METRO PADANG

Peringatan Hari Indonesia Tanpa Riba, Gubernur: Tidak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

0
×

Peringatan Hari Indonesia Tanpa Riba, Gubernur: Tidak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

Sebarkan artikel ini
KEYNOTE SPEAKER— Gubernur Sumbar Mahyeldi menjadi keynote speaker dalam seminar nasional memperingati Hari Indonesia Tanpa Riba yang digelar Lembaga Bantuan Hukum Riba Crisis Center Sumbar di Aula Kantor Gubernur, Minggu (23/1).

SUDIRMAN, METRO–Mewujudkan masyarakat anti riba untuk Sumatera Barat Madani, Gubernur Sumbar, Mahyeldi hadir sebagai keynote speaker dalam seminar nasional memperingati Hari Indonesia Tanpa Riba yang digelar oleh Lembaga Bantuan Hukum Riba Crisis Center Sumbar di Aula Kantor Gubernur, Minggu (23/1).

Dalam seminar bertajuk dari Sumbar untuk Indonesia tanpa riba itu, Mah­yeldi berpendapat, secara umum masyarakat sudah me­mahami pengertian dan dampak riba. Kegiatan ini juga sangat relevan dengan Pemerintah Pro­vinsi Sumatera Barat yang menganut falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

Merealisasikan falsa­fah ABS-SBK ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga telah melakukan langkah-langkah strategis. Diantaranya, melalui perda pariwisata halal, me­nye­pakati konversi Bank Na­gari menjadi Bank Umum Syariah Nagari, serta adanya surat edaran menteri tentang diharuskannya label halal bagi produk yang masuk maupun keluar dari Indonesia.

“Sumatera Barat sangat tepat menjadi lokomotif perwujudan ekonomi syariah dan pariwisata ha­lal. Kita di Sumbar sudah melakukan langkah-langkah untuk itu,” katanya

Ia mengingatkan, agar seminar memperingati Ha­ri Anti Riba ini menjadi bagian yang akan membangun pemahaman ma­syarakat, juga saling memahami tanpa menjustifikasi kelompok ma­sya­rakat yang belum sepenuh­nya mampu meninggalkan riba seutuhnya.

“Jangan terjebak pada pengelompokan-penge­lompokan, apalagi sampai menegasikan kelompok lain. Karena kadang kita meski sudah mampu menerapkan prinsip anti riba secara invidu. Tapi perlu diingat, dalam komunitas menerapkan hal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan,” tegasnya.

Ketua pelaksana, Rahmat Ramadan mengatakan, kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan semangat menghilangkan karakter riba di masya­ra­kat, serta mengawal fatwa MUI tentang riba.

“Semoga dengan peringatan Hari Indonesia Tanpa Riba ini, kita dapat berkontribusi meningkatkan kesadaran masya­ra­kat untuk menghindari ri­ba,” harapnya.

Pada kesempatan itu pula, Riba Crisis center memberikan apresiasi pa­da founder Budiman Swalayan, H. Asmar dan penulis Buku Bahagianya PNS Tanpa Riba, Linda Juliharti sebagai tokoh-tokoh penggerak anti riba di Sumatera Barat. (ade)