PASBAR,METRO–Pascabanjir luapan Sungai Batang Batahan di Jorong Aek Napal dan Jorong Tamiang Kecamatan Ranah Bataham Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), yang terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu (18/12) lalu. Ketua DPRD Pasbar, H.Erianto, menyambangi delapan keluarga korban dampak banjir yang masih berada di tempat pengungsian. Tampak beberapa titik lokasi jalan rusak dan puing material rumah teronggok tidak bisa digunakan lagi.
Erianto mengatakan, turut bersedih atas musibah banjir tersebut dan menyampaikan permohonan maaf, baru sekarang bisa datang kesini, dikarenakan waktu musibah terjadi, Ia berada di luar daerah.”kata Erianto. Dalam kesempatan ini, kits menyalurkan bantuan beras dan pakaian yang disalurkan melaui posko dampak banjir Semoga dapat dimanfaatkan bagi warga yang terdampak banjir di Aek Napal dan Tamiang Batahan ini.”ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Anggota DPRD Propinsi Sumbar Yunisra Syahiran juga memberikan bantuan uang dan pakaian untuk warga terdampak banjir. “Kita bersama Palang Merah Indonesia Pasbar juga menyalurkan peralatan perabot rumah tangga, Peralatan tukang. Semoga bantuan dari pihak perusahaan di Pasbar juga dapat membantu warga kami disini,” kata Yunisra didampingi Komandan Markas PMI Pasbar,Rida Warsa dan beberapa relawan.
“Kita juga usahakan meminta bantuan BNPB di Pusat dan Propinsi, semoga dapat meringankan musibah warga kita ini” kata Bunde Yunisra legislator Partai Gerindra tersebut.
Sebelumnya bantuan sembako juga disalurkan langsung kepada warga oleh pihak Polsek Batahan (Res Pasbar), DPD Partai Golkar Pasbar, Partai Nasdem Pasbar. Bantuan perusahaan PTPN 4 berupa bantuan paket Sembako dan tim trauma healing dan cek kesehatan warga dari Puskesmas Desa sudah diturunkan Dinkes Pasbar. Dari data BPBD Pasbar tercatat kerugian material sekitar Rp. 3.147 137.000 terdiri dari kerusakan rumah, lahan pertanian dan fasum lainnnya. Selain perbaikan hunian tetap, kebutuhan sembako dan pakaian, warga terdampak banjir juga butuh pemulihan lahan pertanian.
Camat Ranah Batahan, Syahwirman menyampaikan para korban masih menginap dirumah kerabatnya. “Kedelapan keluarga masih di tinggal di rumah kerabat. Rumah mereka sudah hanyut saat banjir kemaren. Kami butuh bantuan semua pihak untuk membantu pembangunan tempat hunian sementara. “Lokasinya tidak mungkin disini lagi. karena tanah bekas tempat rumah mereka sudah terban terbawa arus banjir kemarin. Mohon bantu warga kami,” katanya.
Ia menambahkan selain hunian tetap warga tersebut. Akses jalan juga tergerus, bahkan berlubang dengan kedalam dua meter sepanjang 5 meter sehingga jalan lingkar kampung Aek Napal tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. “Dua titik jalan rusak dan terputus, sepanjang 15 meter di Aek Napal dan jalan rusak sepanjang 10 meter di Tamiang Batahan.
“Sebanyak 21 jiwa dari 8 kepala keluarga masih di ungsikan di rumah kerabat, ada satu warga yang lumpuh dan satu orang alami stroke menginap di pengungsian,” “Warga yang sudah kembali kerumahnya juga butuh bantuan perbaikan rumah. bagi warga yang masih ditempat pengungsian butuh tempat tinggal yang lokasinya aman dari banjir, karena sekali tiga tahun sungai Batang Batahan meluap,”. sambung Camat Ranah Batahan. (end)





