SOLOK/SOLSEL

Rencana Pembenahan Pasar Raya Solok, Membawa Harapan Baru bagi Pedagang 

0
×

Rencana Pembenahan Pasar Raya Solok, Membawa Harapan Baru bagi Pedagang 

Sebarkan artikel ini
TINJAU PASAR RAYA— Wakil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra didampingi Asisten II Jefrizal dan Kepala Dinas Koperindag meninjau kondisi Pasar Raya Solok.

SOLOK, METRO–Sepertinya para pedagang kembali menaruh harapan akan pembenahan Pasar Raya Solok. Se­jumlah pejabat penting di jajaran Pemko Solok tampak mendampingi Wakil Wali Kota Solok Rama­dhani untuk kesekian kali­nya mengunjungi Pasar Ra­ya Solok. Kunjungan kali ini masih dengan agenda yang tidak asing yakni melihat kondisi pedagang yang berjualan di Pasar Raya Solok. Kedatangan pejabat Pemko Solok ke Pasar Raya Solok memang bukan hal yang baru lagi.

Namun, bagi para pe­dagang, kedatangan kunjungan pejabat itu jelas membawa harapan dan bukan sekadar berkunjung saja. Harapan agar kawasan pasar segera dibe­nahi menjadi harapan para pedagang.

Wakil Wali Kota Solok Ramadhani mengatakan, mamang ada keinginan Pemko Solok untuk membenahi kawasan Pasar Ra­ya Solok. Keinginan itu setidaknya terlihat dari berbagai langkah persiapan yang telah dilakukan.

Bahkan, Pemko Solok juga telah menggelar ke­giatan sayembara disain kawasan pasar Raya Solok beberapa waktu lalu. Dan peserta sayembara disain kawasan Pasar Raya Solok juga melakukan presentasi di hadapan Wakil Wali Kota Solok, Ramadhani.

Dari disain ini nantinya diharapkan akan dapat merubah kawasan  Pasar Raya Solok lebih tertata dan jelas konsep pengembangannya.  “Tetapi menata kondisi pasar bukan hanya sebagai tempat jual beli, tetapi mampu menjadi da­ya tarik sendiri sebagai tempat wisata baru yang nantinya memiliki dampak positif bagi pedagang dan warga kota,” ujar Rama­dhani.

Baca Juga  Pulau Belibis Bakal jadi Lokasi Panangkaran

Bahkan, bukan sekadar harapan yang berlebihan ketika Pasar Raya Solok mampu menjadi kawasan wisata baru bagi ma­sya­rakat. Lebih lanjut darinya menyampaikan bahwa untuk mewujudkan pengelolaan pasar yang lebih higienis, rapi dan aman maka pemerintah kota sangat memerlukan masukan, ga­gasan, saran tentang desain kota solok masa de­pan.

Meski banyak pihak masih meragukan ketegasan langkah Pemerintahan Kota (Pemko) Solok? dalam membenahi kawa­san Pasar Raya Solok, namun Ramadhani merasa yakin kawasan pasar da­pat berubah.

Sudah seharusnya pem­benahan kawasan Pasar Raya Solok dilakukan demi terciptanya kawasan pasar yang nyaman dan aman bagi pedagang dan pe­ngunjung. Kalau  merunut kebelakang dari masa ke masa pemerintahan di Kota Solok, pembenahan kawasan Pasar Raya Solok seakan menjadi pemanis dibibir saja.

Entah kenapa, selama ini taji Pemko Solok untuk membenahi kawasan Pa­sar Raya Solok seakan tumpul. Bahkan, dalam me­nata para pedagang agar berjualan dan membuka lapak mereka sesuai de­ngan tempat peruntukannya begitu sulit dilakukan.

Baca Juga  Pocadi di MPP, Diresmikan Deputi Perpusnas RI

Akibatnya, para pedagang memang banyak berjualan di tempat yang me­reka nilai menguntungkan meski lokasi yang mereka tempati merupakan fasilitas umum dikawasan ter­sebut. Sehingga untuk menata para pedagang dikawasan Pasar Raya Solok seakan menjadi persoalan yang sangat kompleks.

Selama ini kondisi Pasar Raya Solok yang sumpeks, bau, becek dan semrawut bukannya tidak disadari oleh para pengambil kebijakan. Selain berada di jantung kota, para pejabat di waktu-waktu tertentu dan telah menjadi agenda rutin melakukan kunjungan ke­kawasa Pasar Raya Solok, yang katanya untuk menemui para pedagang dan pengunjung pasar.

Seperti halnya ketika menjelang bulan puasa atau menjelang lebaran, para petinggi Pemko Solok menjadikan kunjungan ke kawasan Pasar Raya Solok menjadi sebuah agenda penting ?yang juga kata­nya untuk melihat dan me­rasakan apa yang dirasakan oleh pedagang dan pengunjung pasar dengan kondisi pasar saat itu.

Bukannya tidak ada u­paya Pemko Solok kala itu untuk menata kawasan Pasar Raya Solok seperti membuka kembali jalur lingkar pasaragar dapat dilewati oleh kendaraan. Namun upaya Pemko Solok itu kembali kandas, ka­rena para pedagang kem­bali berjualan diruas jalan lingkar pasar raya tersebut. (vko)