SOLOK/SOLSEL

Wako Gelar Rakor Bersama Forkopimda, Pemko Solok Larang AcaraKeramaian di Malam Tahun Baru

0
×

Wako Gelar Rakor Bersama Forkopimda, Pemko Solok Larang AcaraKeramaian di Malam Tahun Baru

Sebarkan artikel ini
rapat koordinasi
RAPAT PERCEPATAN VAKSINASI— Wali Kota Solok Zul Elfian menggelar rapat membahas vaksinasi pencapaian realiasasi vaksinasi Covid-19.

SOLOK, METRO–Wali Kota Solok, Zul El­fian kembali menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Solok. Pencapaian realisasi vaksinasi pun kembali menjadi topik pembahasan dalam rapat tersebut.

Hadir dalam rapat ter­sebut Forkopimda Kota Solok, Ketua LKAAM Kota Solok, Ketua Bundo Kanduang Kota Solok, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Solok, Asisten bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Solok, Kepala OPD terkait, serta Camat.

Optimalisasi vaksinasi dan antisipasi ledakan kasus Covid-19 saat peringatan Natal dan Tahun Baru (Nataru), menjadi perha­tian serius pemerintah da­erah. Berbagai antisipasi harus dipersiapkan.

Zul Elfian mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berbuat dan berjuang di lapangan me­lakukan vaksinasi dan u­paya pencegahan penyebaran Covid-19. “Alhamdulillah saat ini keadaan kita di Kota Solok cukup meng­gembirakan dalam me­ngatasi pandemi Covid-19,” ujar Zul Elfian, kema­rin.

Namun, sesuai arahan pemerintah pusat daerah tidak boleh abai dan lalai karena sewaktu-waktu pan­demi ini bisa saja terjadi lagi. Apalagi daerah-daerah di Eropa saat ini sedang kalang kabut menghadapi gelombang baru varian Covid-19 Omicron.

Selanjutnya, keselamatan dan kesehatan warga masyarakat merupakan hukum tertinggi, oleh karena itu semua pihak harus berjuang menyelamatkan masyarakat dari pandemi Covid-19 ini.  “Kepedulian kita bersama harus selalu diutamakan. Kita tidak bo­leh main-main dalam me­nyukseskan program vaksinasi ini,” jelas Zul Elfian.

Baca Juga  Zul Elfian: BLK Mampu Mendorong Generasi Muda Lebih Kreatif

Nantinya, disetiap rumah masyarakat di Kota Solok yang telah vaksin Covid-19, akan diberi tanda dengan ditempelkan stiker. Untuk persiapan tahun baru, diharapkan tidak akan ada masalah, dan jangan sampai ada kerumunan.

 “Kepada camat dan lurah, agar memberitahukan kepada RT, RW, LPMK, serta Pemuda untuk meniadakan seluruh macam kegiatan keramaian dengan batas sampai jam 23.00 WIB,” tambah Zul Elfian.

Kapolres Solok Kota, AKBP Ferry Suwandi mengatakan, mengantisipasi Nataru, toleransi antar umat beragama akan selalu kita jaga di Kota Solok. Pembatasan kegiatan ma­syarakat saat menyambut tahun baru harus kita lakukan, guna mengatasi kerumunan dan menjaga Ke­amanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Selanjutnya, akan terus melakukan gebyar vaksinasi untuk mengejar capain target vaksinasi. Jika tidak bisa ke lokasi, kita akan jemput bola dengan cara door to door melakukan vaksinasi.  Tentunya langkah ini akan saling bekerjasama guna menyukseskan vaksinasi dan mengantisipasi ledakan Covid-19 saat menyambut Nataru.

Dandim 0309/Solok, Let­kol Arm Reno Triambodo menyampaikan Apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kota Solok dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Solok yang sudah melakukan strategi terbaik untuk menyukseskan vaksinasi di Kota Solok.

Untuk vaksinasi lansia, syaratnya wajib konsultasi dengan dokter spesialis. Apabila lansia sudah ba­nyak divaksin, kita yakin akan dapat mendongkrak capaian vaksinasi. Kuantitas vaksin harus di kejar lagi. Namun, tidak hanya mengutamakan kuantitas vaksinasi saja namun juga kualitas.

Baca Juga  Realisasi Pendapatan Daerah Melebihi Target di Kota Solok

Reno Triambodo memberikan saran, di Kota Solok seluruh instansi-instansi dan fasilitas umum agar punya QR Code supaya memudahkan kita me­nge­cek yang sudah vaksinasi serta sebagai data dan untuk memudahkan tracking. “Untuk Nataru, kita (TNI, Polri, Pol PP, Dishub) akan bersama-sama melakukan pengamanan kepada ma­syarakat. Semua pihak terkait harus selalu solid da­lam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Solok,” ujar Dandim.

Hal yang sama juga dihimbau Kajari Solok Feni dan Ketua Pengadilan Ne­geri Novrida untuk dapat semua pihak bersinergi dalam percepatan vaksinasi dan antisipasi kasus akibat nataru nantinya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, Elvi Rosanti melaporkan,  Kota Solok peringkat 4 di Provinsi Sumbar dengan vaksinasi dosis pertama 83,98 persen dan 53,52 persen vaksinasi dosis kedua. Vaksin kedua masih rendah karena ada masyarakat yang baru vaksin pertama, se­hingga harus menunggu selama 28 hari.

Saat ini, berita hoax masih ada beredar di ma­syarakat. Ini yang harus di antisipasi bersama. Berita hoax harus di klarifikasi dan akses masyarakat ke lokasi vaksinasi harus dipermudah lagi, terutama untuk lansia. “Aktifkan selalu tim kecamatan dan kelurahan, Dinas kesehatan akan siap melakukan vaksinasi dimanapun dan kapanpun,” ujarnya. (vko)