SUDIRMAN, METRO–Tidak adanya Wakil Wali Kota Padang (Wawako)yang mendampingi Wali Kota Padang, Hendri Septa selama ini mendapat sorotan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar), Audy Joinaldy. Wagub muda ini pun “menyindir” Wako Padang yang dinilai lebih suka “ngejomblo” selama setahun.
Pada kesempatan acara bertajuk “Sumbar Madani to Digital BNI Smart City” yang dihadiri lima wali kota dan bupati di Auditorium Gubernuran Sumbar, Senin (17/1), Audy menyentil langsung ketiadaan wakil wali kota di hadapan Wali Kota Padang, Hendri Septa.
Audy Joinaldy memberikan sindiran kepada Hendri Septa, agar jangan jomblo dan agar segera memiliki wakil wali kota sebagai pendamping menjalankan pemerintahan.
“Salam sehat untuk kita semua. Yang saya hormati bupati wali kota. Ada Wali Kota Padang tetangga saya, kalau teman-teman bilang wali kota jomblo ini, masyarakat kasihan juga,” kata Audy yang disambut tawa mereka yang hadir di Auditorium Gubernuran Sumbar siang itu.
Terkait tidak adanya Wakil Wali Kota Padang, Audy menegaskan, Pemprov Sumbar akan terus berusaha mendorong agar Wali Kota Padang segera menetapkan wakil wali kotanya. “Kita sudah mengirim surat, dari Pak Gubernur juga sudah mengirim surat, apalagi Kota Padang ini kota besar, cakupannya luas,” katanya.
Kehadiran wakil wali kota tambah Audy, sangat penting dalam pemerintahan. Dia mencontohkan di Pemprov Sumbar, ketika suatu urusan tidak bisa diikuti Gubernur, maka dirinya yang menjalankan tugas.
“Kayak sama Pak Gubernur. Jadwal yang padat bisa dibagi. Kalau Pak Gubernur tidak bisa, kan saya bisa cover beberapa acara dalam sehari, bayangin, masyarakat kan butuh kehadiran pemimpin di tengah-tengahnya, ini sudah hampir setahun,” katanya.
“Jadwal yang padat bisa terbagi, seperti saya dengan Buya Gubernur, bisa dibagi, karena tak tercakup semuanya,” katanya, Senin, 17 Januari 2022.
Dia menjelaskan, wali kota dan wakil wali kota harusnya saling bahu-membahu dalam berbagi tugas menjalankan pemerintahan.
Audy juga meminta semua pihak harus mendorong agar kehadiran wakil wali kota Padang segera diwujudkan. DPRD dan Pemko Padang menurutnya agar ikut mengajukan secepatnya.
“Kami sebenarnya sudah mengirim surat. Mungkin lagi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Isinya segera menentukan wakil wali kota, biar tidak jomblo lagi. Ya sekali lagi saya minta minta Wali Kota Padang jangan jomblo lagi dong,” ujarnya sambil tersenyum.
Untuk diketahui, Surat Gubernur Sumbar itu No. 120/541/Pem-Otda/2021 tertanggal 30 November 2021 sudah dikirim. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Kemendagri dan DPRD Kota Padang.
Menurut Gubernur dalam surat tersebut bahwa bagi daerah yang mengalami kekosongan pada jabatan wakil kepala daerah dengan sisa masa pemerintahan masih lebih dari 18 bulan dilakukan pengisian pada posisi tersebut.
Sedangkan untuk masa tugas kepala daerah Kota Padang masih tersisa 2 tahun 5 bulan dihitung dari sekarang. Akhir masa jabatan Walikota Padang 13 Mei 2024.
Sebagaimana diketahui Hendri Septa dulu menjabat Wakil Wali Kota Padang berpasangan dengan Mahyeldi selaku Walikota. Mereka diusung koalisi PKS dan PAN. Mahyeldi dari PKS, sedangkan Hendri Septa dari PAN.
Berikutnya, Mahyeldi maju di Pilkada Sumbar 2020 berpasangan dengan Audy Joinaldy. Pasangan ini pun menang. Sehingga akhirnya Hendri Septa dilantik menjadi Walikota Padang defenitif. Terjadilah kekosongan jabatan Wawako Padang.
Karena yang berhak atas posisi Wawako Padang itu adalah parpol PKS dan PAN, maka kedua parpol besar di Sumbar itu sudah menyiapkan kader terbaik mereka.
PKS menyiapkan H. Mulyadi Muslim, Lc, MA dan H. Muharlion, S.Pd. Sedangkan PAN menyiapkan Amril Amin, SH dan H. Ekos Albar, SE, MM. Dari empat nama itu dua sosok yang santer benar-benar dipersiapkan oleh kedua parpol adalah Mulyadi Muslim (PKS) dan Ekos Albar (PAN).
Kendati sudah ada nama kader dari kedua parpol, namun sudah hampir setahun kursi Wawako Padang kosong. Tindakan Hendri Septa yang mengulur-ulur proses pengisian posisi tersebut hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan dimulai. (fan)






