METRO SUMBAR

Bus AKAP dan AKDP Ramai-ramai Masuk Terminal Anak Air, Lonjakan Penumpang Diperkirakan Terjadi 2 Januari 2022

0
×

Bus AKAP dan AKDP Ramai-ramai Masuk Terminal Anak Air, Lonjakan Penumpang Diperkirakan Terjadi 2 Januari 2022

Sebarkan artikel ini
MASUK TERMINAL— Sejak resmi beroperasional Kamis (23/12), Bus AKAP, AKDP dan Trans Padang mulai masuk Terminal Type Anak Air.

PADANG, METRO–Sejak resmi beroperasional Kamis (23/12), akti­vitas Terminal Type A Anak Air di Kota Padang mulai menggeliat. Hal ini ditandai dengan banyaknya Bus AKAP, AKDP dan Trans Padang yang masuk ke terminal ini.  Kepala Balai Pe­ngelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Provinsi Sumbar, Kemen­terian Perhubungan (Kemenhub), Deny Kusdyana mengungkapkan, pada Ra­bu (29/12) saja, jumlah Bus AKAP dan AKDP yang masuk ke Terminal Anak Air mencapai 60 bus.

“Dari jumlah bus yang masuk tersebut, jumlah penumpang Bus AKAP, AKDP dan Trans Padang yang masuk ke terminal mencapai 947 orang hari ini,” ungkap Deny.

Deny menambahkan, sejak beroperasi, rata-rata per harinya jumlah bus yang masuk ke terminal mencapai 100 bus. Selama libur Nataru 2022, seluruh penumpang bus yang masuk ke terminal harus wajib vaksin. Karena itu di terminal selain Posko Nataru 2022 juga disediakan posko vaksin.

 “Bagi penumpang yang belum vaksin, kita turunkan dan langsung untuk dilakukan vaksin di posko yang disediakan. Selama penumpang divaksin, busnya menunggu di terminal. Kalau penumpangnya su­dah ikut vaksin di terminal kemudian naik lagi ke bus yang menunggu,” terangnya.

Deny mengungkapkan hari itu, jumlah penum­pang yang divaksin: seba­nyak 120 orang. Sementara, jumlah penumpang yang sudah vaksin di terminal mencapai 827 orang. “Vaksinasi  yang dilakukan di terminal ini bentuk dukungan kita untuk mencapai target 70 persen vaksinasi di Sumbar hingga 31 De­sember 2021 nanti,” terangnya.

Baca Juga  Waqaf Tahfizh Quran di SDN 23 Cubadak, 18 Ribu Generasi Muda Tanahdatar sudah Hafal 1 Juz

Deny memprediksi, lonjakan bus dan penumpang masuk ke terminal diper­kirakan pada tanggal 2 Ja­nuari 2022. Pasalnya, hari itu akan ada arus balik dari luar Sumbar yang akan masuk ke Sumbar. “Puncak terjadinya lonjakan bus dan penumpang masuk terminal diperkirakan 2 Januari. Karena saat itu libur tahun baru berakhir dan sudah mulai orang kembali masuk kerja,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, jelang libur Nataru 2022, BPTD Wilayah III Sumbar melakukan memperketat upaya pencega­han penyebaran virus Co­vid-19. Salah satu langkah yang diambilnya adalah memberlakukan Surat E­daran (SE) tentang petunjuk pelaksanaan (juklak) perjalanan orang dalam negeri menggunakan trans­portasi darat, laut, udara dan perkeretaapian selama periode Natal dan Tahun Baru 2021/2022.

Dengan SE tersebut semua penumpang angkutan umum harus sudah divaksin dengan menggu­nakan aplikasi peduli lin­dungi.

Keempat SE ini merujuk pada ketentuan Instruksi Mendagri Nomor 66 Tahun 2021 dan Addendum SE Nomor 24 Tahun 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19.

Surat Edaran ini mengatur adanya pengetatan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan di masa libur Nataru, untuk mencegah terjadinya pe­nyebaran dan peningkatan kasus Covid-19 usai masa libur Nataru.

Baca Juga  Dua Atlet Silat SDN 09 Melaju ke Tingkat Kabupaten

Surat Edaran ini berlaku efektif mulai 24 De­sember 2021 hingga 2 Ja­nuari 2022 dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan, dan perkemba­ngan terakhir di lapangan. “Jadi perjalanan darat ti­dak dibatasi bagi yang suda vaksin lengkap. Selain itu jugar rapid anti­gen,”se­but Deny.

Dikatakannya, khusus untuk AKAP semua pe­numpangnya diharuskan sudah divaksin. Termasuk sudah melakukan rapid antigen untuk perjalanan. “Ini sudah kita tegaskan, semua penumpang harus vaksin, ini sekaligus untuk mencapai percepatan realisasi vaksinasi,”ung­kap­nya.

Dikatakannya, untuk AKAP daerah tujuan luar Pulau Sumatera, wajib vak­­sin dan antigen itu le­bih disiplin. Karena akan diperiksa saat penyebe­rangan di Bakauheni, Lam­pung.

Saat ini BPTD melakukan pengawasan pada AK­AP dalam Pulau Sumatera, wajib vaksin tetap diketatkan. “Sekarang ini yang lebih kita awasi,”u­lasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Hery Nofiardi menegaskan akan mendukung upaya Kementerian Perhubungan dalam pengetatan penularan Covid-19 saat libur nataru. Langkah itu tetap mengacu pada SE Menhub dan SE Satgas Covid-19.”Kita akan menjalankan sesuai dengan regulasi yang ada. Terutama Instruksi Mendagri, SE Menhub dan SE Satgas Covid-19,”katanya.(fan)