BERITA UTAMA

Fraksi Gerindra Evaluasi Kinerja Pemprov Selama 2021, Beasiswa Rajawali Kemana?

0
×

Fraksi Gerindra Evaluasi Kinerja Pemprov Selama 2021, Beasiswa Rajawali Kemana?

Sebarkan artikel ini
RAPAT EVALUASI— Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar, H Hidayat, bersama sejumlah anggota saat rapat laporan, evaluasi serta rekomendasi awal tahun atas Kinerja Pemprov Sumbar 2021.

PADANG, METRO–Fraksi Gerindra kembali mendesak Gubernur Sumbar serta Dinas Pendidikan Sumbar untuk terbuka ke publik soal dana beasiswa Rajawali yang tidak jelas sampai hari ini.

Hal ini disampaikan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar, H Hidayat, bersama sejumlah anggota Fraksi Gerindra DPRD Sum­­bar dalam rapat la­poran dan evaluasi serta re­komendasi awal tahun atas Kinerja Pemprov Sum­bar 2021, Senin (3/1) di ruang rapat Fraksi Gerin­dra DPRD Sumbar.

Sejauh ini, kata Hida­yat,  tidak jelas realisasi beasiswa tersebut, meski di APBD Sumbar sudah dianggarkan dana Rp 600 juta untuk sosialisasi dan publikasi. Karena itu Fraksi Gerindra DPRD Sumbar ingin mempertanyakan ba­gai­mana kejelasan pengelolaan dana beasiswa Rajawali tersebut.

“Kita ingin keterbukaan agar masyarakat, mahasiswa dan siswa tahu bahwa ada hak mereka di beasiswa tersebut,” ungkap H. Hidayat.

Dijelaskan Hidayat, se­pengetahuannya, posisi terakhir dana beasiswa PT. Rajawali pada tahun 2020 sebesar Rp 87 miliar, dengan target alokasi beasiswa sebesar Rp 5,6 miliar. Namun hingga akhir 2021 ini, realisasi hanya sekitar 25 persen. Padahal, para siswa dan mahasiswa sangat membutuhkan beasiswa tersebut untuk me­lanjutkan pendidikannya.

“Sekali lagi kita dari Fraksi Gerindra meminta pada Gubernur dan Dinas Pendidikan Pendidikan Sum­bar untuk transparan soal paengalokasian dana Rajawali yang merupakan dana publik yang sudah jelas peruntukannya. Kita minta gubernur menyampaikan dengan kongkrit, satu kata dengan perbuatan,” tegas Hidayat.

Terhadap kondisi tersebut, lanjut Hidayat, terlihat sekali lemahnya eksekutif kontrol terhadap pelaksanaan program, terbukti tidak optimismalnya pelaksanaan kegiatan padahal su­dah disepakati bersama DPRD.

“Wajar kita dari fraksi Gerindra menduga, banyaknya orang orang ring satu gubernur dan wakil gubernur yang berada di belakang kegiatan-kegiatan pemprov tersebut, k­a­rena itu sulit dikontrol oleh OPD terkait,” ungkap Hidayat.

Ditambahkan Anggota Fraksi Gerindra di Komisi V DPRD Sumbar, Khairuddin Simanjuntak, sejauh ini pengalokasian dana Rajawali nyaris tak terdengar. Tak ada kabar, bahkan laporan dari Dinas Pendidikan Sumbar. Padahal, tiap ta­hun dianggarkan Rp 5 miliar, tapi sejauh mana realisasinya tak jelas.

“Karena itu, kita minta Gubernur untuk memastikan pelaksanaan program dan kegiatan yang telah disepakati bersama DPRD dilaksanakan sesuai peraturan yang berlaku, apa­lagi yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat,” ucap Khairuddin.

Ditambahkan Evi Yandri Rajo Budiman, Anggota Fraksi Gerindra yang juga Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumbar, bahwa sejauh ini Fraksi Gerindra sangat objektif dalam melihat persoalan dan me­lakukan penilaian terhadap kinerja Pemprov Sumbar.

“Sesuai tupoksi anggota DPRD dan arahan Ketua DPD Partai Gerindra Sumnar, H Andre Rosiade, ma­ka Fraksi Gerindra tidak segan segan melakukan pengawasan dan kontrol terhadap Kinerja pemerintah secara objektif dan netral. Mana yang sukses kita apresiasi, mana yang kita nilai salah atau tidak tepat sasaran, kita kritisi dan kita beri saran serta masukan,” ungkap Evi Yandri. (hsb)