METRO SUMBAR

Pembangunan Surau Baru di Tilatang Kamang Dimulai

0
×

Pembangunan Surau Baru di Tilatang Kamang Dimulai

Sebarkan artikel ini
Bupati Agam, Andri Warman meletakan batu pertama pembangunan surau baru di Jorong Aro Kandikia, Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Sabtu (8/1).

AGAM, METRO–Bupati Agam,  Andri Warman  meletakan batu pertama pembangunan surau baru di Jorong Aro Kandikia, Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Sabtu (8/1). Peletakan batu pertama ini juga dilakukan perwakilan Gubernur Sumbar, Mardison dan anggota DPRD Sumbar, Ismet Aziz.

Bupati Andri Warman berharap, setelah peletakan batu pertama ini, da­lam jangka waktu tidak lama surau baru sudah selesai dan bisa segera dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah. “Kita ya­kin surau ini bisa cepat selesai, melihat semangat masyarakat yang begitu tinggi dalam pembangu­nan ini,” ujar bupati.

Ia melihat, memang bangunan surau yang lama sudah tidak layak, karena banyak kerusakan- kerusakan terdapat di bangunan itu. “Kita melihat beberapa kerusakan di bangunan surau lama, sehingga su­dah seharusnya untuk di­perbaharui,” sebut bupati.

Jika ini sudah selesai, katanya, selain untuk sarana ibadah surau baru juga dapat dijadikan sebagai pusat keagamaan dan pendidikan, dalam membentuk karakter generasi.

Perwakilan Gubernur Sumbar Mardison menyebutkan, dalam memba­ngun rumah ibadah bisa berdayakan potensi lokal, mulai dari orang yang sukses dulunya pernah me­ngaji di surau ini.

Kemudian sistem badoncek katanya, juga bisa dimaksimalkan, belum lagi gubernur dan bupati bera­sal dari nagari ini, sehingga jadi peluang bagi ma­syarakat untuk dapat dukungan. Termasuk pada anggota DPRD baik Agam mau­pun Sumbar. “Maka kita minta panitia untuk merancang kontruksi ba­ngunan dengan baik, ja­ngan nanti setelah selesai ada pembongkaran- pembongkaran,” ujar Mardison.

Ketua Pembangunan Surau Baru, M Tuangku Diaro menjelaskan, pemba­ngunan surau baru ini dilakukan di lokasi surau yang lama karena bangunannya sudah banyak rusak. “Kerusakan terjadi retaknya dinding bangunan, atap bocor, dinding miring sehingga pintu susah dibuka dan lainnya,” ujar Tuangku.

Dengan begitu, ma­syarakat bersama seluruh pihak sepakat untuk ba­ngun surau baru, agar rumah ibadah ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal. “Kita berharap dukungan untuk kesuksesan pembangunan surau ini, sesuai rancangan konstruksi ba­ngunan akan menelan biaya sekitar Rp530 juta,” kata Tuangku. (pry)