METRO PADANG

Difasilitasi Andre Rosiade, Pemko Bukittinggi Bisa Pakai Bekas Stasiun KA Bukittinggi

0
×

Difasilitasi Andre Rosiade, Pemko Bukittinggi Bisa Pakai Bekas Stasiun KA Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
PERTEMUAN— Anggota DPR RI Andre Rosiade memasilitasi pertemuan antara Wako Bukittinggi Erman Safar dengan direksi PT KAI terkait pemakaian lahan eks Stasiun KA Bukittinggi.

ADINEGORO, METRO–Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Pemko Bukittinggi bisa memanfaatkan lahan eks empla­semen Stasiun Bukittinggi milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Hal itu dipastikan setelah keluarnya surat resmi dari PT KAI per 31 Desember 2021 lalu pascapertemuan Wali Kota Bukittinggi Erman Safar dengan Menteri BUMN Erick Thohir dan direksi PT KAI yang difasilitasi Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade.

Direktur Niaga PT KAI Dadan Rudiansyah Sabtu (8/1) menyebutkan, surat keputusan itu sudah dise­rahkan ke Pemko Bukit­tinggi. Berisikan persetu­juan pemakaian eks Stasiun Bukittinggi selama tiga ta­hun. Selanjutnya, bisa di­manfaatkan untuk keper­luan kota wisata itu. Difo­kuskan untuk peningkatan perekonomian Bukittinggi yang juga terimbas pan­demi Covid-19.

 “Iya, suratnya sudah keluar dan diserahkan. Hal ini setelah permohonan Wali Kota Bukittinggi 20 Desember 2021 lalu yang diantarkan bersama Ang­gota DPR RI Andre Rosiade langsung ke Menteri BUMN dan direksi PT KAI. Untuk memanfaatkan sekitar dua hektare lahan milik PT KAI di Bukititnggi,” katanya.

Baca Juga  Besok, 3.400 RT dan 900 RW Serentak Ramaikan ‘Padang Bagoro’

 Dadan mengatakan, setelah pertemuan antara Wako Erman Safar, Ang­gota DPR Andre Rosiade dan direksi PT KAI, surat itu langsung dipro­ses. “Se­moga dengan keluarnya surat ini bisa dimanfaarkan dengan baik oleh Pemko Bukittinggi. Bagi PT KAI juga sebagai pendaya­gu­naan aset tetap BUMN atau pengamanan aset PT KAI,” katanya.

 Wali Kota Bukittinggi Erman Safar mengucap­kan terima kasih atas bantuan anggota DPR RI Andre Rosiade yang telah mema­silitasi pertemuan dengan Menteri BUMN dan Direksi PT KAI. Sehingga bisa me­masukkan usulan penggu­naan atau sewa lahan be­kas Stasiun Bukittinggi milik PT KAI yang sudah lama diinginkan Pemko.

 “Alhamdulillah, setelah sekian lama kita me­nung­gu proses dan tetap men­dapatkan tarif yang masih tinggi. Jadi kita meminta bantuan dan suport dari pak Andre Rosiade me­masilitasi Pemko Bukit­tinggi untuk mendapatkan pemanfaatan aset PT KAI yang berada di Bukittinggi, yaitu stasiun di Jalan Su­dirman. Yang sekarang sudah bisa dijadikan seba­gai pusat perekonomian masyarakat,” katanya.

 Awalnya, kata Erman, harga yang diberikan KAI memang tinggi. “Kami min­ta dalam surat itu agar harganya tidak tinggi. Agar bisa dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi ma­syarakar Bukittinggi. Ka­rena eks stasiun ini akan kita gunakan untuk pe­ningkatan perekonomian atau UMKM. Sekali lagi terima kasih pak Andre Rosiade,” kata Erman.

Baca Juga  Sampah Lebaran masih Menumpuk

Andre Rosiade yang juga anggota Komisi VI DPR RI mengaku senang dan bersyukur atas dika­bulkannya permohonan Pemko Bukittinggi. “Alham­dulillah dengan difasilitasi Andre Rosiade, tanah eks Stasiun KA di Bukittinggi sudah disetujui oleh KAI untuk dikerjasamakan pe­manfaatannya oleh Pemko Bukittinggi,” kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Andre Rosiade yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar menye­butkan, hal ini adalah con­toh aksi nyata kolaborasi Andre Rosiade dengan Wali Kota Bukittinggi. “Ka­mi akan terus melakukan kerja sama dengan Pemda se-Sumbar. Tak peduli Dapil 1 atau 2 Sumbar atau dari latar belakang partai ma­napun. Karena kita harus bekerja sama untuk mem­bangun Sumbar, basamo mangko manjadi,” kata Andre Rosiade. (r)