SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Masyarakat Memilih Tunda Membangun, Kenaikan Harga Material Bangunan jadi Kado Awal Tahun

0
×

Masyarakat Memilih Tunda Membangun, Kenaikan Harga Material Bangunan jadi Kado Awal Tahun

Sebarkan artikel ini
Kenaikan Harga Material Bangunan Jadi Kado Awal Tahun
Kenaikan Harga Material Bangunan Jadi Kado Awal Tahun

SIJUNJUNG, METRO–Memasuki awal tahun 2022 kondisi harga sejumlah bahan bangunan terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut membuat masyarakat mengeluh, dan memilih untuk menunda membangun me­nunggu harga material turun. Disisi lain hal itu juga mengakibatkan para pengusaha di bidang jasa konstruksi menjerit. Kenaikan harga material ba­ngunan hampir merata terjadi mulai dari semen, besi, beton, seng, batako, batu gunung, pasir hingga tiner. Bahkan kenaikan harga mencapai 30% dari harga stabil sebelumnya.

Seperti yang diung­kapkan oleh Rika Anggraini selaku pemilik toko bangunan di Muaro Sijunjung. “Hampir seluruhnya mengalami kenaikan, yang terbaru ini harga ti­ner, dari Rp115 ribu per kaleng kini modalnya saja menjadi Rp152 ribu per kaleng. Kalau bahan lainnya sudah lebih dulu naik, terhitung sejak bulan November kemarin,” tutur­nya.

Untuk harga semen merek Semen Padang, kini berada di harga Rp71 ribu per zak dari harga stabil Rp65 ribu sebelumnya. “Semen merek Garuda kini Rp65 ribu per zak, tapi stok tidak selalu tersedia. Untuk seng kini paling murah Rp1,3 juta per kodi, dari harga sebelumnya Rp900 ribu per kodi,” terangnya.

Baca Juga  Komunitas Touring Amocen Riau Kunjungi Destinasi Meer Von Kandi

Naiknua harga bahan bangunan itu semakin dikeluhkan masyarakat. “Kalau akhir tahun kema­rin permintaan konsumen masih stabil, karena rara-rata pesanan datang dari kontraktor atau pengusaha konstruksi. Mau tidak mau kegiatan pemba­ngu­nan harus tetap dilaksanakan, tapi mengeluh semua saat mendengar harga yang terus naik,” jelas Rika pemilik toko AW Ba­ngunan.

Sementara itu salah seorang pengusaha konstruksi, Opsti meng­ung­kapkan kenaikan harga yang sangat terasa pada semen dan besi. “Besi beton naik hingga 30%. Semen juga demikian, sedangkan spek dan harga perencanaan kegiatan pem­bangunan mengacu pada harga sebelum ke­naikan, yang membuat pusing harga naik disaat kegiatan sudah dimulai, mau tidak mau tetap ha­rus dibeli,” paparnya.

Naiknya harga bahan bangunan menjadi sangat memberatkan, apalagi diluar perencanaan kegiatan. “Hampir semua kontraktor mengeluh akibat kenaikan harga, kita juga tidak tahu apa penyebabnya tapi yang jelas se­karang harga semua ba­rang hampir merata me­ngalami kenaikan. Semo­ga kondisi segera kembali stabil,” harapnya.

Salah seorang warga Muaro Sijunjung, Ika (30) mengaku harus menunda untuk membangun rumah akibat harga material yang terus naik. “Ini sudah hampir satu bulan ditunda dulu membangun pagar rumah, harga bahan bangunan merata me­ngalami kenaikan, hampir semuanya. Kita berharap di awal tahun ini harga kembali stabil, sehingga tidak memberatkan ma­sya­rakat,” tambahnya.

Baca Juga  40 Guru Terima SK PPPK, Guru Diminta Lebih Proaktif dalam Melaksanakan Tugas

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Dagperinkop) Kabupaten Sijunjung belum bisa memastikan kapan harga tersebut akan stabil. “Kita juga dapat informasi de­mikian, apa penyebabnya juga belum tahu. Begitu juga dengan perkiraan kapan akan stabil kembali,” katanya, Senin (03/01).

Menurutnya, kenaikan harga tersebut biasanya dipengaruhin beberapa faktor diantaranya ma­salah bahan baku, tinggi­nya permintaan konsu­men dan distribusi.

“Biasanya dipengaruhi faktor tersebut, namun informasi yang kita dapat tidak demikian. Jadi kita juga belum tahu apa pe­nyebabnya. Namun, kalau barang pabrikan biasanya akan lebih mudah me­ngontrol harga, mungkin saja kemarin permintaan tinggi sehingga harga jadi naik, tapi akan segera stabil jika permintaan sudah normal kembali,” pung­kasnya. (ndo)