SAWAHAN, METRO–Jalan Bugis, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur yang menghubungkan Jati-Kompleks PJKA dan Sawahan sejak tiga tahun belakangan, rusak parah. Aspal sepanjang 30 meter banyak terkelupas.
Diperparah lagi saat hujan mengguyur kota Padang, akan terjadi luapan banjir yang menggenangi rumah warga. Padahal jalan lingkar itu adalah jalan alternative sebagai tempat pelariana warga jika terjadi Tsunami.
Anehnya, Ketua RT III Marjas, Kelurahan Sawahan Timur yang mengaku pernah melaporkan kepada pihak terkait hanya diajak mengukur. Namun hingga kini tak ada realisasinya.
Darinsyah (53), warga RT 03/RW III kepada POSMETRO, mengaku bahwa kerusakan jalan itu sudah terjadi sejak tiga hingga empat tahun belakangan ini. Sementara, saat ini volume kendaraan yang berlalu lalang sudah padat.
Apalagi sudah dibukanya pintu belakang RSUP M Djamil Padang dari arah Sawahan, otomatis aktifitas pengunjung rumah sakit yang ingin menuju Simpang Haru atau Andalas, mereka akan melalui jalur itu.
“Jika pagi dan sore tentu terjadi macet di jalan utama Perintis Kemerdekaan, otomatis jalan Bugis jadi jalan tampungan,” jelasnya Darinsyah.
Lain lagi kata Desni Hendri (52), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang mengaku, jika hari hujan, maka genangan air jalan meluap memasuki rumah penduduk setinggi 20 cm hingga 30 cm.
“Kami berharap kepada pihak terkait atau Pak Wali Kota Padang Hendri Septa untuk memerintahkan pihak terkait untuk menyikapinya dengan segera. Sebelumnya kami hanya dapat janji saja, kenyataannya tidak terbukti. “Lah bantuak lubang kabau jalan Bugis itu,” sebut Desni Hendri.
Ketua RT03/RW III Marjas, mengaku pada tahun 2020 dan 2021, ia selaku ketua RT pernah melaporkan kasus kerusakan jalan Bugis itu kepada pihak terkait. Namun oleh pihak terkait PU Padang, hanya diajak mengukur ukur jalan. Namun realisasinya tak ada.
“Saat ditanya, kenapa tak jadi pak, anggaran tak ada,” pungkas Marjas. (ped)






