SAWAHLUNTO, METRO–Role Model Moderasi Beragama (menjadi contoh di tengah-tengah masyarakat dalam pengamalan agama secara benar). Kakanwil Kemenag Sumbar Helmi menyiarkan kepada ASN yang hadir agar membiasakan hal tersebut dalam kehidupan ditengah masyarakat.
“Kami ingin menyatakan, moderasi beragama bukan barang baru, digencarkan sebagai bentuk program, ini sudah menjadi kebijakan prioritas,” ujar Helmi pada pembinaan penyuluh agama dan ASN di lingkungan Kemenag Kota Sawahlunto tentang pengarusutamaan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan, Selasa (7/12).
Helmi mengatakan, terdapat empat indikator moderasi beragama yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan menghargai budaya lokal. “Moderasi itu bukan upaya melemahkan akidah,” ucap Helmi.
Ia mengingatkan, awal masuk aliran-aliran agama bermula dari usaha mereka menghidupkan rumah ibadah yang tidak aktif. Setelah mendapat dukungan baru mereka mempengaruhi masyarakat. Selain itu, Mantan Kakankemenag Kabupaten Pariaman tersebut berpesan, pegawai Kemenag hendaknya bekerja sepenuh hati. “Karakter ASN Kemenag yaitu syukur, sabar dan ikhlas, disingkat SSI,” tutup Helmi.
Usai pembinaan, Kakanwil membuka secara resmi lomba Hari Amal Bakti (HAB) ke-76 di halaman Kantor Kemenag Sawahlunto, ditandai pemukulan bola tenis meja.
Kepala Kankemenag Kota Sawahlunto Dedi Wandra dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kunjungan perdana Kakanwil pasca dilantik Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas belum lama ini.
Selanjutnya Kanwil Helmi melakukan peninjauan langsung kelapangan pembangunan gedung baru berupa tambahan lokal di sekolah MAN kota Sawahlunto.(pin)





