OLAHRAGA

Piala AFF 2020, Shin Tae-yong: Di Turnamen Berikutnya, Pastinya Bisa Jadi Calon Juara

0
×

Piala AFF 2020, Shin Tae-yong: Di Turnamen Berikutnya, Pastinya Bisa Jadi Calon Juara

Sebarkan artikel ini
Para pemain Timnas Indonesia.

SINGAPURA-Harapan timnas Indonesia untuk bisa comeback di leg kedua final Piala AFF 2020 kandas. Skuad Garuda yang kalah 0-4 pada leg pertama me­lawan Thailand (29/2), tadi malam di Stadion National hanya bisa bermain imbang 2-2.

Thailand pun kembali menjadi kampiun Piala AFF setelah unggul dengan agregat 6-2. Skuad Garuda sempat memunculkan asa melalui gol Ricky Kambuaya (7’). Namun, Thailand mampu mencetak dua gol melalui Adisak Kraisorn (542 ) dan Saarach Yooyen (562 ).

Satu gol Egy Maulana Vikri di menit ke-80 menyelamatkan Indonesia dari kekalahan. Ini adalah ke­kalahan keempat Indonesia dari Thailand di final Piala AFF. Tiga kekalahan final lainnya terjadi pada edisi 2000, 2002, dan 2016.

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) menyatakan, kalau membalikkan keadaan setelah kalah 0-4 di leg pertama sangatlah sulit. Namun, meski tidak berhasil me­nang di leg kedua, dia cukup puas dengan penam­pilan yang ditunjukkan para pemain.

“Di leg kedua ini kami ada pengalaman dan bisa kerja keras. Bisa menampilkan permainan yang kami inginkan. Saya ingin puji pemain,” beber STY pada preskon virtual setelah pertandingan.

Baca Juga  Siap Bangkit Pasca Kekalahan di El Clasico, Real Madrid Siap Hancurkan AC Milan

STY akan langsung me­nyusun road map yang pas bagi pasukan merah putih untuk menyongsong se­jumlah even sepanjang 2022. Ya, Skuad Garuda yang berisikan banyak pemain muda dengan rata-rata 23,8 tahun, memunculkan banyak harapan.

Pada tahun ini, ada beberapa kejuaraan yang bisa diikuti jebolan skuad AFF. Diantaranya Piala AFF U-23 (Februari) SEA Games (Mei), Kualifikasi Piala Asia 2023 (Juni) hingga Piala AFF 2022 di akhir tahun.

Pengalaman di Piala AFF kali ini dikatakannya bakal menjadi bekal bagi pemain untuk mengikuti berbagai turnamen di 2022 itu. “Pada turnamen beri­kutnya pastinya bisa jadi calon juara. Jadi pasti kami akan mempersiapkan de­ngan baik agar bisa juara di turnamen berikutnya,” tandas STY.

STY juga sudah memi­liki catatan penting terkait kelemahan timnas di Piala AFF kali ini. Yaitu, striker. Dari nama-nama yang ada, hanya Ezra Walian sebagai striker yang berhasil mencetak dua gol. Sementara, Dedik Setiawan, Hanis S­a­ghara Putra, dan Kushedya Hari Yudo gagal menyumbangkan sebiji gol pun.

Baca Juga  Piala AFF U-15 Tahun 2019, Timnas Indonesia Cukur Myanmar 5-0

Juru taktik asal Korea Selatan itu menyadari le­mahnya posisi juru gedor. Pasalnya, posisi ini didominasi oleh pemain asing di Liga 1. Namun, dia meminta para striker untuk kerja lebih keras lagi. “Tapi harus jadi motivasi untuk ber­kembang lebih dari se­karang,” katanya.

Ricky Kambuaya menjadi salah satu pemain yang cukup menjanjikan. Ketika disinggung perihal kans merumput di luar negeri, pemain Persebaya Surabaya itu merendah.

“Kalau saya pribadi sejujurnya tidak berfikir terbaik di timnas. Tapi stra­tegi saja jadi tampil baik. Tapi kalau ada peluang dibawa Coach Shin ke luar pastinya baik untuk karir ya,” kata Ricky.

Di sisi lain, pelatih Thailand Alexandre “Mano” Polking tak bisa menutupi kegembiraannya. Bagi Ma­no, ini merupakan gelar pertamanya sebagai pe­latih.

“Ya kami mendapatkan ini (Piala). Saya ingin meng­ucapkan terima kasih kepada semua yang sudah ka­sih kepercayaan,” kata Mano.

Mano juga mengucapkan selamat kepada Indonesia yang sudah mampu sampai final. Baginya, Indonesia bermain bagus di turnamen dengan banyak pemain muda yang diberikan kepercayaan.(jpc)