SIJUNJUNG, METRO–Rencana pengembangan Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Sijunjung menjadi Program Studi di luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Negeri Padang (UNP) terus berlanjut. Bahkan, proses itu kini tengah dalam kajian di pihak UNP yang meliputi senat akademik universitas dan majelis wali amanat.
Hal itu disampaikan dalam rilis resmi pihak UNP Padang, Senin (10/1). Apabila rencana itu disetujui, persiapan penerimaan mahasiswa baru akan segera dilaksanakan, dengan membuka fakultas ataupun prodi agroindustri serta dengan mempertimbangkan sesuai potensi yang dimiliki Kabupaten Sijunjung.
Pembicaraan tentang berdirinya Kampus UNP di Sijunjung semakin santer di tengah masyarakat. Selain untuk mendorong kemajuan di sektor pendidikan, hadirnya kampus dengan status negeri juga dinilai akan berdampak positif bagi daerah, khususnya sektor ekonomi.
Sebelumnya, Rektor UNP Prof. Drs H Ganefri Ph D beserta jajaran telah mengunjungi langsung Kampus STIPER Sijunjung sebagai lokasi pembangunan PSDKU. Kedatangan itu langsung disambut oleh Bupati Benny Dwifa, Wabup Iraddatillah dan Sekda Dr Zefnihan AP MSi. Pada 27 Oktober 2021, kemarin.
Bupati Sijunjung Benny Dwifa didampingi Wabup Iraddatillah berharap agar pembukaan PSDKU di Sijunjung bisa segera terealisasi dan berdampak baik bagi pembangunan daerah. “Karena selain sektor pariwisata, sektor pendidikan juga akan menjadi magnet bagi Kabupaten Sijunjung. Insya Allah kita siap untuk itu, tentunya dengan dukungan dari semua pihak,” tutur Benny.
Dikatakannya, dalam RPJMD Kabupaten Sijunjung, sektor pertanian menjadi sektor unggulan dan prioritas. “Dengan adanya rencana pembangunan PSDKU UNP di Sijunjung, kita harapkan bisa melahirkan para sarjana pertanian yang berkompeten, sehingga hal itu akan berdampak pada sektor pertanian kita di daerah,” ungkap Benny.
Pasca kunjungan itu, informasi di tengah masyarakat semakin meyakinkan bahwa Kampus UNP akan segera berdiri di Kabupaten Sijunjung. Bahkan hal tersebut juga disampaikan pada acara wisuda STIPER yang ke VIII, yang digelar pada Desember lalu.
Dewan pembina STIPER Sijunjung, Yuswir Arifin, salah seorang tokoh pendiri perguruan tinggi tersebut menjelaskan, tujuan didirikan STIPER untuk memenuhi kepentingan pendidikan bagi masyarakat di Kabupaten Sijunjung. “Stiper ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat Sijunjung, terutama bagi yang tidak bisa kuliah diluar kabupaten. Sehingga masyarakat tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi,” tutur mantan Bupati Sijunjung itu.
“Pertanian bagi Sijunjung adalah tulang punggung perekonomian. Agar potensi dan SDM masyarakat tentang pertanian ini bisa meningkat, karena itulah kita dirikan kampus ini. Potensi Sijunjung terletak di nagari-nagari, sehingga para sarjana yang merupakan putra-putri Sijunjung bisa berkreasi memajukan pertanian, itu sasarannya,” ungkap Yuswir Arifin.
Rencana STIPER akan dijadikan PSDKU oleh UNP, selaku tokoh pendiri pihaknya mengajak agar masyarakat dan para alumni bersama-sama mendukung program tersebut. “Ini juga bertujuan agar kampus STIPER lebih maju lagi. Dengan status perguruan tinggi negeri, tentunya sistim yang diterapkan akan lebih baik lagi, sehingga menjadi daya tarik lebih bagi masyarakat untuk berkuliah disini,” terang Yuswir Arifin.
“Ini tentunya perlu dukungan kita semua. Dengan kehadiran fakultas UNP disini, tentu yang akan merasakan manfaatnya anak generasi kita semua, masyarakat Sijunjung. Selain meningkatkan mutu pendidikan, program tersebut juga akan mendorong sektor perekonomian dan berdampak pada pembangunan daerah secara umum,” pungkasnya. (ndo)






