METRO SUMBAR

Ratusan Wartawan Ikuti Media Gathering Semen Padang, Desi Anwar: Media Pers harus Beradaptasi dengan Platform Digital

0
×

Ratusan Wartawan Ikuti Media Gathering Semen Padang, Desi Anwar: Media Pers harus Beradaptasi dengan Platform Digital

Sebarkan artikel ini
Wartawan senior CNN Indonesia, Desi Anwar sebagai narasumber pada saat Media gathering PT Semen Padang.

PADANG, METRO–PT Semen Padang meng­gelar media gathe­ring (spesial event bersama media) virtual melalui aplikasi zoom bersama ratusan wartawan dari ber­bagai media cetak, online dan elektonik di Sumbar, dengan tema “Strategi Media Menghadapi Digitalisasi”, Selasa (30/11).

Media gathering berupa talkshow dan diskusi panel itu dibuka Direktur Keuangan PT Semen Pa­dang Tubagus Muhammad Dharury dengan menghadirkan wartawan senior CNN Indonesia, Desi Anwar sebagai narasumber utama. Sedangkan narasumber lainnya adalah CEO Padang Ekspres Muhammad Nazir Fahmi, CEO Info Sumbar Vembi Fernando dan Pemred Lang­gam.id, Hendra Makmur.

Media gathering PT Semen Padang itu juga dikuti oleh Komisaris PT Semen Padang Khairul Jasmi, Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Pa­dang Nur Anita Rahmawati, Ketua Dewan Kehormatan PWI Sumbar Basril Basyar, serta sejumlah wartawan senior lainnya.

Direktur Keuangan PT Semen Padang Tubagus Muhammad Dharury me­ngatakan, media masa me­miliki peran penting di dalam kehidupan masya­rakat. Media juga sebagai agen of change di dalam lingkungan hidup yang dapat mempengaruhi khalayak dalam membentuk opini masa.

Perkembangan tek­no­lo­g­i yang begitu cepat de­ngan dunia digital, tentunya membawa perubahan pa­da praktek jurnalisitik yang mengharuskan media mas­sa berubah cara kerja model bisnis dan struktur organisasi medianya de­ngan tujuan, agar media massa lebih inovatif dan efisien, serta cepat.

Menurut Tubagus, saat ini semua industri media mengalami tantangan yang sama. Bagi yang mampu beradaptasi akan tetap hidup dan survive, bagi yang tidak beradaptasi lama kelamaan akan hilang. Dan tentunya, ini tidak terlepas dari pesatnya perkembangan digita­lisasi.

Ia berharap, media ga­thering berupa talkshow dan diskusi penel tersebut bermanfaat bagi rekan-rekan jurnalis, baik dalam perubahan mindset maupun dalam pengelolaan media massa.

“Kemudian di samping itu, saya mewakili manajemen juga mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan jurnalis yang selama ini mendukung PT Semen Padang. Semoga hubu­ngan baik ini dapat terus dilakukan, begitu juga de­ngan semua narasumber yang telah meluangkan waktunya untuk sharing dengan rekan-rekan jurnalis peserta media gathering PT Semen Padang,” ujar­nya.

Baca Juga  Masuk ke Lunang Silaut, Wagub Temukan Seorang Bersuhu Tubuh Panas

Sementara itu, Desi Anwar pada kesempatan itu menyatakan bahwa me­dia pers adalah pilar keempat dalam demokrasi. Pers sangat penting, tanpa peran pers demokrasi tidak berdiri. Pers bentuk-bentuknya pasti berubah sesuai dengan jaman.

Tahun depan, media pers mau tidak mau harus berimigrasi ke platform digital. Indonesia sebenarnya sudah 10 tahun di belakang negara-negara lain. Sebagai contohnya kalau beli TV. Di negara lain, tidak ada lagi TV analog dengan tabung besar di belakang, semuanya su­dah smart TV yang ter­koneksi dengan internet atau digital.

“Tapi kenyataannya sampai sekarang ini di Indonesia, TV yang kita tonton masih TV analog. Padahal dunia itu sudah berimigrasi ke 5G, dan kita masih analog, bayangkan. Jadi mau tidak mau, semua TV dan media lainnya harus beradaptasi dengan platform-platform digital,” katanya.

