PAYAKUMBUH/50 KOTA

Direktur PS LPDB Kementerian Koperasi dan UKM RI, Kunjungi BMT Al Fataya

0
×

Direktur PS LPDB Kementerian Koperasi dan UKM RI, Kunjungi BMT Al Fataya

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA— Direktur Pembiayaan Syariah Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM RI, Ari Permana saat foto bersama Pimpinan Koperasi Syariah BMT Al Fataya, Edhie Kusmana dan staf di kantornya.

SUKARNOHATTA, METRO–Direktur Pembiayaan Syariah (PS) Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM RI, Ari Permana, kunjungi Ko­perasi Syariah BMT Al Fataya di Jalan Jakarta Nomor 05 Lundang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Kamis (2/12).

Kedatangan mantan pengurus Sekretariat Ma­syarakat Ekonomi Syariah (MES) RI ini disambut ha­ngat Pimpinan Koperasi Syariah BMT Al Fataya, Edhie Kusmana beserta staf dan karyawan di kantor pusat BMT Al Fataya.

Dalam kunjungan itu selain merajut silaturrahmi juga berdiskusi terkait program pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Mene­ngah (UMKM) di Kota Pa­yakumbuh melalui kerja­sama Pembiayaan Syariah LPDB dengan Koperasi Syariah BMT Al Fataya.

“InshaAllah dalam wak­tu dekat kita akan me­nandatangani  kerjasama Pembiayaan. Segera rea­lisasinya guna menunjang usaha produktif anggota Koperasi Syariah BMT Al Fataya,” sebut Pimpinan Koperasi Syariah Al Fataya, Edhie Kusmana, disela-sela kunju­ngan Direktur Pembia­yaan Syariah LPDB Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Edhie Kusmana berharap, kerjasama antara KSPPS BMT Al Fataya de­ngan LPDB KUKM bisa terus berlanjut untuk bisa berkontribusi yang luas bagi pengembangan Eko­nomi masyarakat berbasis Syariah di Sumatera Barat khususnya Luak Li­mo Puluah (Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota).

Direktur Pembiayaan Syariah Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LP­DB) Kementerian Koperasi dan UKM RI, Ari Permana, mengakui bahwa kunjungan kerja yang dilakukan kekoperasi syariah Al Fataya, selain bersilatu­rahmi karena BMT Al Fataya merupakan mitra dari LPDB KUMKM, juga diskusi bagiaman mengembamgkan UMKM dan Lem­baga  Keuangan Mikro Syariah (LKMS) agar semakin berkembamg di Sumatera Barat serta Pa­yakumbuh.

“Kalau dari hasil diskusi dengan Mas Edi, pada dasarnya UMKM dan LK­MS di Payakumbuh tidak mengalami dampak yang signifikan akibat pendemi covid-19, jadi ketahanannya masih bagus. Hanya saat ini masih perlu support dari sisi penguatan permodalan agar bisa berkembang lebih baik. Oleh karena itu LPDB KUM­KM bersinergi de­ngan BMT Al Fataya agar sisi permodalan UMKM di Payakumbuh bisa terla­yani dengan baik,” ung­kapnya kepada warta­wan.

Ari Permana memuji perkembangan ekonomi syariah di Sumatera Ba­rat tidak terkecuali di Kota Payakumbuh. Hal ini bisa dilihat dengan ba­nyaknya bermunculan lembaga pem­biayaan ber­basis syariah dan koperasi syariah.

“Menurut saya geliat ekonomi dan keuangan syariah di sumbar sangat luar biasa, semua elemen ( pemerintah, pengusaha, masyarakat dll ) antusias untuk mengembangkan eksyar di Sumbar, tinggal para praktisinya membuktikan bahwa eksyar di Sumbar membawa kemanfaatan yangg lebih baik bagi kesejahteraan masyarakat di Sumbar,” sebut Ari Permana.

Sekjen Keluarga Alumni Forum Silaturrahmi Stidi Ekonomi Islam Indonesia itu juga menilai bahwa BMT sebagai lembaga bisnis sekalihus sosial harus mampu memainkan peran yang lebih untuk me­ngembangkan UMKM a­gat lebih baik. Salah satunya sebut Ari, BMT bisa melakukan pendampi­ng­an by disain agar anggota BMT yang bergerak pada sektor usaha kecil mene­ngah dan usaha mikro kecil menengah agar biasa go nasional bahwa internasional.

“BMT sebagai lembaga bisnis sekaligus sosial, dapat memainkan peran yang lebih untuk mengembangkan UMKM agar le­bih baik, yaitu dengan melakukan pendampingan by desain agar anggota BMT yang bergerak pada sektor UMKM agar dapat naik kelas,” sebut pria yang mudah diakses ini. (uus)