METRO SUMBAR

Optimalisasi Pengelolaan Lahan Terlantar terus Ditingkatkan di Pesisir Selatan

0
×

Optimalisasi Pengelolaan Lahan Terlantar terus Ditingkatkan di Pesisir Selatan

Sebarkan artikel ini
Salah satu lahan pertanian warga Pesisir Selatan.

PESSEL- METRO–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan melalui Dinas Pertanian di tahun 2022 ini, akan terus mengoptimalkan pengelolaan lahan terlantar. Upaya itu bertujuan untuk me­ningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berge­rak di sektor pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Pesisir Selatan, Madrianto, mwenjelaskan kepada pe­sisirselatan.go.id Jumat (7/1) di Painan bahwa di dae­rah itu sekarang juga terdapat seluas 77.033 hektare lahan yang bisa dikatakan belum optimal penggarapanya.

“Karena tidak optimal, sehingga lahan seluas itu digolongkan pada lahan tidur,” katanya.

Lahan seluas itu, tersebar di 15 kecamatan yang ada dengan luas berbeda, dengan potensi tanaman yang bisa dikembangkan untuk peningkatan eko­nomi masyarakat terinventarisasi sebanyak 9 jenis.

“Sembilan jenis itu diantaranya, kelapa sawit, karet, kakao, kelapa, pala, gambir, nilam, kopi dan cengkeh. Untuk pengembangan tanaman kelapa sawit dari luas lahan yang akan dioptimalisasi itu terdata seluas 30.423 hektar,” jelasnya.

Baca Juga  Andre Rosiade: Muhaimin Pemegang Kunci Cawapres Prabowo

Diungkapkannya bahwa potensi terbesarnya berada di Kecamatan Lunang dan Silaut, yakni men­capai 8.357 hektar. Di­susul kecamatan Basa Ampek Balai Tapan dan Ranah Ampek Hulu seluas 6.544 hektar, Pancung Soal dan Airpura 4.810 hektar, dan disusul oleh kecamatan Lengayang seluas 3.218 hektar pula.

“Sedangkan sisanya ada pada 8 kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Su­tera, Batangkapas, IV Jurai, Bayang, Bayang Utara dan Kecamatan Koto XI Tarusan,” ujarnya.

Untuk untuk jenis tanaman karet, potensi pe­ngembangannya mencapai 13.293 hektare pula, dengan rata-rata mencapai 1.000 hektare per kecamatan.

“Sedangkan tanaman kakao potensinya seluas 10.100 hektare pula, disu­sul tanaman pala seluas 7.437 hektar. gambir 10.576 hektare, kopi seluas 2.504 hektar, cengkeh 1.397 hektar. Sedangkan tanaman nilam hanya seluas 434 hektare,” terangnya.

Baca Juga  Wali Kota Solok Audiensi dengan Kepala Balai Jalan Nasional

Dikatakan lagi bahwa dari 15 kecamatan yang ada di Pessel, Kecamatan Bayang merupakan yang sedikit lahan tidurnya yang bisa dioptimalisasi, sebab hanya seluas 1.062 hektar. Di kecamatan ini potensi optimalisasi lahan hanya pada jenis karet, kakao, kelapa, pala, gambir, kopi dan cengkeh.

Sedangkan kecamatan yang memiliki lahan tidur terluas yang bisa dioptima­lisasi adalah kecamatan Basa Ampek Balai Ta­pan.

“Di kecamatan ini luasnya mencapai 10.347 hektar. Potensi tanaman yang dapat dikembangkan ada­lah kelapa sawit seluas 6.544 hektar, karet 2.460 hektar, kakao 500 hektar, kelapa 155 hektar, gambir 332 hektar, nilam 35 hektar, kopi 300 hektar dan ceng­keh 21 hektare pula,” tutup Madrianto.(rio)