AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam memberikan bimbingan teknis (bimtek) bagi 25 wali nagari terpilih yang sudah dikukuhkan beberapa waktu lalu. Bimtek digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Agam, di Hotel Mercure Padang, Kamis-Minggu (23-26/12).
Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman bertindak sebagai pemateri pada kegiatan itu, sekaligus memotivasi wali nagari dalam membangun Agam yang lebih maju. Mengingat juga berlatar belakang seorang pengusaha, sedikit ia menceritakan bagaimana kegigihannya dalam mendirikan usaha transportasi dengan brand AWR.
Tidak mudah merintis usaha itu, namun berkat jiwa pantang menyerah dan miliki semangat tinggi, usaha transportasinya berkembang hingga sekarang. “Maka kita minta wali nagari sebagai pimpinan pemerintah terendah, harus miliki semangat tinggi dan pantang menyerah dalam membangun nagari masing-masing,” ujar Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman saat jadi pemateri dalam bimtek itu
Ia mengatakan, wali nagari adalah leader yang harus berbuat banyak dalam memajukan nagari, tapi tetap di bawah koordinasi camat dan pemerintah daerah, agar apa yang dilakukan tidak menyalahi aturan.
“Wali nagari terpilih karena dipilih warga sama halnya dengan presiden, kepala daerah dan anggota DPRD, sehingga kita harus berbuat untuk membangun nagari demi kepentingan warga,” sebutnya.
Namun, katanya, wali nagari harus memahami ilmu kepemerintahan dengan matang, yang dibarengi ilmu akademis lainnya.
Dengan begitu, bupati yang akrab disapa AWR ini sudah jalin kerjasama dengan Universitas Indonesia (UI), untuk memfasilitasi wali nagari melanjutkan pendidikannya.
“Kita sudah MoU dengan Fakultas Ilmu Administrasi UI, untuk wali nagari yang mau meningkatkan pendidikan. Bahkan untuk ASN, kita juga sudah jalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi lainnya,” terang AWR.
Sementara itu, Kepala DPMN Agam, Asril mengatakan, wali nagari yang mengikuti bimtek ini merupakan wali nagari baru yang sudah dilantik beberapa hari lalu, dengan jumlah 25 orang.
“Bimtek ini penting dilaksanakan supaya kegiatan yang dilaksanakan wali nagari bisa sinkron dengan visi misi Bupati Agam,” ujarnya.
Apalagi, katanya, dari 25 wali nagari terpilih ini banyak yang baru, meski sebagian kecil ada sudah dua atau tiga periode. Sehingga perlu diberikan pemahaman dalam menjalankan roda pemerintahan nagari, agar kegiatan dilaksanakan betul-betul untuk kepentingan masyarakat. (pry)






