LOLONG BELANTI, METRO–Anggota Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry menginginkan Puskesmas Ulak Karang baru yang telah selesai pembangunannya untuk dipakai dan jangan ditinggal kosong begitu lama.
“Kita sayangkan Puskesmas semegah ini, namun pengoperasiannya belum juga,” ujar Azwar Siry saat meninjau Puskesmas Ulak Karang yang baru, Selasa (18/1), di Lolong Belanti.
Ia menyampaikan, jika tidak dihuni, bangunan yang ada akan menjadi penginapan burung walet dan lain sebagainya nanti. “Untuk apa dibangun bila tidak digunakan sesuai fungsinya,” ucap kader Demokrat ini.
Ia melihat, sarana dan prasarana di Puskesmas memang belum lengkap ketersediannya. Seperti mobiler dan lainnya. Dan yang urgen lagi, instalasi pengolahan limbah (IPAL) belum ada. Hal ini menjadi masalah baru dan membuat pelayanan terganggu.
“Kita berharap Pemko Padang dapat mencarikan solusinya. Jangan sampai persoalan ini didiamkan saja. Apalagi tidak dimanfaatkan. Sayang kita biaya pembangunan cukup besar,” paparnya.
Ia siap nanti bantu anggarkan lewat dana Pokir untuk kelengkapan fasilitas perlengkapan lainnya. Hal ini demi mewujudkan pelayanan yang baik dan melengkapi sarananya.
Kepala Puskesmas Ulak Karang, Kecamatan Padang Utara, Chelsea Krisyanti mengatakan bangunan Puskesmas Ulak Karang baru ini baru saja usai pada Desember 2021 dan untuk pemanfaatannya Puskesmas masih menanti Instruksi Pemko Padang.
“Kita tentu ingin cepat dimanfaatkan bangunan baru ini. Namun keraguan muncul karena IPAL belum ada. Kita telah sampaikan ke Dinkes, jawabnya menunggu,” ucapnya.
Ia menyampaikan, Puskesmas Ulak Karang yang baru luasnya 200 meter dan tanahnya milik Pemko Padang. Untuk persoalan urgen, penyediaan IPAL. Anggarannya Rp600 juta.
Ia menambahkan, pembangunan Puskesmas baru anggarannya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai Rp5 Milyar. Jika instruksi pemakaian bangunan telah turun, pihaknya siap operasikan Puskesmas ini. Namun pemko padang mesti sediakan IPAL.
“Untuk bangunan lama kondisinya tidak layak melayani pasien secara umum karena kecil dan sempit. Rencananya akan digunakan untuk persalinan,” paparnya.
Tokoh Masyarakat sekitar yang hadir, Maidestal Hari Mahesa meminta kepada Wako Padang memikirkan hal ini dan ingin bangunan segera beroperasi. “Kita berharap Pemko Padang carikan solusinya dan rangkul legislator yang ada. Sayang kita Puskesmas bagus, tapi tidak dimanfaatkan,” ujar mantan wakil rakyat ini.
Ia mengatakan,Pemko bisa melengkapi sarana dan prasarana yang kurang jika mau bermufakat bersama dan saling membantu. Intinya sinergisitas dan niat. (ade)






