SUKARNOHATTA, METRO–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Payakumbuh, Kesbangpol Kota Payakumbuh, serta Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) membantah bahwa aliran/paham Bab Kesucian yang baru-baru ini berkembang di Kabupaten Tanah Datar juga ada dan pernah melakukan kegiatan atau penggajian di Kota Payakumbuh.
Bantahan tersebut diungkapkan Ketua MUI Kota Payakumbuh, Erman Ali didampingi Tim Papem Kota Payakumbuh yang terdiri dari TNI, Polri, BINDA, Kejaksaan dan Kesbangpol di salah satu ruang pertemuan di Kawasan Payolansek Selasa (18/1). Menurutnya, sejauh ini dari hasil pantauan dan pengawasan tidak benar ada ajaran Bab Kesucian berkembang di Payakumbuh. “Iya, setelah mendapatkan informasi dari Pak Budhy Kesbangpol, kita (MUI.red) langsung bergerak mencari kebenaran informasi yang menyebutkan pengembang ajaran dan ajarannya sendiri yang disebutkan ada di Payakumbuh. Setelah kami telusuri ternyata tidak benar ajaran/paham aliran Bab Kesucian itu ada di Payakumbuh,” sebut Erman Ali.
Meski membantah bahwa di Payakumbuh tidak ada aliran/penggajian yang dilakukan oleh seorang pria yang disebut berinisial S itu, MUI membenarkan bahwa S berasal dari salah satu Kelurahan yang ada di Kecamatan Payakumbuh Timur. “Untuk S memang berasal dari Payakumbuh, ayah dan ibunya tinggal di salah satu Kelurahan yang ada di Payakumbuh. Bahkan ia (S.red) pernah menjadi Manager salah satu lembaga pendidikan luar sekolah/les yang ada di Payakumbuh,” tambah Erman Ali.
S menurut Erman Ali yang baru menjabat Ketua MUI itu diketahui pintar berbahasa Inggris dan bahasa Arab. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, menurut Erman Ali, pihaknya siap melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, jikapun nanti memang aliran Bab Kesucian ada di Payakumbuh, pihaknya bakal melakukan pengusiran.
Kepala Kesbangpol Kota Payakumbuh, Budhy D Permana menyebutkan bahwa pertemuan yang digagas oleh pihaknya terkait beredarnya informasi salah satu paham/ajaran/aliran yang diduga menyimpang disebut-sebut juga ada dan berkembang di Payakumbuh, selain bentuk tindak lanjut atas informasi itu juga untuk mengantisipasi berbagai hal lainnya yang mengancam Kamtibmas. “Kita terima kasih kepada semua pihak dengan informasi yang akhir-akhir ini berkembang di tengah masyarakat, menyikapi informasi Bab kesucian kita bersama Pakem akan bicarakan kedepannya untuk mengantisipasinya,” ungkap Budy.
Sementara Walikota Payakumbuh melalui Asisten III Amriul Dt. Karayiang menyebutkan bahwa masyarakat untuk tidak cepat percaya dengan apapun informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya, masyarakat harus cerdas dalam mempercayai suatu informasi. “Selama ini daerah kita cukup kondusif, semoga kedepannya tetap dalam kondisi yang sama, masyarakat jangan mudah percaya informasi yang belum bisa dipastikan informasi maupun sumbernya,” ucapnya. (uus)





