ALANGLAWEH, METRO–Kanza, Kiano dan Kenan adalah bayi kembar tiga yang lahir melalui operasi bedah cesar yang tidak mudah. Bayi kembar dari pasangan Suci Agrilen (34) dan Refaldi (50) lahir dengan selamat di RS BMC, Tarandam, pada 2 November 2021 lalu.
Namun, sayangnya ketika bayi ini berusia 3 bulan 2 hari dan tengah lucu-lucunya, sang ayah menghilang begitu saja, tanpa ada kabar. Suci yang masih belum bisa bergerak banyak karena melahirkan dengan operasi (SC) pun tak ada pekerjaan.
Kini Suci yang tinggal di rumah kontrakan di Alanglaweh No.7, Petak 5, Kecamatan Padang Selatan (belakang kantor Bulong, Alanglaweh-red) tersebut tinggal bersama ibunya, Ayang (56). Bersama ibunya itulah Suci dan ketiga bayi kembarnya menggantungkan hidup.
“Anak saya Suci baru melahirkan, sakit habis operasi belum hilang. Apalagi dia melahirkan bayi kembar 3, tentu tidak mudah bagi dia. Sekarang, suami juga pergi tak ada kabar. Sekarang, saya harus kerja keras mencari uang untuk ketiga cucu saya ini,” sebut Ayang ketika dijumpai POSMETRO, Kamis (6/1).
Wanita tua yang sudah mulai keriput ini, mengaku harus membanting tulang demi si kembar dengan harapan mendapatkan hidup layak seperti anak-anak lainnya. “Sebagai neneknya, tentu saya ingin cucu-cucu saya ini tumbuh dengan sehat dan mendapat kasih sayang dari orangtuanya seperti anak-anak lainnya. Kami butuhkan adalah kesederhanaan saja. Hanya itu,” ucap Ayang ditemani Suci, kemarin.
Diceritakan Ayang, bahwa Kanza, Kiano dan Kenan, kelahiran ketiga cucu kembarnya itu adalah nikmat yang besar dari Allah SWT. Tidak banyak ibu di dunia ini yang dipercayakan oleh Allah mendapatkan bayi kembar. Bukan 2, tapi kembar 3.
“Karena itu saya tak pernah putus asa untuk menyediakan kebutuhan mereka. Bayangkan saja, satu hari si kembar menghabiskan uang Rp400 ribu. Biaya pampers isi 26 habis dua hari dan susu Babelac 800 gram habis dua hari. Belum lagi untuk biaya perlengkapan bayi lainnya yang dibutuhkan,” tutur Ayang, yang bekerja sebagai tukang cuci pakaian ini.
Sementara untuk ibu si kembar tidak bisa berbuat apa apa karena operasi SC yang dialaminya masih belum sehat. Suci, ibu si kembar 3 ini hanya bisa merawat anak-anaknya dengan kesedihan yang mendalam.
“Untuk menutupi kebutuhan tiga cucu kembar saya ini, saya ke luar rumah subuh hari untuk mencari rejeki demi si kembar. Mencari rejeki dari rumah ke rumah orang sebagai tukang cuci dan menyetrika pakaian. Yang ada dalam benaknya saya adalah si kembar harus sehat, tumbuh dan tak ku rang gizi seperti anak-anak lain,” ucap Ayang, lirih.
Ayang tak menapik kemungkinan jika ada para dermawan yang membantu, dia sangat berterimakasih sekali. “Yah.., jika ada para dermawan yang berniat membantu untuk biaya sehari hari si kembar ini, saya sangat berterimakasih sekali,” ucap Ayang.
Sementara Suci, ibu dari bayi kembar 3 ini mengatakan, saat operasi SC di BMC, ia tidak mengeluarkan biaya karena ditanggung BPJS. Tapi untuk ketersediaan uang di kantong biaya Kanza, Kiano dan Kenan tak ada.
Saat si kembar lahir Kanza memiliki berat 1,9 kg panjang 44 cm, Kiano 1,8 kg panjang 43 cm dan Kenan 2,8 kg panjang 43 cm.
“Saya berharap adanya bantuan para dermawan untuk ketiga si kembar ini..,” sebut Suci. (ped)






