SAWAHLUNTO, METRO–Sebanyak 7 orang anak Sawahlunto diberikan penghargaan (reward) setelah diterima pendidikan pada Program Studi di luar Kampus Utama Universitas Negeri Padang (PSDKU UNP) Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto.
Menurut Kasi Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto Irmayulis, Kamis (11/11) mengatakan, penghargaan masing-masing diberikan Rp1.5 juta perorang. Total jumlah dana yang diberikan Rp10,5 juta.
“Ini penghargaan untuk anak – anak Sawahlunto yang diterima di Perguruan Tinggi, jadi hanya diberikan sekali saat masuk kuliah ini saja. Namun, nanti anak – anak ini juga berpeluang memperoleh penghargaan selanjutnya dari Pemko kalau mereka mendapatkan nilai IPK sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Irmayulis.
Sementara, Kadis Pendidikan Kota Sawahlunto, Asril menyebutkan, hal ini sejalan dengan program pemberian penghargaan kepada anak Sawahlunto yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta dengan Akreditasi A dan B. Di mana untuk keseluruhannya pada 2021 ini, penghargaan itu diberikan kepada 293 orang dengan jumlah total anggaran yakni Rp 588 juta lebih.
Penganugerahan penghargaan berupa beasiswa untuk anak Sawahlunto yang diterima di PSDKU UNP, disampaikan Wali Kota Deri Asta merupakan salah satu upaya Pemko mendukung pertumbuhan kampus pertama di Sawahlunto itu.
“Adanya Perguruan Tinggi di Sawahlunto ini sudah kita tunggu dan perjuangkan sejak lama. Alhamdulillah sekarang sudah ada dari UNP ini meskipun statusnya masih PSDKU namun pak Rektor sudah menyatakan kualitas PSDKU tidak kalah dengan kampus utama,” sebut Wali Kota Deri Asta.
Ditambahkan, dalam masa awal untuk pembangunan kampus PSDKU UNP di Sawahlunto, Pemko telah menghibahkan lahan seluas 5 hektare ditambah bangunan sejumlah 3 ruangan di Desa Kolok Mudiak Kecamatan Barangin. “Kemudian sementara menunggu pembangunan kampus itu rampung, maka sementara ini Pemko meminjamkan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) untuk tempat Proses Belajar Mengajar,” ujar Deri Asta.
Kondisi pembelajaran saat ini, disampaikan Koordinator PSDKU UNP, Dr Bambang Heriyadi MT, proses belajar mengajar telah berlangsung 3 bulan sejak September lalu.
“Kita memiliki mahasiswa 52 orang. Ini dari 2 jurusan yaitu Teknik Pertambangan dan Teknik Otomotif Alat Berat, keduanya dengan jenjang pendidikan D 3,” kata Deri Asta. Untuk proses pembelajaran, disebutkan Bambang Heriyadi telah dilaksanakan secara tatap muka dengan menggunakan protokol kesehatan (Prokes). (pin)





