PASARRAYA, METRO–Pedagang ayam di Kota Padang mulai resah. Pasalnya, harga ayam tak kunjung turun. Bahkan harga saat ini adalah yang paling tinggi selama 10 tahun terakhir. Sementara saat ini sudah menjelang Ramadhan.
Jika pasokan ayam terus dikurangi oleh perusahaan inti, mereka yakin harga ayam akan terus meroket. “Masalahnya, jatah ayam dikurangi terus oleh perusahaan inti. Akibatnya harga tinggi. Ini adalah yang paling tinggi sejak tahun 2010 sampai sekarang,” sebut Rajabman, salah seorang pedagang ayam di Pasar Raya Padang, Rabu (12/1).
Jika kondisi ini dibiarkan terus, maka pada bulan Ramadhan nanti harga ayam akan semakin gila-gilaan. Menurutnya, mulai dari awal tahun ini sudah harus ada MoU atau kesepakatan antara pihak terkait di Kota Padang, seperti Dinas Koperasi dengan perusahaan inti (produsen ayam) untuk memenuhi kebutuhan kota Padang.
“Sehingga pemenuhan ayam Kota Padang hingga Ramadhan dan lebaran nanti terpenuhi,” ungkap Rajabman.
Pedagang lainnya, Edi Prima juga berharap demikian. Saat ini harga ayam potong dijual Rp33 ribu/kilogram. Padahal dalam kondisi normal adalah Rp23 ribu sampai Rp26 ribu per kilogram.
“Sudahlah mahal, ayamnya juga tak ada alias langka,” sebut Edi Prima.
Terpisah, Kepala Dinas Pangan Kota Padang, Andree Algamar mengatakan selama ini tak ada kesepakatan resmi untuk penjatahan ayam untuk kota Padang. Pihaknya sudah melakukan pemantauan kenaikan harga ayam di produsen PT Karya Semangat Mandiri, Agen Berkat Ilahi serta Pasar Raya.
Survei di lapangan diketahui penyebab kenaikan harga ayam di beberapa lokasi disebabkan karena lonjakan permintaan pasar dan banyaknya permintaan dari luar daerah, panjangnya mata rantai distribusi.
“Selain itu kenaikan harga ayam karena dipengaruhi momen tertentu seperti hari Natal, Tahun Baru, menjelang puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Selain itu kenaikan juga karena semakin banyaknya permintaan akibat peralihan konsumsi ikan ke ayam serta kenaikan harga pakan ayam. (tin)






