METRO BISNIS

The Fed dan Omicron Masih jadi Perhatian Utama, Rupiah Sulit Bergerak

0
×

The Fed dan Omicron Masih jadi Perhatian Utama, Rupiah Sulit Bergerak

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, METRO–Perdagangan nilai mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih sulit bergerak menguat karena faktor global yang menekan kurs. Mengutip kurs tengah Bank Indonesia (BI) saat ini Rupiah ada di level 14.327 per dollar AS.

“Nilai tukar Rupiah masih berpotensi bergerak dalam kisaran 14.300-14.380 hari ini dan masih memiliki potensi pelemahan,” kata analis ke­uangan Ariston Tjendra kepada JawaPos.com, Selasa (25/1).

Ariston menjabarkan, para pelaku pasar masih mewaspadai hasil rapat kebijakan moneter the Fed pada Kamis dini hari pekan ini. “Indikasi pengetatan moneter yang lebih besar bisa mendorong penguatan dollar AS ke depan,” ucapnya.

Baca Juga  Promo Spesial Juni Istimewa, Beli  Honda Scoopy di Menara Agung Bonus Jaket

Sementara sentimen dari dalam negeri, kondisi peningkatan kasus Covid-19 juga masih diwaspadai pelaku pasar jika seandainya pemerintah berpotensi memberlakukan PPKM kembali yang lebih ketat. Hal itu bisa memberikan tekanan pada mata uang Garuda.

Meskipun demikian, lanjutnya, walaupun ada sentimen the Fed, Rupiah masih bisa bergerak menguat dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi Indonesia yang relatif stabil dari sisi inflasi.

“Serta pandemi dan peluang pemulihan ekonomi ke depan dibandingkan kondisi yang terjadi di AS,” pungkasnya.(jpc)

Baca Juga  Diikuti Puluhan Anggota Komunitas, Menara Agung Gelar Honda Bikers Adventure Camp 2022