PAYAKUMBUH/50 KOTA

Wali Kota dan Bupati, Sepakat Bersinergi Bangun Luak Limopuluah

0
×

Wali Kota dan Bupati, Sepakat Bersinergi Bangun Luak Limopuluah

Sebarkan artikel ini
KESEPAKATAN— Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi Dt. Rajo Kaampek Suku dan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Badaro Rajo disaksikab sekda dua daerah, tandatangani kesepakatan kerjasama.

POLIKO, METRO–Dua tokoh nomor satu di Luak Limopuluah, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi Dt. Rajo Kaampek Suku dan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Badaro Rajo menyepakati perjanjian kerja sama antar dua daerah di kantor wali Kota dipenghujung tahun 2021 lalu.  Ha­dir Sekretaris Daerah Ko­ta Payakumbuh Rida A­nanda dan Sekretaris Da­erah Kabupaten Limapuluh Kota Widya Putra selaku Ketua Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) serta pejabat OPD di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Kerjasama antar dae­rah ini meliputi urusan wajib yang berkaitan maupun yang tidak dengan pelayanan dasar, serta urusan pemerintahan pilihan, nantinya akan disusun perjanjian kerja sama sesuai bidangnya masing-masing. Bupati Safaruddin dalam sambutannya mem­­berikan apresiasi kepada Wali Kota Riza Falepi sebagai kepala daerah yang berprestasi tak ha­nya di tingkat lokal, bahkan juga di tingkat nasio­nal.

Politikus Golkar itu me­negaskan, kalau kerja sama antar daerah telah diamanatkan dalam UU 23 Tahun 2014, baik antar daerah dalam provinsi maupun di luar provinsi, kemudian dilanjutkan oleh peraturan lainnya. Pada kesempatan ini, dua dae­rah menampakkan komitmen bersama, memba­ngun kerja sama yang baik, karena harus disadari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota adalah suatu da­erah yang tak bisa dipisahkan secara historis dan kultural, meski secara adminsitrasi sudah berpisah. “Kita berharap kerja sama ini bisa menunjang visi Kota Payakumbuh yang sejalan dengan visi Li­mapuluh Kota,” kata Bupati Safaruddin.

Bupati juga menerangkan karena kultur adat budaya yang sama, maka tak boleh mensekat-sekat dua daerah agar masyarakatnya tetap satu. Politikus Golkar itu juga mengajak kepala OPD mari saling beradaptasi dan sharing informasi. “Contohnya saja, ketika Ombudsman menilai merah pelayanan publik Limapuluh Kota, malah kota Payakumbuh dinilai hijau, padahal sumber daya kita satu. Arti­nya OPD di Pemkab harus belajar ke kota, tak boleh malu. Saya yakin, wali kota dan jajaran akan ber­ke­nan memberi informasi kepada kabupaten,” kata Bupati yang akrab disapa Dt. Safar itu.

Baca Juga  3 Tokoh Olahraga Payakumbuh Calon Kuat Ketua KONI Serahkan Formulir

Ditambahkannya, pertemuan hari ini bukanlah bentuk seremonial, tapi momentum niat dan keinginan bersama menggerakkan roda pemba­ngunan. Ada potensi alam dan potensi daerah yang harus difokuskan untuk masyarakat dua daerah. “Ke depan sesuai visi da­erah, kita akan memba­ngun Limapuluh Kota dari pinggiran, tetapi fokus utama ke pinggiran yang termarjinalkan seperti jalan di dekat kota akan ditingkatkan untuk mendukung kepariwisataan dua daerah. Semoga ge­rak langkah kita diridhoi Allah untuk memberikan yang terbaik bagi ma­syarakat,” tutup Dt. Safar.

Senada, Wali Kota Riza Falepi menyampaikan ka­rena Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota adalah dua dae­rah yang tak bisa dipisahkan, kedepan bila ada investasi tak bakal bisa cu­ma ditampung Kota Payakumbuh saja, tapi Kabupaten Limapuluh Kota ju­ga bisa. “Dengan bupati datang ke sini, kita bisa saling bantu, saling asah, dan saling asuh. Kami sangat terbuka, nanti dinas mohon di follow up kerja sama ini dengan rasa kekeluargaan, jangan ma­lah saling mengejek. Terutama sekali bangun kesantunan, rasa hormat dan respect, sehingga tujuan bersama bisa dira­lisasikan,” kata Riza.

Politikus PKS itu menyampaikan tak ada orang hebat sendiri, pintar sendiri, dan lemah sendiri asalkan bersama-sama. Sikap kekeluargaan ini perlu dalam melihat persoalan yang besar, dengan itu bisa membangun banyak hal. “Negeri kita ini kaya, tapi minim investasi, iba­rat mancing belut lobangnya belum bersua. Mu­dah-mudahan investasi bisa tumbuh di daerah kita,” kata Riza.

Baca Juga  Pj. Wali Kota Optimis, Pabrik Pengolahan Cokelat Berpotensi Besar

Riza berharap dengan kerja sama ini, harus di­kedepankan rasa persaudaraan dan tidak me­ngedepankan ego, untuk mengalahpun satu sama lain harus mau. “Kalau kita ego, maka urusan kecil jadi maslaah, urusan sing­kat jadi lama. Maka, kami selaku wali kota menyatakan diri bersedia diminta untuk bersua kapanpun dan bekerja bareng bupati untuk urusan membangun daerah ini. Saya saja kalau sudah lepas jadi wali kota berkeinginan malah untuk berinvestasi di Li­mapuluh Kota,” kata Riza.

Bahkan, tambahnya, bila mau, Riza bersedia bersama bupati untuk bisa sama-sama menjuluk da­na ke pemerintah pusat, apalagi yang untuk infrastruktur.  “Rancak jalan di kampuang awak, banyak urang nan tibo, apalagi dengan daerah kita dilalui jalan tol, maka akan me­nguntungkan bila kita bisa mengambil chance. Sanjai, souvenir, produk UM­KM pasti laku oleh wi­satawan,” kata Riza.

Terakhir, wali kota dua periode itu berpesan kedepankan rasa badunsanak, dua daerah ini tak bisa berjuang sendiri-sendiri dan jadikan kerja sama ini sebagai harapan baru. “Kami berterima kasih kepada bupati yang sudah berkenan menjadikan ini bagian dari komitmen me­majukan Luhak Nan Bungsu. Mudah-mudahan Allah memberikan petunjuknya hingga kita lebih maju dan cepat mensejahterakan masyarakat,” pungkas­nya.  (uus)