PARIWARA

Renovasi Masjid Jamik Ditabuh Gubernur

0
×

Renovasi Masjid Jamik Ditabuh Gubernur

Sebarkan artikel ini
BATU PERTAMA--Gubernur Sumbar Mahyeldi melakukan peletakan batu pertama pembangunan kembali Masjid Jamik Mandiangin Kota Bukittinggi.

Gubernur Sumbar Mah­yeldi melakukan peletakan batu pertama pemba­ngunan kembali Masjid Jamik Mandiangin Kota Bukittinggi, satu tempat ibadah yang dikenal juga dengan sebutan Su­rau Gadang yang direnovasi dengan perkiraan biaya mencapai Rp23 miliar. Peletakan batu pertama dilakukan Jumat pagi yang dihadiri juga Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, anggota DPRD pro­vinsi yang juga mantan Walikota Bukittinggi, Ismet Amzis serta Tokoh Adat, anggota DPRD Kota dan tokoh ma­syarakat lainnya.

“Dengan hadirnya masjid yang kita perbarui ini, ma­syarakat dan jamaah tentunya akan semakin nyaman untuk beribadah, ditambah posisi masjid yang sangat stra­tegis, saya juga sering singgah untuk shalat di Surau Gadang ini, semoga pemba­ngunannya sukses terselenggara,” kata Mahyeldi, dalam sambutannya.

Ia mengingatkan, kebe­radaan masjid juga memberikan efek secara perekonomian di daerah setempat hingga pengurus harus bisa meng­optimalkan potensi setiap jamaah dan warga sekitar.  “Masjid juga memberikan efek ke masyarakat sekitar khususnya perekonomian, ciptakanlah masjid yang representatif bagi warga dengan tetap mempertahankan ciri khasnya, semoga memberikan semangat dalam beri­badah,” ujar gubernur.

Baca Juga  Bank Nagari Raih Prima Awards 2019

Wakil Wali Kota Bukittinggi Marfendi mengatakan, sesuai dengan namanya, Jamik ia meminta masjid ini menjadi tempat berkumpul seluruh kalangan untuk mencari solusi dan menciptakan kader a­gama di daerah itu.

“Masjid Jamik artinya me­ngumpulkan, jadikan tempat bersatu bersama, jangan sebaliknya, perbedaan itu sunnatullah, persatuan tetap men­jadi tujuan kita, mari jadikan masjid tempat solusi se­tiap masalah,” kata Marfendi.

Ia mengatakan, Pemkot telah mencoba melakukan berbagai upaya untuk me­ningkatkan kualitas masjid dan menambah ilmu baru bagi pengurusnya. “Seperti studi banding ke Masjid Jogo­kariyan beberapa waktu lalu, mari kita ciptakan SDM agamis khususnya dari Kota Bukittinggi ini, kita ramaikan masjid di manapun yang ada,” kata Marfendi.

Baca Juga  Anugerah Keterbukaan Informasi Publik, Sukses Berkat Dukungan Semua Pihak

Masjid Jamik Mandiangin atau Surau Gadang ini diketahui berdiri sejak 1.830 dan merupakan salah satu masjid tertua di Kota Bukittinggi. Renovasi pembangunan mas­jid ini direncanakan de­ngan mendirikan lantai dasar sebagai basement dan dua lantai untuk ibadah di atas­­nya dengan mempertahankan beberapa ciri khas Surau Gadang sebelumnya.

Proses perencanaan pem­bangunan telah dilakukan sejak Juni lalu dengan diketuai oleh Syahrizal Datuak Palang Gagah yang juga seorang Tokoh Adat Kurai yang mengepalai LKAAM Kota Bukittinggi. Rehab Masjid Jamik Surau Gadang juga pernah dilakukan sebelum­nya dengan beberapa kali renovasi besar-besaran untuk penambahan kapasitas jamaah beribadah.

Masjid Jamik Surau Gadang terletak di persimpangan antara Kelurahan Campago Guguk Bulek, Kelurahan Cam­pago Ipuh dan Kelurahan Kubu Gulai Bancah Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi, Suma­tera Barat. (pry)