Ia pun juga menceritakan perkembangan media dari era orde baru hingga di era demokrasi sekarang ini. Saat orde baru, TVRI bukan merupakan media yang dipahami sekarang ini, karena TVRI merupakan corong pemerintah, TVRI adalah platform pemerintah untuk memberikan informasi.

“Zaman orde baru me­dia-media masih disensor oleh Menteri Pe­nerangan dan saat itu tidak ada pers yang sifatnya bebas. Siaran berita di Indonesia ha­nya se­macam informasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan pemerintah. Sedangkan yang sifatnya kon­flik dan masalah, itu adanya di program Dunia Dalam Berita,” katanya.

Pada awal tahun 1990-an, barulah lahir TV swasta pertama, yaitu RCTI yang menayangkan iklan untuk pertama kalinya di Indonesia dan ketika itu tidak ada namanya redaksi. RCTI didirikan ketika itu dengan tujuan bukan untuk memberikan informasi a­tau menciptakan iklim ke­terbukaan, tapi semata-mata untuk kepentingan bisnis.

“RCTI ketika itu tidak ada redaksi. Saya membuat namanya program Seputar Jakarta yang me­nayangkan kejadian seputar Jakarta. Ketika itu, kita tidak boleh menggunakan kata berita, karena berita hanya boleh disiarkan TV­RI. Ini seolah-olah majalah yang sifatnya human inte­res yang isisnya tentang kehidupan sehari-hari di Jakarta,” ujarnya.

Baca Juga  Apel Gabungan Sambut Ramadhan 1440 H, Harga Sembako jadi Catatan OPD Terkait

Setelah RCTI, barulah lahir berbagai televisi swas­ta lainnya seperti TPI, SCTV, Lativi, Indosiar dan lainnya, sehingga ma­sya­rakat Indonesia mulai dimanjakan oleh informasi dari televisi, dan bukan lagi dari majalah atau koran. Kemudian, lahirlah Metro TV, yaitu TV berita pertama. TV ini dibangun untuk merespons keinginan ma­syarakat terhadap hal-hal yang sifatnya berita dan kebanyakan berita itu sifatnya politik. Bahkan lebih dari 70 persen, program­nya berita.

Usai pemaparan dari Desi Anwar, dilanjutkan sharing dengan narasumber media lokal. CEO Pa­dek M. Nazir Fahmi pada kesempatan itu mengangkat materi tentang “Stra­tegi Media Era Digital”. Kemudian CEO Info Sumbar Vembi Fernando me­ngusung tema “Grab The Opportunity in Digitalization Era. Ditutup dengan presentasi Pemred Lang­gam.id, Hendra Makmur,” Tantangan Media di Era Digital.”

Komisaris PT Semen Padang yang juga wartawan senior, Khairul Jasmi di akhir acara menegaskan bahwa sehebat-hebat teori dalam jurnalistik yang penting adalah wartawan dan kesehatan perusahaan.

“Yang perlu dilakukan adalah menjadikan pribadi-pribadi wartawan itu wartawan hebat. Kalau media hebat, wartawan hebat sama saja. Kalau wartawan hebat tentu medianya akan terbawa hebat,” katanya seraya me­ngingatkan ke­terampilan jurnalistik harus diasah setiap hari.

Kegiatan media gathe­ring PT Semen Padang 2021 juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize berhadiah 1 unit smartphone, 2 unit sepeda, serta vou­cher belanja ratusan ribu rupiah.

Kemudian di akhir rangkaian media gathering, PT Semen Padang juga memberikan penghargaan kepada tiga orang wartawan dan dua media yang selama ini telah mendukung PT Semen Padang melalui pemberitaan-pemberitaan positif.

Adapun penghargaan yang diserahkan PT Semen Padang kepada insan media tersebut adalah sebagai berikut, untuk Most Favorite Journalist diraih Ridho Syarlinto dari ma­jalahin­trust.com, kategori Most Enganged Printed Journa­list diraih Yoserizal dari Harian Singgalang, kategori Most Enganged Online Journalist diraih Hendra Efison dari Pa­dek.co.

Kemudian untuk kategori Most Enganged Online Media diraih Padek.co dan Most Enganged Printed Media diraih Harian Sing­galang.(ren/rel)