjen Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Abdul Kadir, Senin (24/1).
Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka konsultasi dan koordinasi percepatan BKIM menjadi Rumah sakit (RS) Mata Provinsi Sumbar. Dalam pertemuan itu, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Abdul Kadir sangat mendukung dalam percepatan Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) menjadi RS tipe C.
“Kita akan mendukung peningkatan jenis layanan maupun fasilitas yang dimiliki BKIM, sehingga sudah layak untuk diproyeksikan menjadi rumah sakit tipe C. Oleh karena itu, Pemprov Sumbar saat ini harus melakukan penjajakan, sekaligus berkoordinasi dengan kami,” jelas Abdul Kadir.
Menanggapi hal itu, Wagub Sumbar, Audy Joinaldy mengatakan untuk menjadikan RS, fasilitas akan terus ditingkatkan sesuai standar. “Kita saat ini terus berusaha mewujudkan menjadi RS dengan cara meningkatkan fasilitas. Kalau bisa dianggarkan dalam perubahan APBD tahun ini. Pembangunan akan kita laksanakan,” ungkapnya.
Ia juga berharap, perizinan rumah sakit dapat dipercepat. Sehingga pembangunan dapat segera dilakukan. Menurut Audy, perubahan BKIM menjadi RS ini, merupakan bagian dari inovasi untuk kemajuan daerah.
Wali Kota Solok, Zul Elfian, menyebutkan beberapa kendala yang menjadi persoalan di BKIM. Pertama, dengan keterbatasan anggaran yang ada di APBD tahun 2022. Kemudian kondisi pandemi Covid-19 juga memberikan pengaruh terhadap pendapatan dan kunjungan ke BKIM.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, Elvi Rosanti, menyebutkan untuk kenaikan status BKIM menjadi RS Mata, sangat membutuhkan tambahan Sumber Daya Manusia (SDM). Saat ini pihaknya hanya ada mempunyai dua orang dokter spesialis mata, satu orang dokter gigi, satu orang dokter THT.(fan)





