METRO PADANG

Rumah dan Depot Air Minum Terbakar di Kota Bukittinggi

0
×

Rumah dan Depot Air Minum Terbakar di Kota Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
KEBAKARAN— Kondisi rumah dan depot air minum isi ulang yang terbakar di kawasan Panorama Baru, Bukittinggi.

BUKITTINGGI,METRO–Rumah sekaligus tempat usaha depot air minum isi ulang, di kawasan Panorama Baru, Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, ludes terbakar, Selasa (30/11).Sekitar Pukul 04.00 WIB.

Sontak saja, kebakaran yang terjadi menjelang subuh, disaat warga se­dang tertidur pulas, seketi­ka berubah menjadi ke­pa­ni­kan. Teriakan terja­dinya kebakaran, membuat war­ga setempat berhamburan keluar dari rumahnya ma­sing-masing.

Untuk memadamkan api, warga pun melaporkan musibah kebakaran itu kepada Damkar Bukittinggi. Namun, sebelum petugas pemadam datang, warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sembari membantu pemilik rumah untuk menyelamatkan ba­rang-barang berharganya dari amukan si jago merah.

Baca Juga  Safari Ramadhan 1446 Hijriah, Anggota DPRD Padang Iskandar Kunjungi Mushalla dan Masjid 

Tak lama berselang, sebanyak enam unit armada Damkar pun tiba di lokasi dan petugas langsung menyemprotkan air ke titik api. Hampi satu jam berjibaku, api pun berhasil dipadamkan. Sementara Po­lisi yang datang, selanjutnya memasang police line untuk kepentingan penyelidikan.

Sekretaris Dinas Kebakaran Bukittinggi, Susilo mengatakan, sumber api yang meludeskan rumah milik Abdul Hamid ini di­duga berasal dari kandang bunga. Kebakaran itu terjadi saat mayoritas war­ga sedang tidur nyenyak sehingga api dengan cepat membakar rumah dan depot air minum ter­sebut.

“Menurut keterangan saksi dilokasi,kejadian kebakatan terbakar kandang bunga. Sekitar pukul 04.00 WIB, masyarakat melaporkan mu­sibah kebakaran itu dan kita langsung kerahkan per­sonel bersama armada Dam­kar ke lokasi,” ungkap Susilo.

Baca Juga  Caleg makin Ramai ”Gentayangan” di Pohon

Dijelaskan Susilo, api cepat menyebar melahap isi rumah dan juga depot air minum isi ulang yang ada di sebelah rumah itu. Proses pemadaman dengan mengerahkan enam armada Damkar dari Bukittinggi dibantu dua  unit dari Kabupaten Agam, berji­baku memadamkan api.

“Pemadaman hampir satu jam. Tidak ada kendala selama proses pemadaman dan dipastikan tidak ada juga korban jiwa. Di­perkirakan kerugian mencapai Rp 600 juta. Untuk mengungkap penyebab pastinya, kita serahkan kepada pihak Kepolisian,” ujarnya. (pry)