METRO PADANG

Kemen LHK Serahkan Peralatan Sampah untuk Pemko Padang, Timbulan Sampah hingga 600 Ton/Hari

0
×

Kemen LHK Serahkan Peralatan Sampah untuk Pemko Padang, Timbulan Sampah hingga 600 Ton/Hari

Sebarkan artikel ini
BANTUAN ALAT SAMPAH— Direktur Penanganan Sampah Kemen LHK Dr Novrizal Tahar saat beraudiensi dengan Wali Kota Padang Hendri Septa, di Palanta Kediaman Walikota Jalan Ahmad Yani, Selasa (18/1).

A YANI, METRO–Kementerian Lingku­ngan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) bantu se­jumlah peralatan persam­pahan kepada Pemerintah Kota Padang. Bantuan ini bersumber dari Dana Alo­kasi Khusus (DAK) Fisik tahun 2022.

Hal tersebut disam­pai­kan Direktur Penanganan Sampah Kemen LHK Dr Novrizal Tahar saat berau­diensi dengan Wali Kota Padang Hendri Septa, di Palanta Kediaman Wali­kota Jalan Ahmad Yani, Selasa (18/1).

Hadir pada kesem­patan itu, Kepala Dinas Ling­kungan Hidup Padang Mai­rizon, Kepala Dinas Per­dagangan Padang Andree Algamar, Ketua Asosiasi Bank Sampah Seluruh Indonesia (ASOBSI) Wilda, Ka­bag Prokopim Pemko Pa­dang Amrizal Rengganis, Kepala Bank BNI Cabang Padang Mechy Handayani.

Bantuan yang bakal diterima Pemko Padang yakni 4 unit arm roll, 9 unit kontainer, 12 unit motor roda tiga, serta 12 unit gerobak pilah.

Disebutkan Novrizal, bantuan ini merupakan bentuk perhatian Kemen LHK kepada Pemerintah Kota Padang, karena Pa­dang ma­sih banyak kekura­ngan peralatan untuk mena­ngani timbulan sampah yang mencapai 600 ton perhari.

“Semoga peralatan yang akan Kemen LHK be­rikan kepada Pemko Pa­dang, dapat berguna dengan baik dalam menjaga kebersihan Kota Padang. Selain Padang, dua daerah lagi juga mendapat bantuan dari Kemen LHK, yakni Kota Bukittinggi dan Kota Sawahlunto,” ucap Novrizal.

Selain itu, Novrizal juga memaparkan program Kemen LHK untuk dapat dilaksanakan di Kota Padang, supaya timbulan sampah tidak seluruhnya sampai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Apalagi TPA Air Dingin memakai sistem open dumping yang diperkirakan bakal over capacity dalam beberapa tahun belakangan.

Baca Juga  Rustam Efendi jadi Irup, SMP N 26 Kekurangan Komputer untuk UNBK

Program yang bisa dijalankan Pemko Padang adalah memaksimalkan peran Bank Sampah, karena peran bank sampah sangat vital untuk mengolah sampah agar tidak sampai ke TPA. Kemudian membuat TPS3R, serta me­realisasikan Program Re­fuse-Derived Fuel (RDF) bekerjasama dengan Semen Padang.

“Untuk Bank Sampah kami rasa ini bisa dimaksimalkan kembali daya guna. Kemudian untuk RDF, kami akan coba sounding ke Kemenko Marves, agar kendala yang dihadapi seperti disampaikan Pak Wali dapat tuntas,” terangnya.

Selain itu juga sebut Novrizal, Pemko Padang bisa menjalankan kembali Perwako pembatasan penggunaan sampah plastik. Jika Perwako tersebut jalan, maka Kemen LHK akan memberikan dana insentif DID sebesar Rp15 miliar setiap tahun. Masyarakat Padang juga bisa digerakkan kembali, memilah sampah dari rumah.

“Tahun 2019 Pemko dapat insentif DID. Tahun 2020 dan 2021 tidak dapat lagi, karena Kemen LHK menilai Perwako tidak ja­lan. Nah itu bisa dijalankan kembali Pak Wali. Kami juga meminta Pemko Pa­dang kembali aktifkan Gerakan Nasional Pilah Sampah Dari Rumah yang tertuang dalam Surat Edaran Kemen LHK tahu  2019,” pinta Novrizal.

Sementara itu, Walikota Padang Hendri Septa berterima kasih kepada Kemen LHK yang telah memberikan perhatian kepada Kota Padang, dengan membantu peralatan sampah. Selain itu juga program yang disebutkan Di­rektur Penanganan Sampah untuk mengatasi ma­salah sampah, baik jangka pendek dan jangka panjang luar biasa.

Baca Juga  Prestasi Gemilang Tim Inovasi Semen Padang, Sabet 7 Platinum, 1 Gold di Ajang TKMPN

“Kami mengakui Pa­dang kewalahan dalam penanganan sampah. Saat ini saja sudah 3,7 juta ton deposit sampah di TPA Air Dingin. Kemungkinan 2026 TPA over capacity. Jika sudah over, bahaya sekali. Ujungnya menganggarkan dana untuk pembelian lahan baru,” ungkap Hendri Septa.

Untuk aturan pengurangan pemakaian bahan plastik, Pemko Padang kata Hendri Septa juga akan komit lagi menjalankannya. Untuk Program Bank Sampah, juga akan diberdayakan kembali. Dimana berhentinya program itu, akan dikejar kembali.

“Program pengurangan pemakaian sampah plastik akan kita maksimalkan dulu dari kantor kantor pemerintahan. Kita minta keseriusan dinas melaksanakannya. Saya sangat terasa saat di Jakarta, belanja di minimarket harus membeli plastik, karena dilarang memakai plastik dengan bebas. Program Bank Sampah kita koordinasikan kembali. Dimana terhentinya kita kejar kembali, untuk mambangkik batang tarandam,” ulasnya.

Khusus Program RDF, pihaknya sudah mendis­kusikan kepada Kemenko Marves agar mencarikan jalan keluar atas kendala yang dihadapi. Karena Pemko Padang tak punya anggaran sebesar Rp189 miliar untuk membangun sarana prasarana. “Kami juga minta tolong Pak Nov­rizal untuk sounding ke Ke­menko Marves agar ke­n­dala yang kami hadapi, bi­sa clear dan program RDF ini bisa jalan,” harapnya. (hen)