PARIWARA

PKM Tim Dosen FIK UPI YPTK Padang di Payakumbuh, Petani Jamur Dilatih Teknik Digital Image Processing

1
×

PKM Tim Dosen FIK UPI YPTK Padang di Payakumbuh, Petani Jamur Dilatih Teknik Digital Image Processing

Sebarkan artikel ini
Pengabdian Tim Dosen UPI YPTK Padang, Sofika Enggari (Ketua), Hari Marfalino (Anggota 1), Agung Ramadhanu (Anggota 2) bersama petani jamur Kota Payakumbuh

Tim Dosen Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang melaksanakan kegia­tan pengabdian kepada ma­syarakat (PKM).  PKM dengan memberikan pelatihan, pen­damping pengunaan aplikasi identifikasi jamur menggu­nakan teknik digital image processing kepada petani Jamur Kota Payakumbuh.

Kegiatan PKM dilak­sa­na­kan 6 Oktober sampai 31 De­sember 2021 lalu. Tim dosen yang terlibat, Sofika Enggari, S.Kom, M.Kom/1016038602 (Ke­­tua), Hari Marfalino, S.Kom, M.Kom/1010039001 (Anggota 1), Agung Ramadhanu, S.Kom, M.Kom, MTA/1015049102 (Ang­gota 2).

Ketua Tim PKM UPI YPTK Padang, Sofika Enggari ber­sama Anggota, Hari Marfalino, Agung Ramadhanu menje­laskan, kegiatan ini imple­mentasi hasil penelitian, yang merupakan salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Baca Juga  DPRD Sumbar Tetapkan Pansus Pembahasan Rancangan Awal RPJPD 2025-2045

Kegiatan ini didanai se­penuhnya dari Hibah Yayasan SIMLITUPI PKM Hasil Pene­litian UPI YPTK Padang tahun 2021. “Kegiatan ini diikuti para petani jamur di Payakumbuh, dengan tujuan menerapkan aplikasi identifikasi jamur yang dapat dikonsumsi” ujar Sofika Enggari.

Jamur seperti tubuh buah yang tampak di permukaan media, tumbuh dari seke­lompok fungi (Basidiomycota) yang berbentuk seperti pa­yung. Beberapa jamur aman dikonsumsi. Bahkan beberapa jamur dianggap sebagai obat dan ada beberapa yang lain beracun.

Untuk mengurangi atau menghilangkan keracunan dari makanan jamur ini, de­ngan memberikan solusi be­rupa PKM dari hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu, digital image processing.

Baca Juga  Dasawisma Ikut Sukseskan 10 Program PKK di Padangpariaman

Di mana dalam men­des­kripsikan tumbuhan jamur dengan segmentasi warna, deteksi tepi dan kontur, ter­hadap jamur yang boleh di­konsumsi dan yang tidak di­konsumsi melalui proses tek­nik ini.

“Dengan adanya sistem digital image processing ini, dapat membantu masyarakat dalam menentukan jamur yang dapat dikonsumsi dan yang tidak dapat dikonsumsi,” terangnya.

Kegiatan ini dapat mem­berikan manfaat kepada para petani dan masyarakat, untuk melakukan identifikasi jenis jamur. Sehingga dapat me­nambah wawasan untuk me­ngetahui jenis jamur yang dapat dikonsumsi.

Diharapkan aplikasi ini da­pat dilakukan pengembangan dengan berbasis online, se­hingga dapat digunakan oleh para petani di seluruh da­erah.(**)