METRO PADANG

Mendagri Tegur Wako Padang Tak Hadir Rakor Penanganan Covid-19, Budi: Ini yang Saya Takutkan, Wako Sibuk, Wakil tak Ada!

0
×

Mendagri Tegur Wako Padang Tak Hadir Rakor Penanganan Covid-19, Budi: Ini yang Saya Takutkan, Wako Sibuk, Wakil tak Ada!

Sebarkan artikel ini
Budi Syahrial Anggota DPRD Kota Padang.

SAWAHAN, METRO–Tidak hadirnya Wali Kota Padang Hendri Septa saat rapat koordinasi penanganan Covid-19 di auditorium Gu­bernuran Sumbar, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dikritisi oleh ang­gota DPRD Kota Padang, Ju­mat (17/12).

Budi Syahrial anggota DP­RD Kota Padang menya­yang­kan ketidakhadiran Wali Kota Padang saat rapat koordinasi penanganan Covid-19 ter­sebut, di Auditorium Guber­nuran. Menurutnya, sudah saatnya Wali Kota Padang Hendri Septa mencari pen­dampingnya sebagai Wakil Wali Kota untuk menjalankan roda pemerintahan di Kota Padang.

“Ini yang saya takutkan. Ketika wali kota sibuk, se­ha­rusnya yang menghadiri rapat tersebut adalah wakil wali kota. Sayangnya,  hing­ga saat ini, siapa calon wakil wali kota saja tidak ada. Hentikan tarik ulur PKS de­ngan PAN tentang siapa yang mengisi posisi wawa­ko ini. Lebih baik tentukan se­karang siapa wakil wali ko­ta, permasalahan selesai,” te­gasnya, Jumat (17/12).

Ia memandang, rapat bersama Mendagri ten­tang koordinasi penanga­nan Covid-19 itu sangat penting. Apalagi, Kota Pa­dang merupakan salah satu daerah tujuan wisata di wilayah Pulau Sumatera.

Baca Juga  Ramadhan Berbagi, PT Semen Padang Serahkan Bantuan Rp17,5 Juta untuk Anak Berkebutuhan Khusus

“Jangan sampai keti­dakhadiran wali kota dalam rapat tersebut, tempat -tempat objek wisata di Kota Padang di tutup selama pergantian tahun baru. Ini yang kita takutkan. Eko­nomi tidak bergerak, kasi­han kita terhadap peda­gang yang mengharapkan rupiah di pergantian tahun baru,” paparnya.

Sebelumnya Mendagri Tito Karnavian marah ga­ra-gara empat kepala da­erah di Sumbar tak hadir dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19, Ju­mat (16/12). Keempat ke­pala daerah di 19 kota/ka­bupaten yang tidak hadir adalah Bupati Solok Epy­ardi Asda, Wali Kota Paya­kumbuh Riza Falevi, Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran, dan Wali Kota Pa­dang Hendri Septa.

“Saya mencatat bebe­rapa kepala daerah tidak hadir di sini. Bupati Solok tidak hadir. Wali Kota Pa­yakumbuh tidak datang, katanya ada acara. Wali Kota Padang Panjang, Wali Kota Padang juga enggak hadir,” tukas Tito pada rapat tersebut.

Menurut Tito, rapat te­r­sebut penting untuk menen­tukan langkah penanganan Covid-19 dan percepatan vaksinasi. “Saya minta tolong disampaikan kepa­da publik. Kita akan me­ngamati keseriusan kepala daerah dalam penanganan Covid-19 dan vaksinasi ini,” tegas Tito. T

Baca Juga  Brimob Polda Sumbar Bangun 100 Huntara untuk Korban Banjir Bandang di Pauh-Kuranji

ito mengatakan, kepala daerah harusnya mengi­rimkan wakil kepala daerah atau sekda ke rapat agar bisa mengambil keputusan. “Ka­lau yang datang wa­kilnya, fine. Sekda juga masih bisa, tapi kalau yang lain, saya tahu tidak akan bisa mengambil keputusan. Yang hadir ha­rusnya yang bisa mengam­bil keputusan. Kita harus bergerak cepat. Kita ber­harap di akhir ta­hun sumbar bisa mencapai 70 persen atau lebih. Ini perlu dilakukan kolaborasi dengan jajaran TNI, Polri, dan semua ber­ gerak,” ka­ta Mendagri.

Kunjungan Mendagri ke Sumatera Barat untuk mendorong percepatan program vaksinasi yang jelas cakupan vaksinasinya masih rendah.

“Kita berharap di akhir tahun, Sumatera Barat su­dah bisa mencapai 70 per­sen, bisa lebih, ini memer­lukan kolaborasi dengan jajaran TNI/Polri, Pak Ka­binda, Pak Danlamatal, semua bergerak, dan tolong DPRD dukung,” katanya.

Rapat koordinasi di­ha­rapkan terjadinya  per­ce­patan vaksinasi, dan ke­pala daerah mampu beker­ja cepat dalam perceparan vaksinasi. Selain itu, Men­dagri berharap adanya komitmen dari ke­pala da­erah untuk melampaui target vaksinasi sebesar 70 persen. (ade)