AIA PACAH, METRO–Meski Pembalajaran Tatap Muka (PTM) sudah dimulai di Kota Padang, namun ternyata belum semua siswa SMP di Kota Padang yang sudah divaksin. Vaksinasi menjadi syarat bagi siswa yang ingin mengikuti PTM di sekolah. Kebijakan ini dibuat untuk mencegah penularan dan klaster baru serta memberi keamanan dan kesehatan anak didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Habibul Fuadi mengatakan, dari 37 ribu siswa SMP se-Kota Padang, ada sekitar 10 persen lagi siswa yang belum divaksin. “Vaksinasi jalan terus. Khusus pelajar SMP ada sekitar 10 persen yang belum divaksin karena berbagai alasan,” sebut Habibul, Rabu (17/11).
Alasan dari siswa belum divaksin adalah, karena orang tua mereka tidak mengizinkan. Kemudian, ada juga sebagian kecil yang belum cukup umur. Terakhir, siswa tersebut sedang sakit. “Karena alasan itu, terpaksa kita tunda vaksinnya,” sebut Habibul di Media Center Balaikota Padang kemarin.
Karena belum divaksin, menurut Habibul siswa tersebut tidak diperbolehkan mengikuti pembelajaran tatap muka. “Siswa yang belum divaksin tersebut mengikuti belajar daring. Namun kami mengimbau agar orang tua untuk memvaksin anaknya. Sebab itu adalah salah satu syarat untuk mengikuti belajar tatap muka di sekolah,” tegas Habibul lagi.
Saat ini dikatakannya, pembelajaran tatap muka tetap menerapkan protokol kesehatan. Di setiap sekolah dibentuk pengawas yang mengawasi penerapan protokol kesehatan.
“Sejauh ini tidak ada klaster baru yang kita temukan. Pandemi Covid-19 belum berakhir meski kasus positif melandai. Karena itu, siswa dan guru harus tetap taat dengan protokol kesehatan,” katanya.
Ia menghimbau kepada semua orangtua agar segera memvaksin anaknya dan sekaligus mengawasi anak-anaknya supaya tetap mematuhi protokol kesehatan.
Dijelaskan, bagi siswa yang belum mendapat suntikan vaksin tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajarbn daring seperti sebelumnya. Guru akan memberikan kemudahan bagi siswa untuk mengakses belajar meski dilakukan secara online.
“Untuk peserta didik SMP karena mereka sudah masuk usia vaksin maka kami prioritaskan. Tapi bagi yang belum divaksin mereka tetap mendapat pembelajaran dengan daring,” ulas Habibul.
“Kebijakan ini juga diharapkan untuk mendorong siswa mengikuti program vaksinasi Covid-19. Harapannya, pencapaian herd immunity di Kota Padang terwujud nanti di akhir tahun ini,” pungkas Habibul. (tin)






