AGAM, METRO–Air Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam mengalami perubahan warna menjadi hijau tosca. Kondisi ini mulai terlihat sejak, Rabu pagi (29/12). Diduga fenomena itu terjadi akibat semburan belerang dan endapan zat kimia yang berasal dari dasar danau. Peristiwa ini biasanya disebabkan hembusan angin ‘darek’ dari arah Timur yang cukup kencang sejak beberapa hari terakhir.
Perubahan warna air Danau Maninjau terjadi di sejumlah titik seperti di Nagari Bayua, Nagari Maninjau, hingga sebagian Nagari Sungai Batang. Fenomena ini juga menyebabkan ikan-ikan di danau mengawang atau muncul ke permukaan akibat kekurangan oksigen.
Camat Tanjung Raya Handria Asmi mengatakan, fenomena angin ‘darek’ yang cukup kencang merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan warna air Danau Maninjau menjadi kehijauan.
“Perubahan warna air Danau Maninjau disebabkan faktor angin dari arah Timur yang cukup kencang, sehingga menimbulkan fenomena upweeling dan blooming alga yang naik ke permukaan danau,” ujar Handria.
Ia menambahkan, kondisi perubahan warna air danau saat ini dikhawatirkan terjadinya kematian ikan budidaya keramba jaring apung (KJA) secara massal. Apalagi, jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang maka akan menyebabkan kurangnya oksigen di dalam danau sehingga berpotensi terjadinya kematian ikan.
Kendati begitu, ia menghimbau petani KJA untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi terjadinya kematian ikan secara massal di Danau Maninjau. “Jadi para petani KJA harus waspada terhadap kondisi saat ini. Langkah antisipasi terjadinya kematian ikan massal adalah dengan cara melakukan panen lebih awal, atau memindahkan ikan ke kolam atau sungai,” kata Handria. (pry)






