METRO PADANG

Jokowi Ditekan Saat G20, Andre Rosiade Minta Antam Bikin Smelter Nikel

0
×

Jokowi Ditekan Saat G20, Andre Rosiade Minta Antam Bikin Smelter Nikel

Sebarkan artikel ini
Andre Rosiade Anggota Komisi VI DPR RI.

ADINEGORO, METRO–Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, memberikan dukungan penuh kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari tekanan yang diterima di pertemuan G20. Andre mendesak PT Aneka Tam­bang Tbk (Antam) segera membangun smelter baru untuk nikel.

“Jadi Antam kita do­rong bangun smelter baru untuk nikel. Ini PR bagi Antam supaya bangun smel­ter baru. Bukan hasil produksinya dijual ke smel­ter China lagi di Konawe dan Morowali,” kata Andre kepada wartawan, Minggu (28/11).

Andre menegaskan ca­dangan nikel di Tanah Air bisa menjadikan Indonesia produsen baterai listrik terbesar di dunia, atau bahkan mobil listrik. Dia juga mendukung pengop­e­rasian Indonesia Battery Corporation (IBC), peru­sahaan patungan antara Holding Industri Pertam­bangan MIND ID (PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum), PT Pertamina (Per­sero), PT PLN (Persero) dan Antam (ANTM).

Baca Juga  Pencabul Pacar mulai Disidang, Pernah Digerebek Warga saat Mesum

“Itu kita harus berikan dukungan penuh, dan lang­kah Presiden itu kan ben­tuk dukungan Presiden ke­pada industri dalam ne­geri, bahwa industri dalam ne­geri akan bisa mempro­duksi baterai listrik, terus motor listrik, mobil listrik, bus listrik, yang bukan ha­nya dipergunakan di da­lam negeri, tapi juga kita eks­por,” sebut anggota DPR dapil Sumatera Barat I itu.

Lebih lanjut Andre me­ngancam akan mengini­siasi pencopotan Dirut An­tam jika tidak mampu mem­bangun smelter nikel. Ketua DPD Gerindra Sum­bar itu menyebut China berinvestasi smelter di Indonesia karena melihat potensi nikel yang ada.

Baca Juga  Honda Hayati Ajak Generasi Muda Turunkan Angka Kecelakaan Lalin

“Orang smelter Tiong­kok banyak di Indonesia, kenapa BUMN kita lelet? Kalau nggak mampu, Dirut Antam ini copot aja. Ini smelter Tiongkok berin­ves­tasi besar di Indonesia karena melihat potensi baterai listrik, melihat po­tensi cadangan nikel kita besar,” tegas Andre.

“Ini perlu kita evaluasi Direksi Antam ini. kalau nggak mampu, copot aja,” sambung dia. (r)