PADANG, METRO–Sesosok mayat perempuan berhijab ditemukan mengambang di aliran Sungai Muaro Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, tidak jauh dari kantor DPW PKS Sumbar, Rabu (10/11) sekitar pukul 10.00 WIB. Sontak, penemuan mayat itu membuat warga setempat dibuat geger.
Hanya saja, meski warga sudah berkerumun di lokasi, tidak ada satupun yang mengenali jasad wanita itu. Tak lama berselang, tim identifikasi Polresta Padang bersama Polsek Koto Tangah tiba di lokasi dan selanjutnya mengevakuasi mayat tanpa identitas itu ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Padang.
Tono (47) salah seorang warga setempat yang mengevakuasi mayat tersebut dari tengah sungai mengatakan, penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh warga lainnya yang melihat seperti kaki manusia yang mengambang di tengah aliran sungai.
“Awalnya warga tersebut hanya melihat bagian kaki dari korban. Kemudian beberapa warga berusaha meraih mayat tersebut menggunakan tali agar bisa ditarik ke pinggir sungai,” ungkap Tono.
Namun, karena usaha warga gagal, dikatakan Tono, dirinya pun berinisiatif untuk berenang ke tengah sungai untuk membawa mayat tersebut ke tepi sungai. Ternyata mayat tersebut berjenis kelamin perempuan.
“Kondisi korban masih mengenakan pakaian dan berhijab. Warga memang ramai berdatangan, tapi tidak ada yang kenal. Selanjutnya, kami melapor ke Polsek Koto Tangah,” ujar Tono.
Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Koto Tangah Ipda Mardianto membenarkan telah ditemukannya sesosok mayat tanpa identitas di aliran Sungai Muaro Panjalinan.
“Mayat perempuan tanpa identitas dalam keadaan meninggal yang terapung di aliran sungai tersebut,” kata Kanit Reskrim Polsek Koto Tangah Ipda Mardianto dalam keterangan tertulisnya.
Dikatakan oleh Mardianto, korban Mrs X yang diperkirakan berusia 35 tahun tersebut pertama kali diketahui oleh saksi bernama Irpa Tono (47) yang kebetulan lewat di pinggir Sungai Muaro Panjalinan dan melihat ada seorang yang terapung di sungai.
“Kemudian saksi memberitahukan kejadian ini kepada warga sekitar sembari saksi berenang ke tengah sungai untuk mengambil mayat wanita yang terapung tersebut untuk dibawa ke pinggir sungai,” kata Mardianto.
Sementara itu, warga lainnya menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Bungo Pasang dan kemudian sekira pukul 10.15 WIB Pawas beserta KaSPK dan piket fungsi serta tim identifikasi Sat Reskrim Polresta Padang tiba di TKP.
“Jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara menggunakan ambulans milik Basarnas. Kasus ini masih dalam penyelidikan. Uuntuk penyebab kematian sampai saat ini belum diketahui,” sebut Mardianto.
Dikatakan Mardianto, setelah dilakukan visum luar terhadap korban, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun tanda luka pada tubuh mayat perempuan tersebut.
“Tanda luka tidak ada. Pakaiannya juga masih bagus dan lengkap. Bahkan pakai kaos kaki. Kemungkinan hanyut tak jauh dari lokasi penemuan, karena tidak ada bekas luka. Kalau dari hulu sungai pasti tubuhnya luka dan bengkak. Bunuh diri besar kemungkinan juga tidak, karena kalau bunuh diri biasanya bibirnya pecah-pecah atau ada luka bekas tali di leher,” kata Mardianto.
Dia menambahkan, bagi masyarakat atau keluarga yang merasa kehilangan atau mengenali mayat tersebut bisa datang ke Polsek Koto Tangah atau ke RS Bhayangkara.
“Ciri-cirinya berpakaian warna abu-abu, jilbab hitam, usianya sekitar 35 tahun,” pungkas Mardianto. (rom)





