PASBAR,METRO–Curah hujan yang tinggi mengakibat dua sungai di Kecamatan Ranah Batahan, Pasaman Barat (Pasbar) yakni Sungai Batang Batahan dan Batang Taming meluap. Akibatnya 255 rumah yang berada di sekitar aliran sungai tersebut terendam banjir hingga membuat warga terpaksa diungsikan
Hingga Sabtu sore (19/12), petugas gabungan masih terus melakukan evakuasi terhadap korban banjir ke tempat yang lebih aman. Rumah yang terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1 meter itu tersebar di tiga Kejorongan di Kecamatan Ranah Batahan, yakni Jorong Taming Batahan, Jorong Air Napal dan Jorong Kampung Baru.
Berdasarkan data sementara, di Jorong Air Napal, sebanyak tiga unit rumah rusak parah, 93 rumah terendam, 1 buah polongan runtuh dan 30 hektare lahan pertanian warga terendam banjir. Kemudian di Jorong Taming Batahan sebanyak 150 unit rumah dan 25 hektare lahan sawah terendam banjir.
Selanjutnya di Jorong Kampung Baru banjir juga merusak 2 unit rumah dan merendam 12 unit rumah. Selain rumah warga, banjir juga merendam sekitar 55 hektare lahan pertanian. Pekarangan rumah warga juga mengalami kerusakan akibat tanah longsor karena meluapnya Sungai Batang Batahan di Jorong Air Napal.
”Air Sungai Batang Pasaman Aia Gadang Kecamatan Pasaman meluap, sehingga merendam ratusan rumah dan warga juga dievakuasi ke tempat yang lebih aman,” kata relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Pasbar Ridawarsa.
Sementara, Bupati Pasbar, H Hamsuardi yang meninjau langsung lokasi banjir yang merendam tiga kejorongan di Kecamatan Ranah Batahan, menyapa dan memberikan semangat kepada masyarakat yang terdampak banjir. Dengan hadirnya orang nomor satu di Pasbar tersebut menjadi sebuah harapan dan semangat bagi masyarakat khusunya korban banjir.
“Sesuai laporan yang kita terima mengenai bencana banjir di tiga jorong ini, terdapat 255 rumah terendam banjir, 3 rumah rusak parah dan 2 rumah rusak ringan. Untuk itu, kita akan segera memberikan bantuan serta mencarikan jalan keluar bagi masyarakat yang terdampak banjir,” katanya
Hamsuardi menuturkan, berdasarkan harapan masyarakat yang meminta perhatikan serius dari pemerintah terkait kondisi sungai yang terus menerus meluap apabila curah hujan tinggi, bupati mengatakan akan mencarikan jalan keluarnya bersama instansi terkait.
“Saya mengapresiasi Camat, Wali nagari, TNI, Polri, BPBD, PMI, dan instansi lainnya yang telah membantu masyarakat, mulai proses evakuasi warga ke tempat yang aman, menyediakan dapur umum sampai bantuan lainnya,” ujarnya.
Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan dari hasil asesmen sementara, Banjir tersebut menyebabkan 247 KK terdampak. Saat ini BPBD Kabupaten Pasbar bersama unsur TNI/Polri dan lintas instansi terkait telah berada di lokasi kejadian untuk kaji cepat, pendataan dan koordinasi lebih lanjut terkait percepatan penanganan banjir tersebut.
”Tidak ada laporan warga yang terluka akibat peristiwa ini. sedangkan dampak kerugian material, BPBD setempat mencatat rumah terendam sebanyak 247 unit, 2 unit jembatan rusak serta aset warga yang berupa 55 hektar lahan pertanian ikut terdampak,” kata Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Minggu (19/12)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Sumatera Barat yang berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir atau kilat hingga Senin (20/12).
“Sebagai bentuk respon dari adanya prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, BPBD Kabupaten Pasbar telah meneruskan informasi peringatan dini potensi hujan lebat kepada lintas instansi terkait dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor,” ujarnya.
6 Kecamatan di Agam Dilanda Bencana
Selain Kabupaten Pasbar, bencana juga menerjang beberapa wailayah Kabupaten Agam. Tercatat ada 6 kecamatan yang terdampak cukup parah, yang saat ini masih dalam proses penanganan.
Kepala BPBD Agam M Lutfi mengatakan, enam kecamatan yang terdampak cukup parah masing-masing Kecamatan Tanjung Raya, Kecamatan Palembayan, Kecamatan Matur, Kecamatan Malalak, Kecamatan Ampek Nagari dan Kecamatan Lubuk Basung.
:Kecamatan Tanjung Raya tercatat beberapa musibah, masing-masing longsor di Jorong Muko Jalan, Nagari Tanjung Sani, yang membawa material kayu batu dan lumpur menutupi akses jalan sepanjang 50 meter, tinggi 65 cm sampai 1 meter sehingga jalan tidak bisa dilalui, dan masih menunggu alat berat,” kata M Luthfi, Minggu (19/12).
Kemudian longsor di Alai Jorong Muko-Muko, nagari Nagari Koto Malintang yang menutupi sebagian badan jalan, lalu lintas masih bisa di lalui sistem buka tutup, kemudian pohon tumbang menutupi akses jalan, merusak jaringan listrik dan merusak satu rumah milik Wir (35).
Kecamatan yang sama, tepatnya di Nagari Koto Kaciak, hujan lebat menyebabkan banjir yang menggenangi kompleks SMPN 2 Tanjung Raya, dimana banjir memenuhi 6 lokal di sekolah tersebut, yang saat ini sudah ditangani dengan pembersihan lumpur oleh tim Damkar Agam.
“Longsor juga menghantam kelok 14 di ruas jalan kelok 44 yang menyebabkan akses jalan terganggu, namun masih bisa dilewati dengan sistim buka-tutup. Selanjutnya longsor menerpa Jorong Pantas Nagari Tanjung Sani, yang menutupi akses jalan dan merusak 2 rumah milik warga masing-masing Yusri (42), dimana material longsor masuk ke bagian rumah dan membuat 1 mobil terjebak lumpur dan bebatuan. Kemudian rumah milik Maini (40) juga terkena dampak, dimana tumpahan material longsor menutup akses masuk ke rumahnya,” ujarnya.
Kemudian musibah banjir terjang Kecamatan Palembayan. Luapan air sungai daerah itu genangi rumah warga Muaro Kandang Jorong Lubuak Aluang, Nagari Persiapan Salareh Aia Barat, dan saat ini 12 warga sudah dievakuasi ke tempat lebih aman. Kecamatan Matur, cuaca buruk menyebabkan pohon tumbang di Bukik Apik, Jorong Parik Panjang, Matur, longsor di dusun Aro, Jorong Kuok Tigo Koto yang menyebabkan akses jalan terputus.
“Selanjutnya di Kecamatan Malalak, tanah longsor menutupi akses jalan propinsi jalur SIMAKA dan jalan kabupaten ruas Campago-Hulu Banda yang harus ditutup total, karena longsor terjadi di 11 titik. Musibah banjir dan pohon tumbang juga terjadi di Kecamatan Ampek Nagari dan Kecamatan Lubuk Basung. Namun sebagian sudah ditangani oleh tim gabungan. Saat ini, kondisi di wilayah Agam masih waspada karena curah hujan masih tinggi,” tutupnya. (end/pry)






