PARIWARA

Pengamalan ABS SBK bagi Generasi Muda Perlu Diperkuat

0
×

Pengamalan ABS SBK bagi Generasi Muda Perlu Diperkuat

Sebarkan artikel ini
4. FOTO UTAMA
BERSAMA—Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Supardi dan Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti bersama tokoh masyarakat dan Bundo Kanduang di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh.

Di era kemajuan tekh­nologi dan informasi saat ini, dibutuhkan penguatan pema­ha­man dan pengamalan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS SBK) di Ranah Minang. Di mana generasi muda saat ini menjadi ujung tombak dalam memperkuat pengamalan ABS SBK itu di Minangkabau.

Salah satu upaya pengua­tan pemahanan ABS-SBK ter­sebut, Dinas Kebudayaan Sum­bar, menggelar workshop Pe­nga­malan ABS SBK Bagi Ge­nerasi Muda. Workshop me­ngu­sung tema “Pewarisan Kea­rifan Lokal Pada Generasi Muda Menuju Ketahanan Adat dan Budaya.”

Ketua DPRD Sumbar Supar­di yang berkesempatan mem­buka workshop tersebut mengatakan, pendidikan moral dalam ABS-SBK pada generasi muda akan mencegah terja­dinya kasus kriminal seperti pencurian, kekerasan seksual, narkoba dan lainnya.

“Pendidikan moral sebagai antisipasi kasus-kasus yang bisa mencoreng ABS-SBK, sa­lah satunya kekerasan seksual pada anak di bawah umur,” kata Supardi.

Menurutnya, pengenalan kebudayaan mesti ditanamkan sejak dini pada generasi muda, sehingga tidak memun­cul­kan­perilaku perilaku melenceng.

Untuk itu ia berharap ke­pada para tokoh adat untuk pro aktif meningkatkan perbaikan moral generasi muda saat ini.

Hal ini merujuk pada pen­ting­nya pendidikan moral ke­pada generasi muda guna meng­antisipasi kasus-kasus yang bisa mencoreng ABS-SBK itu sendiri. “Jadi langkah-lang­kah strategis dalam mem­ba­ngun moral butuh peran tokoh adat,” pungkasnya.

Baca Juga  Milad ke-4 FOSIL 84 Meriah, Menjaga dan Merawat Kebersamaan di Kota Padang

Terakhir ia berjanji akan mengupayakan merehab arsi­tek­tur bangunan Balai Kaliki un­tuk menegaskan sebagai tem­pat destinasi kebudayaan.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar Gemala Ranti mengatakan, Dinas Kebu­da­yaan Sumbar merupakan salah satu instansi penunjang dalam pencapaian misi kedua Gu­ber­nur Sumbar, Mahyeldi An­sha­rullah dan Wakil Gubernur, Audy Joinaldy. Yakni, “Me­ningkat­kan Tata Kehidupan Sosial Kemasyarakatan Berda­sar­kan Falsafah Adaik Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kita­bullah”.

Salah satu program Guber­nur dan Wakil Gubernur Sum­bar yang sesuai dengan tupoksi Dinas Kebudayaan Sumbar yaitu melakukan pembinaan terhadap generasi muda untuk melestarikan warisan budaya ABS SBK.

Di tahun pertama kepe­mim­pinan Mahyeldi Ansha­rullah dan Audy Joinaldy, Dinas Kebudayaan Sumbar langsung bergerak untuk percepatan pencapaian misi kedua terse­but. Salah satunya melalui kegiatan workshop ini.  “Sa­saran kegiatan yang dilaksa­nakan saat ini yaitu Rang Mudo dari Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh,” ujar Gemala Ranti.

Dinas Kebudayaan Sum­bar, menurut Gemala Ranti juga telah menyelesaikan sebuah buku pedoman pengamalan ABS – SBK yang disusun oleh para pakar pada tahun 2019 lalu.

Gemala Ranti yakin keha­diran buku itu merupakan tong­gak sejarah penting dalam per­jalanan perkembangan kebu­da­yaan Minangkabau. Adaik Nan Sabana Adaik, Nan Tak Lapuak Dek Hujan- Nan Tak Lakang Dek Paneh, Jikok Diasak Indak Layua-Jikok Dibubuik Indak Mati, Adaik Basandi Sya­ra’-Syara’ Basandi Kitabullah, Adaik Bapaneh- Syara’ Balin­duang, Syara’ Ka Ganti Nyawa – Adaik Ka Ganti Tubuah, Syara’ Mangato -Adaik Mamakai, Sya­ra’ Nan Lazim -Adaik Nan Qawi, Adaik Babuhua Sintak -Syara’ Babuhua Mati

Baca Juga  Komisi V Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan

Pada workshop tersebut, Dinas Kebudayaan Sumbar menghadirkan beberapa  nara­sum­ber hebat yang kompeten di bidangnya. Yakni, D. Eme­raldy Chatra, M.I.Kom, yang merupakan akademisi, Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar, Angku Yus Datuak Parpatiah, tokoh masyarakat Sumbar dan Vembi Fernando, ST yang merupakan CEO Info Sumbar.

Workshop dilaksanakan selama tiga hari, dimulai dari tanggal 3 Desember dan ber­akhir 5 Desember 2021 di Per­kampungan Adat Balai Kaliki Kota Payakumbuh. Peserta merupakan generasi muda yang berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Paya­kumbuh yang berjumlah 50 orang.

Dengan telah dilak­sa­na­kannya workshop ter­sebut, maka salah satu tupoksi Dinas Kebudayaan Sumbar yakni melakukan pembinaan terha­dap generasi muda untuk me­lestarikan warisan budaya ABS-SBK telah berjalan semestinya. Gemala Ranti mengharapkan kepada seluruh peserta yang telah mengikuti workshop ini ke depannya bisa bersama-sama melestarikan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau.(**)