BERITA UTAMA

Batang Air Nanggang Meluap, 40 Rumah Terendam Banjir, 1 Jembatan Roboh, 2 Kampung Terisolir

0
×

Batang Air Nanggang Meluap, 40 Rumah Terendam Banjir, 1 Jembatan Roboh, 2 Kampung Terisolir

Sebarkan artikel ini
JEMBATAN ROBOH— Kondisi jembatan di Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan yang roboh akibat meluapnya Sungai Batang Air Nanggang.

AGAM, METRO–Hujan deras yang melanda sejak Selasa (14/12), menim­bulkan bencana tanah longsor dan banjir melanda kawasan Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.  Dampaknya, 40 unit rumah warga terendam dan satu jembatan roboh hingga dua jorong menjadi teri­solir.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Muhammad Lutfi Ar mengatakan, banjir terjadi di Jorong Tapian Kandih dan Jorong Tompek Nagari Salareh Aia. Sedangkan longsor di jalan pro­vinsi Padang Koto Gadang menuju Matur, tempatnya di Labuah Sampik Jorong Ngungun, Nagari Salareh Aia.

“Banjir dan longsor ini akibat curah hujan tinggi. Banjir di Jorong Tapian Kandih, Nagari Salareh Aia mengakibatkan 40 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian 50-100 cm. Selain itu, tiga unit motor hanyut dan 20 orang warga terjebak banjir di kebun akibat meluapnya air Sungai Batang Air Nanggang.,” kata Lutfi, Rabu (15/12).

Dijelaskannya, saat ini satu unit motor telah ditemukan, sedangkan dua unit lagi belum ditemukan. Setelah itu, banjir di Jorong Tompek, Nagari Salareh Aia mengakibatkan satu unit jembatan roboh, sehingga terisolirnya Kampung Padang Taban dan Kampung Padang Binjai yang dihuni 150 kepala keluarga.

“Sementara tanah long­sor di jalan provinsi Pa­dang Koto Gadang me­nuju Matur tempatnya di Labuah Sampik Jorong Ngungun, Nagari Salareh Aia, mengakibatkan amblasnya bahu jalan sepanjang 20 meter dan dalam 20 meter. Ini data sementara yang kita peroleh dari wali jorong dan wali nagari,” katanya

Dikatakan Lutfi, jembatan sepanjang 15 meter yang roboh itu merupakan akses utama masyarakat Kampung Padang Taban dan Kampung Padang Binjai. Di dua kampung itu, diperkirakan dihuni lebih kurang 150 kepala keluarga (KK).

“Akses masyarakat terganggu karena ini jalur utama. Ada jalur lain, tapi masyarakat memutar cukup jauh untuk ke luar dari kampung. Oleh karena itu, kami melakukan pengkajian cepat penanganan jembatan di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan tersebut,” ujarnya. (pry)