Posmetro Padang
Senin, 5 Januari 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERITA UTAMA
  • METRO BISNIS
  • METRO SUMBAR
    • AGAM/BUKITTINGGI
    • DHARMASRAYA
    • PAYAKUMBUH/50 KOTA
    • PASAMAN/PASAMAN BARAT
    • PDG PARIAMAN/PARIAMAN
    • PESSEL/KEP. MENTAWAI
    • SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG
    • SOLOK/SOLSEL
    • TANAH DATAR/PDG PANJANG
  • METRO PESISIR
  • METRO PADANG
  • METRO JUSTICIA
  • OLAHRAGA
  • LAINNYA
    • BELANJA AKHIR PEKAN
    • GAGASAN
    • LIPUTAN KHUSUS
    • PENDIDIKAN
    • PILKADA
    • WISATA
  • BERITA UTAMA
  • METRO BISNIS
  • METRO SUMBAR
    • AGAM/BUKITTINGGI
    • DHARMASRAYA
    • PAYAKUMBUH/50 KOTA
    • PASAMAN/PASAMAN BARAT
    • PDG PARIAMAN/PARIAMAN
    • PESSEL/KEP. MENTAWAI
    • SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG
    • SOLOK/SOLSEL
    • TANAH DATAR/PDG PANJANG
  • METRO PESISIR
  • METRO PADANG
  • METRO JUSTICIA
  • OLAHRAGA
  • LAINNYA
    • BELANJA AKHIR PEKAN
    • GAGASAN
    • LIPUTAN KHUSUS
    • PENDIDIKAN
    • PILKADA
    • WISATA
Posmetro Padang
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERITA UTAMA
  • METRO BISNIS
  • METRO SUMBAR
  • METRO PESISIR
  • METRO PADANG
  • METRO JUSTICIA
  • OLAHRAGA
  • LAINNYA
HOME BERITA UTAMA

Brutal, Suami Habisi Istri Pakai 3 Pisau di Kabupaten Agam, Berdarah-darah, Korban Sempat Minta Tolong, Pelaku Sakit Hati Gegara Dilarang Bertemu Anak Tiri

Redaksi
Jumat, 26 November 2021 | 11:42 WIB
BUNUH ISTRI— Pelaku berinisial A (28) diamankan di Mapolres Bukittinggi usai menyerahkan diri ke salah satu Polsek di Tanahdatar.

BUNUH ISTRI— Pelaku berinisial A (28) diamankan di Mapolres Bukittinggi usai menyerahkan diri ke salah satu Polsek di Tanahdatar.

ShareShareShareShare

BUKITTINGGI,METRO–Sempat cekcok gara-gara dilarang bertemu dengan anaknya, seorang pria di Jorong Ranah Batang Buo, Nagari Biaro Gadang,, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam tega mem­bunuh istrinya secara brutal menggunakan tiga buah pisau, Kamis (25/11)

Peristiwa pembunuhan sadis itu sontak membuat warga setempat geger. Pasalnya, sebelum tewas, korban berinisial S (25) berusaha keluar rumah dan meminta tolong ke­pada warga sembari me­me­gang bagian leher yang ter­luka dan tubuh berlu­muran darah usai ditikam oleh suaminya.

Bahkan, anak korban yang masih berusia enam ta­hun, berteriak histeris meli­hat ibunya dalam kondisi se­perti itu. Warga pun berda­tangan untuk memberikan petolongan kepada korban. Namun nahas, korban yang sekujur tubuhnya su­dah pe­nuh dengan luka tusukan, akhir­nya me­ninggal dunia.

Sedangkan suami korban berinisial A (28) yang sadar perbuatannya sudah membunuh sang sitri, sempat berusaha melarikan diri ke Puncak Pato, Kecamatan Lintau Buo Utara di Nagari Batu Bulek, Kabupaten Tanahdatar. Hanya saja, pelaku yang terus dihantui rasa bersalah, akhir­nya menyerahkan diri ke salah satu Polsek di Tanahdatar, hingga diserahkan ke Polres Bukittinggi.

“Saya kilaf, saya tidak sadar sedangan apa yang telah saya perbuat. Bercampur sakit hati dicaci maki oleh istri sembari melarang menemui anak sambung saya. Saya sudah menganggap anak sambung  sebagai anak kandung. Saya sangat menyesal,” ungkap A saat menjalani pemeriksaan di Polres Bukittinggi.

Dijelaskan A, sebelumnya juga sudah memiliki masa­lah keluarga dengan  korban setelah lima tahun berkeluarga dan menjadi suami kedua korban. Karena masalah keluarga itu, ia dengan korban pun terpaksa berpisah walaupun belum resmi cerai.

