PADANG, METRO–Wakil Menteri Pertanian RI (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi mengunjungi PP Perkampungan Minangkabau Padang, Senin (29/11). Kunjungan Wamentan ini, setelah sebelumnya mengunjungi pesantren Nurul Yaqin di Kabupaten Padang Pariaman dalam upaya mendorong pengembangan usaha pertanian berbasis pesantren untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
Wamentan didampingi Kakanwil Helmi beserta jajaran eselon III dan IV, Asisten II Bidang Ekonomi Setdaprov Sumbar Beni Marlis, Ketua Yayasan dan Pimpinan Pondok. Disambut dengan pengalungan kain adat dan Silek Seni Buayo Batu Nango dan persembahan seni yang disuguhkan dua santriwan Kelas XII MAS Shine Alfalah itu.
Dalam sambutannya, Kakanwil Helmi mengutarakan, pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis masyarakat, yang dalam perkembangannya diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam mewujudkan masyarakat Madani.
Hal ini sudah tertuang dalam UU nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia bahwa pembiayaan pendidikan itu bersumber dari dua hal. Pertama, pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Kedua, dari masyarakat. Dalam hal ini bisa secara perorangan ataupun kelompok orang. “Hari ini, makin diperkuat dengan lahirnya UU nomor 18 Tahun 2019, bahwa keberadaan Pondok Pesantren semakin kokoh,” lanjutnya
Pada kunker hari terakhir, Wamentan, Kakanwil juga menyinggung tentang MoU Nota Kesepakatan dengan Pemprov Sumbar dan Kanwil Kemenag Sumbar kemarin. Menurutnya hal itu merupakan wujud implementasi pasal 46 “Bahwa pemerintah daerah dan pemerintah pusat punya kewajiban mendorong dan memfasilitasi pondok pesantren.”
Helmi pada kesempatan itu, juga menyampaikan terkait urgensi dan manfaat berkontribusi untuk pesantren. Selain mendapatkan keberkahan dan pahala yang besar disisi Allah, kontribusi terhadap pesantren juga memperkuat sinergitas dengan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) yang berperan dalam program program pelatihan yang dibutuhkan pesantren. “Dengan adanya bantuan Wamentan hari ini, kami yakin bantuan Pak Wamentan akan berkembang dan bermanfaat disini. Karena akan diberdayakan oleh para santri termasuk pengasuhnya merupakan orang orang yang amanah,” ucapnya haru.
Tak lupa, Kakanwil menyampaikan apresiasi dan ungkapan terima kasih yang tinggi kepada pengurus yayasan, para dermawan, donatur yang telah berkontribusi untuk menghidupkan pondok pesantren ini.
Sementara itu Gubernur Sumbar yang diwakili Asisten II Setdaprov Sumbar Beni Warlis memberikan apresiasi kepada ponpes yang sudah memberikan kontribusi terhadap eksistensi dan pengembangan pondok Sumatera Barat, khususnya PP Perkampungan Minangkabau.
Disisi lain, pihaknya menyebut juga tengah mengembangkan sertifikasi halal dan menggerakkan ekonomi syariah. Hal ini titik tekannya, sambung Benny merupakan cita-cita masyarakat agar ekonomi yang ada di Sumbar bebas dari riba dan terwujud kehidupan yang madani. “Ini tidak terlepas dari dukungan pesantren yang ada di Sumbar,” katanya.
Lebih jauh, untuk kemandirian ekonomi pesantren, Beni menuturkan perlunya mengembangkan pertanian Islami atau yang ramah lingkungan, dimana menjadi titik berat pemprov Sumbar.
Terakhir, Beni mengharapkan kehadiran Wamentan di pondok yang ada di Sumbar dapat mendorong peningkatan mutu pesantren dalam menghasilkan generasi yang berkualitas, selain menjadi lecutan dalam upaya pengembangan kemandirian ekonomi kedepannya dengan menjadi pusat pertanian di Indonesia.
Usai opening ceremony yang dipusatkan di Aula Ponpes, Kakanwil Helmi dan Ketua Yayasan Shine Alfalah dan Pimpinan Perkampungan Minangkabau menerima bantuan Benih Holtikultura, masing masingnya senilai 40 juta rupiah dari Direktorat Jenderal Hortikultura.
Dilanjutkan dengan serah terima bantuan dari Wamentan Harvick kepada Pimpinan PP Perkampungan Minangkabau berupa dua unit Traktor Roda Dua. sekaligus penyerahan secara simbolis bantuan hibah Sapi Pesisir dan Bibit Hijauan kepada PP Perkampungan Minangkabau, disaksikan Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas. (*)





