PAYAKUMBUH/50 KOTA

Perjuangan Donna, Pelaku UMKM Penjual Kue Pancung Bertopping

0
×

Perjuangan Donna, Pelaku UMKM Penjual Kue Pancung Bertopping

Sebarkan artikel ini
LAYANI— Dona disela-sela melayani pelanggan yang datang menyempatkan diri berfoto di depan usahanya.

POLIKO, METRO–Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Payakumbuh tumbuh bagaikan jamur di musim hujan. Di setiap sudut kota, ada saja produk makanan olahan yang dijual oleh masyarakatnya. Salahsatunya adalah kue pancuang. Bagi penikmat kue pancuang mungkin topping yang biasa atau original sudah biasa mereka makan. Tetapi, di tangan seorang Donna Eka Putri, seorang ibu muda sukses berinovasi dengan menghadirkan kue pancuang dengan topping berbeda.

Donna saat diwawancara media di lokasi usahanya di Ranah Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, Rabu (5/1), mengatakan di tempatnya usaha menjual menu andalan kue pancuang dengan berbagai topping yang tentunya semakin banyak disukai oleh pecinta kue pancuang.

Dengan menu andalan kue pancuang inilah Donna membuka usaha kafe yang diberi nama Kafe Legend. Kue pancuang merupakan makanan jadul, tetapi di tangan Donna kekolotan kue ini berubah dengan wajah baru dan lebih menarik untuk dicicipi.

“Kami berjualan kue pancuang su­dah 10 tahun, dulu berusaha di Kota Pa­dang dan kue pancuang ini diracik oleh su­ami, disaat kami pindah ke Pa­ya­kum­buh saya mencoba berkreasi agar ba­gaimana kue pancuang bisa le­bih mena­rik tak hanya oleh orang tua, bah­kan a­nak-anak muda,” kata istri dari Romi itu.

Wanita 4 anak itu menyampaikan harapannya di tengah pandemi Co­vid-19 ini memberikan ruang belajar baginya sebagai pelaku usaha untuk kreatif. Kota Payakumbuh adalah surga kuliner, maka persaingan menjual produk makanan lebih tinggi disini, tetapi pangsa pasarnya menjanjikan.

“Orang sudah jenuh dengan ke­adaan saat ini, tak ingin terlalu me­mikirkannya dan ingin melangkah maju, ekonomi harus kembali pulih dan bangkit, maka kami tentu harus bisa memandang jauh kedepan,” kata Donna.

Donna juga berharap pemerintah bisa menberikan pelatihan, bimbingan atau bantuan modal usaha supaya bisa terus eksis berusaha. Pemberdayaan SDM dan penguatan pasar dibutuhkan untuk bisa mengembangkan dan melancarkan usaha.

“Semoga pemerintah daerah bisa membimbing kami dengan baik dan memberikan kami ilmu baru yang lebih terupdate agar kami bisa terus ber­kreasi, memperluas pasar dengan pelatihan digital marketing bahkan mensinergikan pelaku UMKM dalam iven-iven pemerintahan,” ujarnya.

Pada Selasa (4/1), Wakil Wali Kota Erwin Yunaz sempat berkunjung ke Kafe Legend untuk memberikan support kepada Donna sekaligus menje­nguk anak Donna yang sedang sakit.

Dari penjelasan Donna, media kemudian mendapati wanita tangguh itu ternyata sedang dilanda musibah, Arsyinara Aurora Algany panggilan Chici anaknya yang nomor dua me­ngidap penyakit radang selaput otak dan Hydrosefalus, penyakit ini membuat anaknya tidak bisa bergerak secara normal seperti anak lainnya, Chici hanya bisa terbaring lemah dan terjadi pembesaran pada kepalanya, pada 2020 pernah dirujuk berobat dan operasi ke M. Djamil Padang. “Hampir 3 bulan dirawat dan 3 minggu koma, tapi Alhamdulillah Allah tetap memberikan Chichi peluang untuk terus bertahan,” kata Donna.

Donna merupakan wanita yang tangguh, harus membuka usaha sembari merawat anaknya yang sakit dan 3 orang anak lainnya yang masih kecil-kecil. Donna terus berikhtiar agar u­sahanya lancar dan si buah hati diberikan kesembuhan oleh Sang Khaliq. “Saya yakin akan mukjizat Allah yang bisa saja datang, itulah pemicu sema­ngat saya berusaha dan bertahan, harapan itu terus ada,” kata Donna yang punya dua anak bungsu yang kembar.

Sebelumnya pada 20 Desember 2020 lalu, Anggota DPR RI Rezka Oktoberia pernah mengunjungi Chici dan memberikan bantuan kepada Donna dan keluarga, serta ada juga penye­rahan bantuan dari Anggota DPRD Kota Payakumbuh dari Fraksi De­mokrat Fahlevi Mazni Dt. Bandaro Nan Balidah. (uus)