BACA JUGA  Tragis! Siswi SMP Tewas di Depan Sekolah, Jatuh dari Motor lalu Tertabrak Motor, orang tua Korban Histeris

“Meski belum resmi cerai, kami sudah pisah lebih dua bulan. Beberapa hari ini saya baru datang karena kangen anak, tapi malah dilarang bertemu.  Saya ne­kat datang ke rumah dan me­meluk anak, tapi kemudian dicaci maki oleh korban. Saat itulah saya gelap mata hingga mengambil pisau dan me­ni­kam istri sa­ya,” kata A yang berasal dari Sijunjung itu.

Sementara, warga setempat Silvi (35) mengatakan, ia pertama kali mengetahui kejadian saat melakukan lari pagi di sekitar lokasi kejadian yang merupakan sebuah rumah dengan pabrik tahu.

“Saya sedang lari pagi sekitar pukul 06.00 WIB, tiba-tiba datang sambil berteriak dan menangis anak korban yang berusia enam tahunan meminta pertolongan pada saya,” kata Silvi di Agam.

Ditambahkan Silvi, ia melihat korban berusaha keluar rumah dan meminta tolong dengan memegang bagian leher yang terluka dan tubuh berdarah diduga akibat tertusuk.

“Saya kenal dengan korban karena rumah saya ti­dak jauh dari tempat ini, yang kami tahu korban ada ma­­salah rumah tangga dengan suaminya,”  ungkapnya.

Menurutnya dan beberapa warga lain, suami korban juga bekerja di pabrik tahu tempat kejadian dan merupakan suami kedua dari korban. “Setahu kami, suaminya sudah dua bulan tidak pulang ke rumah, bahkan saya sempat berpapasan dengannya setelah kejadian,” tambah Silvi.

BACA JUGA  Mendes PDTT : Transmigran Tidak Perlu Khawatir Soal Sertifikat Lahan

Terpisah, Kanit III Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bukittinggi, Ipda Tiara mengatakan, pelaku sempat berusaha kabur hingga ke Puncak Pato, Tanahdatar setelah melakukan aksi­nya.

“Menurut pengakuannya, ia bingung dan tak tentu arah setelah melakukan penganiayaan terhadap istri sendiri hingga menye­bab­kan korban meninggal, pelaku menyerahkan diri ke salah satu Polsek di Tanahdatar dan segera kita amankan,” kata Ipda Tiara.

Ipda Tiara menyebut, ada tiga pisau yang dijadikan barang bukti dalam kejadian yang membuat heboh warga di Jorong Batang Buo tersebut. Hasil pemeriksaan, pisau yang digunakan untuk membu­nuh korban, merupakan pisau yang biasa digunakan memotong tahu.

“Kami berhasil menemukan tiga buah pisau yang biasa dipakai untuk memotong tahu dan keperluan dapur, karena rumah korban sekaligus menjadi tempat pabrik produksi tahu,” ujar Ipda Tiara.

Dikataka Ipda Tiara, Tim Inafis Polres Bukittinggi sudah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan Olah TKP. Korban meninggal dunia karena kehabisan darah saat dilarikan ke rumah sakit. Untuk kepentingan penyidikan, jasad korban bakal diautopsi.

“Ada 13 luka tusukan pada tubuh korban. Hal ini bakal diperkuat dengan autopsi jasad korban. Terha­dap pelaku bakal dijerat dengan pasal 44 ayat 3 tentang KDRT dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman 15 tahun hukuman penjara,” pungkasnya. (pry)

ShareTweetShareSend

Baca Juga

DIMAKAMKAN— Jenazah Aqila (7) yang ditemukan tim gabungan saat membersihkan material banjir bandang di Malalak, dimakamkan oleh keluarga.

Sebulan Hilang, Satu Jenazah Anak Korban Galodo Malalak Ditemukan, Identitas Terungkap Berkat Baju dan Celana

Senin, 05 Januari 2026 | 11:17 WIB
JANIN— Polisi melakukan olah TKP penemuan janin di kos-kosan putri di Jalan Bandes Parak Jigarang, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Geger! 2 Janin Ditemukan di Kos-kosan Putri, Diduga Hasil Aborsi, Polisi Buru Pelaku

Senin, 05 Januari 2026 | 11:15 WIB
PENGEDAR— Dua pengedar pil ekstasi ditangkap Tim Satresnarkoba Polres Payakumbuh.

Komplotan Pengedar Pil Ekstasi Ditangkap, 20 Butir Disita

Senin, 05 Januari 2026 | 11:12 WIB
SERTIJAB— Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta saat memimpin Sertijab 7 pejabat utama dan 2 Kapolres.

7 Pejabat Utama Polda Sumbar dan 2 Kapolres Berganti

Senin, 05 Januari 2026 | 11:11 WIB
LONGSOR— Tebing Ngarai Sianok mengalami longsor akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam.

