METRO NASIONAL

Dinilai Gagal Dalam 1 Juta PPPK, Mendikbudristek Nadiem Makarim dapat Rapor Merah

2
×

Dinilai Gagal Dalam 1 Juta PPPK, Mendikbudristek Nadiem Makarim dapat Rapor Merah

Sebarkan artikel ini
DESAK—Ketua Umum Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI) Heti Kustrianingsih mendesak ada optimalisasi.

JAKARTA, METRO–Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Gra­de Seluruh Indonesia (FGHN­LPSI) memberikan ra­por merah kepada Menteri Pendidikan, Kebuda­yaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Forum guru ini menilai Nadiem Makarim gagal menjalangkan tugasnya sebagai mendikbudris­tek. “Mas Nadiem hanya banyak program, tetapi program yang langsung bersentuhan dengan guru malah gagal,” kata Ketum FGHNLPSI Heti Kustrianingsih kepada JPNN.com, Rabu (29/12).

Sebagai guru honorer yang setiap hari mendidik, mengevaluasi siswa, dan kemudian memberikan ni­lai, Heti dan kawan-kawannya di FGHNLPSI sepakat men­cantumkan nilai D alias tidak lulus untuk Mas Na­diem.

Heti menjelaskan indikator utamanya ialah dilihat dari program 1 juta guru PPPK Program fenomenal yang mem-booming pada akhir 2020 sampai Desember 2021 beaakhir dengan kekecewaan.  Na­diem bahkan dituding menambah masalah baru da­lam dunia honorer. “Bagai­mana bisa selesai masalah guru honorer kalau 782 ribu gurunya belum terakomodasi dalam seleksi PPPK guru 2021,” ucapnya.

Baca Juga  Tiga Kelompok Penolak Komjen Listyo Sigit Prabowo

Ironisnya kata Heti, tes PPPK guru tahap 2 menjadi perang bagi guru swasta dan honorer.  Migrasi guru swasta ke sekolah negeri menyebabkan guru honorer negeri terdepak dan terancam PHK. Di sisi lain, lanjut dia, sekolah swasta malah kekurangan guru. Heti juga memberikan nilai D karena Nadiem itu menjanjikan guru honorer yang lulus passing grade, tetapi tidak punya afirmasi akan diprioritaskan.

Faktanya pada seleksi PPPK tahap 2 guru honorer negeri yang lulus passing grade tersingkir. “Sebagian te­man kami sudah diminta un­tuk mencari sekolah lain,­” ujarnya.

Baca Juga  Risma Marah Gegara Penyaluran Bansos, Andre Ungkap Ada Perintah Blokir Rekening

Tidak sedikit pula yang mengemis minta tetap di­berikan jam mengajar, mes­kipun tidak sampai 24 jam mengajar. Kon­se­kuen­si­nya, kata Heti, gajinya makin sedikit karena guru honorer dibayar sesuai jam mengajar

“Tahukah Mas Nadiem soal ini? Kalau belum tahu, ayo tinggal di rumah saya sehari saja, akan saya ceritakan semua. Mas Nadiem gemar menginap di rumah guru honorer, kan?” ucapnya. Guru honorer dari Kota Cilegon ini menambahkan kebijakan perangkingan yang dibuat pemerintah menginjak-injak ke­adilan. “Kami sangat ke­cewa dengan Mas Nadiem. Apa yang dijanjikan kepada kami guru-guru yang lulus passing grade 2 kali berturut-turut belum terealisasi,” pungkasnya. (esy/jpnn)