METRO PADANG

Puskesmas Ulak Karang Selesai Dibangun, IPAL Belum Ada, Azwar Siry: Bangunan Megah, Sayang Tidak Dipakai

0
×

Puskesmas Ulak Karang Selesai Dibangun, IPAL Belum Ada, Azwar Siry: Bangunan Megah, Sayang Tidak Dipakai

Sebarkan artikel ini
TINJAU PUSKESMAS—Anggota DPRD Padang, Azwar Siry meninjau bangunan Puskesmas Ulak Karang yang baru selesai dibangun, Selasa (18/1).

LOLONG BELANTI, METRO–Anggota Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry menginginkan Puskesmas Ulak Karang baru yang telah selesai pemba­ngunannya untuk dipakai dan jangan ditinggal kosong begitu lama.

“Kita sayangkan Pus­kesmas semegah ini, na­mun pengoperasiannya be­lum juga,” ujar Azwar Siry saat meninjau Pus­kesmas Ulak Karang yang baru, Se­lasa (18/1), di Lolong Be­lanti.

Ia menyampaikan, jika tidak dihuni, bangunan yang ada akan menjadi penginapan burung walet dan lain sebagainya nanti. “Untuk apa dibangun bila tidak digunakan sesuai fung­sinya,” ucap kader Demokrat ini.

Ia melihat, sarana dan prasarana di Puskesmas memang belum lengkap ketersediannya. Seperti mobiler dan lainnya. Dan yang urgen lagi, instalasi pengolahan limbah (IPAL) belum ada. Hal ini menjadi masalah baru dan membuat pelayanan terganggu.

“Kita berharap Pemko Padang dapat mencarikan solusinya. Jangan sampai persoalan ini didiamkan saja. Apalagi tidak dimanfaatkan. Sayang kita biaya pembangunan cukup besar,” paparnya.

Ia siap nanti bantu anggarkan lewat dana Pokir untuk kelengkapan fasilitas perlengkapan lainnya. Hal ini demi mewujudkan pelayanan yang baik dan melengkapi sarananya.

Kepala Puskesmas Ulak Karang, Kecamatan Padang Utara, Chelsea Krisyanti mengatakan bangunan Puskesmas Ulak Karang baru ini baru saja usai pada Desember 2021 dan untuk pemanfaatannya Puskesmas masih me­nanti Instruksi Pemko Padang.

“Kita tentu ingin cepat dimanfaatkan bangunan baru ini. Namun keraguan muncul karena IPAL belum ada. Kita telah sampaikan ke Dinkes, jawabnya me­nunggu,” ucapnya.

Ia menyampaikan, Pus­kesmas Ulak Karang yang baru luasnya 200 meter dan tanahnya milik Pemko Pa­dang. Untuk persoalan urgen, penyediaan IPAL. Anggarannya Rp600 juta.

Ia menambahkan, pem­bangunan Puskesmas baru anggarannya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai Rp5 Milyar. Jika instruksi pemakaian bangu­nan telah turun, pihaknya siap operasikan Puskesmas ini. Namun pemko padang mesti sediakan IPAL.

“Untuk bangunan lama kon­disinya tidak layak me­la­yani pasien secara umum ka­rena kecil dan sem­pit. Rencananya akan di­guna­kan untuk persalinan,” paparnya.

Tokoh Masyarakat sekitar yang hadir, Maidestal Hari Mahesa meminta kepada Wako Padang me­mikirkan hal ini dan ingin bangunan segera berope­rasi. “Kita berharap Pemko Padang carikan solusinya dan rangkul legislator yang ada. Sayang kita Pus­kesmas bagus, tapi tidak dimanfaatkan,” ujar mantan wakil rakyat ini.

Ia mengatakan,Pemko bisa melengkapi sarana dan prasarana yang ku­rang jika mau bermufakat bersama dan saling mem­bantu. Intinya sinergisitas dan niat. (ade)