Gegara Hujan Lebat Durasi Lama, Tebing Ngarai Sianok Setinggi 120 Meter Longsor

Senin, 05 Januari 2026 | 11:09 WIB
PENCARIAN— Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap remaja yang hilang di aliran Sungai Sikerbau, Pasbar.

Mandi-Mandi Bersama Teman, Remaja 13 Tahun Hilang di Sungai Sikerbau

Senin, 05 Januari 2026 | 11:08 WIB

BERITA POPULER

  • TINJAU LOKASI HUNTAP— Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Boby Ali Azhari, Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, didampingi Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis meninjau lokasi pembangunan huntap.

    Dirjen PU dan Wagub Sumbar Tinjau Lokasi Huntap, Pastikan Warga Terdampak Segera Miliki Rumah Layak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejari Pessel, Tegaskan Penggunaan Dana Hibah Bersumber APBD Harus Sesuai NPHD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.862 PPPK Paruh Waktu Terima SK Pengangkatan, ASN Pemkab Pasaman Harus jadi Teladan dan Berintegritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gotong Royong Payakumbuh Rendang dan Logistik Tembus Aceh Tamiang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Cacat Hukum, Pemberhentian Honorer Disdikbud Pessel Tuai Polemik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BERITA TERKINI

DIMAKAMKAN— Jenazah Aqila (7) yang ditemukan tim gabungan saat membersihkan material banjir bandang di Malalak, dimakamkan oleh keluarga.
BERITA UTAMA

Sebulan Hilang, Satu Jenazah Anak Korban Galodo Malalak Ditemukan, Identitas Terungkap Berkat Baju dan Celana

Senin, 05 Januari 2026 | 11:17 WIB

JANIN— Polisi melakukan olah TKP penemuan janin di kos-kosan putri di Jalan Bandes Parak Jigarang, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Geger! 2 Janin Ditemukan di Kos-kosan Putri, Diduga Hasil Aborsi, Polisi Buru Pelaku

Senin, 05 Januari 2026 | 11:15 WIB
PENGEDAR— Dua pengedar pil ekstasi ditangkap Tim Satresnarkoba Polres Payakumbuh.

Komplotan Pengedar Pil Ekstasi Ditangkap, 20 Butir Disita

Senin, 05 Januari 2026 | 11:12 WIB
SERTIJAB— Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta saat memimpin Sertijab 7 pejabat utama dan 2 Kapolres.

7 Pejabat Utama Polda Sumbar dan 2 Kapolres Berganti

Senin, 05 Januari 2026 | 11:11 WIB
LONGSOR— Tebing Ngarai Sianok mengalami longsor akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam.

Gegara Hujan Lebat Durasi Lama, Tebing Ngarai Sianok Setinggi 120 Meter Longsor

Senin, 05 Januari 2026 | 11:09 WIB

OPINI

Ilustrasi
OPINI

Menangisi Runtuhnya ‘Tulang Punggung’ Peradaban: Ironi di Balik Rencana Pembongkaran Jembatan Anai

Kamis, 25 Desember 2025 | 14:45 WIB

Firdaus Firman

Sumbar Tidak Tertinggal Dibanding Provinsi Lain

Minggu, 16 November 2025 | 18:29 WIB
Untitled 1 e1763285246585

AAN NOFRIANDA: Stop Dekritikalisasi, Dorong Dukungan Terhadap Pembangunan serta Apresiasi Terhadap Upaya Pembangunan Daerah

Minggu, 16 November 2025 | 16:27 WIB
Foto: Annisatul Faricha

Dari Komunitas untuk Bumi: Inspirasi Gerakan Konservasi Lokal yang Mendunia

Rabu, 04 Desember 2024 | 00:11 WIB

Larangan Riset Asing: Benarkah Pemerintah Indonesia Hambat Konservasi Satwa Liar?

Rabu, 04 Desember 2024 | 00:03 WIB
  • Indeks Berita
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
email: redaksi@posmetropadang.co.id

POSMETROPADANG.CO.ID © 2026

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERITA UTAMA
  • METRO BISNIS
  • METRO SUMBAR
    • AGAM/BUKITTINGGI
    • DHARMASRAYA
    • PAYAKUMBUH/50 KOTA
    • PASAMAN/PASAMAN BARAT
    • PDG PARIAMAN/PARIAMAN
    • PESSEL/KEP. MENTAWAI
    • SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG
    • SOLOK/SOLSEL
    • TANAH DATAR/PDG PANJANG
  • METRO PESISIR
  • METRO PADANG
  • METRO JUSTICIA
  • OLAHRAGA
  • LAINNYA
    • BELANJA AKHIR PEKAN
    • GAGASAN
    • LIPUTAN KHUSUS
    • PENDIDIKAN
    • PILKADA
    • WISATA

POSMETROPADANG.CO.ID © 2026