KAMPUNG PONDOK, METRO–Lurah Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, Eka Saputra mengaku siap bersinergi dengan Lurah Belakang Tangsi, Lurah Berok Nipah dan stakeholder lainnya dalam pengawasan pedagang yang buka lapak di atas trotoar atau fasilitas umum (fasum).
Menurutnya, tiga kelurahan itu adalah wilayah wisata kuliner, wisata heritage, wisata heterogen. Maka dari itu, warga diminta mengembalikan fungsi trotoar sesuai peruntukkannya yakni untuk pejalan kaki, bukan berjualan.
“Kami sebagai Lurah akan merangkul pedagang yang selama ini buka lapak di trotoar mulai di kawasan Bundo Kanduang – Tugu Gempa, untuk tidak berjualan di sana lagi dan meminta mencari lokasi lain yang aman. Sehingga kawasan itu lebih rancak dan hak pejalan kaki terselamatkan,” ujarnya, Selasa (14/12).
Ia menyampaikan, ketertiban dan ketentraman kota harus sama-sama dijaga oleh semua pihak. Supaya kebersihan terlihat dan kesembrautan tidak nampak.
“Dengan bersihnya kota dari PKL, warga yang berkunjung akan semakin ramai dan pendapatan daerah akan meningkat,” ucapnya.
Ia mengimbau kepada warga untuk mematuhi aturan yang ditetapkan Pemko Padang. Jangan warga hanya enaknya saja. Namun menjalankan regulasi atau aturan pemerintah yang sudah ada tidak dilakukan. “Kita tidak ingin masyarakat kena sanksi, maka dari itu berjualanlah di lokasi yang nyaman,” paparnya.
Camat Padang Barat, Eri Sandjaya membenarkan hal itu dan meminta kepada masyarakat mematuhi regulasi yang ditetapkan. Agar trotoar sebagai tempat pejalan kaki berfungsi sesuai peruntukkannya dan kota bersih dapat terlihat.
“Masyarakat jangan buka lapak lagi di atas trotoar. Berjualanlah di lokasi yang strategis dan tidak memanfaatkan fasilitas umum dan fasilitas sosial,” paparnya. (ade)





