METRO SUMBAR

Perbaikan Nutrisi melalui Pakan untuk Meningkatkan Status Reproduksi dalam Pembibitan Kambing pada Peternak Tradisional

0
×

Perbaikan Nutrisi melalui Pakan untuk Meningkatkan Status Reproduksi dalam Pembibitan Kambing pada Peternak Tradisional

Sebarkan artikel ini
Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) perbaikan nutrisi melalui pakan untuk meningkatkan status reproduksi dalam pembibitan ternak kambing.

Oleh: Adisti Rastosari, S.Pt., M.Sc. (Dosen Fakultas Peternakan Universitas Andalas)

Peternakan merupakan salah satu subsektor pertanian yang menjadi prio­ritas pembangunan di Pro­vinsi Sumatera Barat dan memiliki peran cukup besar dalam mendukung ke­daulatan pangan hewani dan pemberdayaan eko­nomi masyarakat pede­saan di Indonesia. Sektor peternakan adalah salah satu bagian yang paling cepat berkembang dari ekonomi pertanian.

Pertumbuhan dan trans­formasi sektor ini me­na­warkan peluang untuk pem­bangunan pertanian, pengurangan kemiskinan dan peningkatan ketahanan pangan, tetapi laju perubahan risiko yang cepat meminggirkan petani kecil.

Ternak berkontribusi dalam hasil pertanian, men­dukung penghidupan dan keamanan pangan. Di banyak negara berkem­bang, pemeliharaan ternak merupakan kegiatan multifungsi. Selain berperan sebagai penghasil makanan dan pendapatan, ternak adalah aset yang berharga.

Ternak berfungsi sebagai penyimpan ke­ka­yaan (tabungan), jaminan kredit, dan salah satu pen­dapatan tambahan yang penting yang bisa digu­nakan sewaktu-waktu.

Kambing merupakan salah satu jenis ternak yang memiliki kontribusi dalam mendukung pembangunan peternakan dan ketersediaan protein he­wani.

Pemeliharaan ternak di Indonesia dan negara ber­kembang lainnya, banyak dilakukan oleh peternak tradisional atau skala kecil. Jutaan penduduk pedes­aan masih memelihara ternak dengan sistem tradisional dimana mereka mendukung mata pencaharian dan kemanan pa­ngan rumah tangga.

Mitra pengabdian kepada masyarakat (PKM) adalah peternak perorangan yang bertempat tinggal di Ketaping, Batang Anai, Padang Pariaman, Suma­tera Barat. Mata pencaharian yang utama adalah bertani dan beternak.

Permasalahan umum yang dihadapi mitra adalah masih rendahnya pengetahuan dan keterampilan tentang manajemen pembibitan kambing yang efektif dan efisien yang meliputi: Pakan yang diberikan pada kambing tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh ternak.

Baca Juga  Tingkatkan Vaksinasi Masyarakat Umum di Kota Pariaman

Pencatatan (recording) data ternak kurang terarah dan kurang lengkap, Ren­dahnya pengetahuan peternak tentang manajemen pemeliharaan dalam usaha pembibitan kam­bing. Rendahnya pemahaman peternak tentang jenis-jenis bahan pakan, Ren­dahnya pemahaman peternak tentang pemberian dan pengaturan pakan Kambing memiliki angka jarak beranak (claving interval) yang panjang.

Solusi dari permasalahan yang timbul pada Mitra PKM ini adalah dengan melaksanakan kegiatan sebagai berikut: 1.Pelatihan manajemen pemeliharaan dalam usaha pembibitan ternak. 2.Bimbingan teknis penyusunan catatan rekording ternak. 3.Pelatihan pengenalan jenis-jenis bahan pakan ternak. 4.Bim­bingan teknis formulasi pakan ternak 5.Pelatihan penyimpanan pakan berdasar jenis.

Bimbingan Teknis Pembuatan Silase

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diusulkan ini berfokus pada perbaikan nutrisi melalui pakan untuk meningkatkan status reproduksi dalam pembibitan ternak kambing. Dengan program yang dirancang untuk peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola usahanya, kami berharap agar mitra juga dapat mengalami peningkatan pendapatan yang berkelanjutan.

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi dan bimbingan teknis bagi peternak dalam rangka mendukung program pembibitan ternak kambing. Bagi mitra, ke­giatan seperti ini belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peternak ini untuk menambah pengetahuan dan keterampilan peternak yang meliputi perbaikan nutrisi melalui pakan untuk me­ningkatkan status repro­duksi dalam pembibitan ternak kambing.

Tujuan utama pemberian pakan dalam suatu usaha pembibitan kambing adalah menyediakan ransum yang ekonomis tetapi dapat memenuhi kehidupan pokok, kebuntingan, laktasi serta kebutuhan pertumbuhan bagi ternak yang masih muda. Agar terpenuhi produksi yang optimal maka perlu tersedia pakan baik kualitas maupun kuantitas.

Baca Juga  Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Aktual, BPK Periksa Laporan Keuangan Pemkab Pasaman

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan di Keta­ping, Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pembelajaran de­ngan pemberian teori dan praktik kepada peternak mitra sasaran yang nanti­nya bisa diterapkan di usaha pembibitan kambing miliknya. Dalam pelaksanaan program pengabdian ini pada Mitra menggu­nakan metode pelatihan, penyuluhan, diskusi, bimbingan teknis, dan praktik langsung.

Ketua tim pengabdian kepada masyarakat adalah Adisti Rastosari, S.Pt., M.Sc., beranggotakan Dr. Ir. Tinda Afriani dan Yolani Utami, S.Pt., M.Si. yang merupakan Dosen Fakultas Peternakan Universitas Andalas. Program kegiatan yang telah dilakukan adalah penyuluhan manajemen pemeliharaan da­lam usaha pembibitan ternak, pelatihan pengenalan jenis-jenis bahan pakan ternak, dan bimbingan teknis formulasi pakan ternak.

Penyuluhan manajemen pemeliharaan dalam usaha pembibitan ternak membahas tentang ternak potong mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi manajemen breeding, pakan, pe­rawatan, perkandangan, penyakit-penyakit pada ternak, dan recording selama pemeliharaan.

Pelatihan pengenalan jenis-jenis bahan pakan ternak membahas tentang klasifikasi, sistematika, identifikasi berbagai jenis pakan. Pakan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan peternakan. Ting­kat produktivitas ternak yang rendah dipengaruhi oleh nutrisi pakan yang kurang memadai.

Bimbingan teknis formulasi pakan ternak membahas dan praktik langsung tentang macam dan kan­dungan nutrien bahan pakan, penentuan kandungan nutrien tercerna dan da­sar-dasar penyusunan ran­sum.(**)