PESSEL, METRO–Dipicu postingan Facebook Camat Lengayang, Jamalus yang menimbulkan kontroversi, ratusan warga melakukan mengepung Kantor Camat Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (18/1) pukul 09.00 WIB. Dalam aksi itu, mereka mendesak Camat mundur jadi jabatannya.
Selain melakukan orasi secara bergantian, massa juga membentangkan spanduk dan menuliskan tuntutan di atas kertas karton “Ganti Camat Lengayang, Kami Butuh Camat Yang Tidak Adu Domba’. Meski mendapatkan pengawalan ketat oleh Polsek Lengayang, Koramil Lengayang dan Satpol PP, sempat terjadi aksi anarkis.
Massa sempat melakukan aksi pelemparan batu ke arah mobil dinas Camat Lengayang. Akibatnya, kaca mobil dinas sebelah kanan pecah. Namun, petugas keamanan gabungan berupaya meredam amarah warga, hingga akhirnya aksi unjuk rasa itu berlangsung aman sampai massa membubarkan diri.
“Jadi keinginan kami cuma satu, Jamalus mundur dari jabatannya sebagai Camat Lengayang,” ungkap Koordinator Aksi, Hamzah Jamaris saat berorasi.
Menurut Hamzah, keresahan masyarakat Lengayang disebabkan adanya komentar Camat Lengayang, Jamalus melalui akun media sosial Facebooknya. Postingan Jamalus yang baru saja dilantik oleh Bupati Rusma Yul Anwar pada Januari 2022 ini pun viral.
“Komentar Jamalus dinilai kontroversi itu berkaitan usai situasi politik usai Pilkada Pessel 2020. Dalam komentar itu, Jamalus dinilai memicu munculnya rasa kebencian dan permusuhan di tengah kelompok masyarakat. Itu sesuai dengan Undang-undang ITE pasal 54 A ayat (2), Camat Lengayang sudah memicu permusuhan,” terang Hamzah.
Selain soal ujaran rasa kebencian, dijelaskan Hamzah, komentar lainnya yang dinilai kontroversi berkaitan dengan membawa nama Yahudi yang mengatakan ‘hati-hati orang Yahudi non muslim di Pessel’.
“Dengan itu kami meminta Camat Lengayang mundur dari jabatanya, karena sudah meresahkan,” lanjutnya.
Terpisah, Kepala Badan Kesbangpol Pessel, Hardi Darma Putra membenarkan kegiatan demo dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Lengayang di depan kantor Camat Lengayang. Menurutnya, aksi itu lantaran masyarakat Lengayang tidak mau Jamalus menjadi Camat setempat. Hal tersebut dikarenakan telah menimbulkan keresahan, dan mengangu stabilitas keamanan di tengah masyarakat.
“Untuk sementara Jamalus telah dinonaktifkan sebagai Camat Lengayang.Untuk selanjutnya, menunggu keputusan dan petunjuk dari pimpinan,” tegas Hardi Darma Putra.
Dijelaskan Hardi Darma Putra, untuk pelayanan masyarakat di kantor Camat Lengayang tetap berjalan seperti biasa, tidak ada kerusakan fisik bangunan di kantor Camat.
“Hanya ada sedikit insiden mobil dinas Camat Lengayang yang ketika itu terpakir di depan halaman Kantor Camat Lengayang menjadi sasaran lembaran batu, sehingga membuat kaca samping kanan pecah.
“Petugas yang melakukan pengamanan sudah berhasil mengendalikan situasi, sehingga aksi demo itu berjalan aman dan kondusif,” ungkapnya.
Usai bertemu perwakilan dari Pemkab Pessel, sekitar pukul 11.00 WIB, ratusan masyakatat yang ikut dalam aksi demo itu pun membubarkan diri dengan tertib. (rio)





