METRO PADANG

Mampu Mendengar Kebutuhan Masyarakat, Pengamat Sebut Andre Rosiade Kuasai Seni Berpolitik

0
×

Mampu Mendengar Kebutuhan Masyarakat, Pengamat Sebut Andre Rosiade Kuasai Seni Berpolitik

Sebarkan artikel ini
Andre Rosiade Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra

ADINEGORO, METRO–Peneliti Spektrum Politika Andri Rusta menyebutkan, seorang wakil rakyat tentu harus mampu mendengarkan apa yang diminta oleh masyarakatnya karena begitulah hakikat perwakilan politik tersebut. Di sinilah dibutuhkan seni berpolitik anggota DPR menyikapi per­mintaan masyarakat secara arif dan bijaksana.

“Apakah permintaan tersebut bisa dikabulkan sesuai dengan fungsi politik yang diperankan atau harus menyam­paikannya kepada pemerintah yang dikawal sampai permin­taan tersebut direalisa­si­kan. Patut diakui, dari se­kian banyak anggota DPR, Andre Rosiade yang me­nguasai seni berpolitik se­perti ini,” kata Kandidat Dok­tor Ilmu Politik Unpad ini.

Dosen FISIP Unand Pa­dang ini menyebut, dari be­berapa nama yang sering membuka kegiatannya ke­pada publik adalah Andre Rosiade dari Fraksi Partai Gerindra yang selalu men­dapat liputan dari media lokal dan nasional. Hubu­ngan Andre Rosiade de­ngan media ini sudah lama terbentuk, bahkan sebelum menjadi anggota DPR wakil Sumatra Barat.

“Sejak menjadi juru bi­cara Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden tahun 2019, Andre Rosiade sudah menunjukkan ke­pia­waiannya mengkritik pe­me­rintah atas nama keti­da­kadilan. Tentu ini menja­di nilai plus ketika Andre Ro­siade menca­lonkan diri sebagai wakil rakyat pada Pemilu 2019 yang lalu,” kata alumni FISIP Unand ini.

Kata Andri, keberanian­nya menilai dan mengkritik kebijakan pemerintah ini bukan tanpa alasan. Kuat­nya oligarki dalam pe­nye­lenggaraan pemerintahan berdampak pada proses pembuatan kebijakan di setiap kementerian. Aki­batnya kebijakan yang dibuat tersebut seringkali meninggalkan realita di lapangan sebagai dasar dalam membuat kebijakan.

“Padahal sebagai wakil rakyat Andre Rosiade sa­ngat memahami fakta dan data yang ada di lapangan yang berbeda dengan aspi­rasi masyarakat,” katanya.

Menurut Andri Rusta, perlunya wakil rakyat yang berani memperjuangkan aspirasi seperti ini adalah sebuah kebutuhan di te­ngah kekuatan politik yang terpolarisasi. Apa­lagi d­a­lam konteks hubu­ngan pu­sat-daerah yang semakin sentralistis. Po­sisi daerah yang cukup lemah ketika berhadapan dengan peme­rintah pusat mengha­rus­kan diben­tuk­nya koalisi kekuasaan di tingkat pusat.

“Dalam teori koalisi vertikal (vertical coalition) dijelaskan tentang penting­nya membangun koalisi dengan kekuatan politik di tingkat pusat untuk mem­perjuangkan kepentingan daerah. Salah satu koalisi vertikal yang dibutuhkan adalah koalisi dengan ang­gota DPR yang memiliki kedudukan setara dengan pemerintah untuk mene­gosiasikan kepentingan masyarakat daerah yang diwakilinya,” katanya.

Inilah, katanya, yang seharusnya diperankan oleh wakil rakyat di DPR. Sayang­nya tidak banyak yang mam­pu memainkan peranan ini kecuali bebe­rapa nama yang disebut­kan di atas. Bahkan di anta­ra nama-nama anggota DPR tersebut justru yang paling menonjol Andre Rosiade dengan se­gala aktivitasnya yang bisa dia­mati oleh publik.

“Terlepas dari peni­laian publik seperti apa, Andre Rosiade telah mem­beri warna baru dalam konteks hubungan wakil rakyat dan rakyat yang diwakilinya. Selama ini, makna keterwakilan terpu­tus ketika anggota DPR ini terpilih. Tidak ada lagi ko­munikasi politik yang diha­dirkan dengan konstituen kecuali ketika menjelang Pemilu. Bahkan ada kekha­watiran dari anggota DPR ini jika mengunjungi kons­tituennya takut dimintai banyak hal,” katanya.

Andri mengatakan, ke­pia­waian seperti ini harus­nya juga dimiliki oleh ang­gota DPR yang lain agar aspirasi masyarakat bisa disampaikan kepada pe­merintah pusat. Tentu ini se­mua bermula dari kebe­ranian untuk menunjukan bagaimana anggota DPR ini menyuarakan kepen­tingan masyarakat Suma­tera Barat dalam setiap sidang di DPR.

“Saya berandai-andai jika 14 orang wakil rakyat asal Sumbar ini seperti An­dre Rosiade mem­ba­ngun koalisi vertikal bersa­ma masyarakat di DPR, tentu Sumatra Barat akan jauh lebih maju,” tutupnya. (r)