JAKARTA, METRO–Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan varian Omicron bisa menimbulkan lonjakan kematian. Untuk itu, Luhut meminta masyarakat jangan menyepelekan bahaya varian Omicron. “(Omicron, red) bisa menimbulkan kematian banyak kalau rumah sakit kepenuhan,” kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (24/1).
Meski demikian, dia memastikan kesiapan rumah sakit di tanah air menghadapi varian Omicron. Terlebih lagi, Luhut mengeklaim kasus Omicron masih terkendali dibanding varian sebelumnya. “Jumlah kasus konfirmasi dan aktif harian masih lebih rendah lebih dari 90 persen jika dibandingkan dengan kasus puncak Delta,” ujar Koordinator PPKM itu.
Luhut juga menyampaikan belum ada tanda-tanda lonjakan kasus seperti beberapa negara lainnya sejak varian Omicron ditemukan satu bulan lalu di Indonesia. Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mencatatkan dua kematian akibat varian Omicron. Kedua pasien yang yang meninggal dunia itu diketahui memiliki komorbiditas.
Menkes Budi Pastikan Stok Obat Covid-19 Aman
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan ketersediaan stok obat untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Diketahui, lonjakan kasus Covid-19 akibat Omicron diprediksi akan terjadi pada Februari 2022. Menkes Budi mengatakan pemerintah telah mengamankan stok obat Covid-19, yaitu 400 ribu Molnupiravir.
“Sedang dalam perjalanan, impor lagi 400 ribu (Molnupiravir.red) dan itu akan segera disebarkan ke seluruh apotek,” kata Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (24/1).
Menurut dia, pemerintah juga memudahkan masyarakat untuk mengakses obat-obatan Covid-19. Sebab, obat Covid-19 bisa ditemukan di apotek.
“Kami juga ada antivirus Favipiravir yang juga masih efektif dan digunakan lebih dari 20 juta dosis tablet, stoknya ada,” pungkas Menteri Budi Gunadi. ((mcr9/fat/jpnn)






