AGAM/BUKITTINGGI

Kasus Aktif Covid-19 Hanya Tersisa 4 Pasien di di Kabupaten Agam

0
×

Kasus Aktif Covid-19 Hanya Tersisa 4 Pasien di di Kabupaten Agam

Sebarkan artikel ini
SEMBUH— Sedikitnya dua pasien Covid-19 di Kabupaten Agam kembali dilaporkan sembuh, Minggu (31/10).

AGAM, METRO–Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 teru mengalami mengalami peningkatan di Kabupaten Agam, menyusul  kembali dilaporkan sembuh, Minggu (31/10). Kondisi ini membuat jumlah kasus aktif kembali berkurang dan tercatat berjumlah 4 pasien lagi. “Satu pasien sembuh terbaru merupakan warga Kecamatan Baso dan Tilatang Kamang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Agam, dr Hendri Rusdian, M.Kes.

Persentase kesembuhan Covid-19 di Agam lanjutnya, berada di angka 97,24 persen menyusul penambahan dua pasien tersebut. Secara kumulatif jumlah pasien sembuh sudah mencapai 7.588 kasus dari total 7.803 kasus paparan.

Baca Juga  Bukittinggi Peringati Hari Ibu ke-95 Tahun 2023, Fiona: Mengingat Kembali Perjuangan Perempuan di Masa Kemerdekaan

Saat ini lanjutnya, seluruh jorong di Agam sudah berstatus zona hijau. Jumlah kasus aktif tersisa 4 orang lagi yang tersebar di 3 kecamatan. Mereka merupakan warga Kecamatan Ampek Nagari, Malalak, Baso dan Tilatang Kamang.

“Sekitar 4 kasus aktif tersisa, 2 pasien dirawat di rumah sakit dan 2 pasien lagi isolasi mandiri,” ujar Hendri.

Ia menambahkan, Satgas Covid-19 daerah masih memantau perkembangan 5 kasus suspek dan 113 warga kontak erat saat ini. Pihaknya berharap, tren penurunan kasus Covid-19 ini menjadi titik balik berakhir pandemi. Meski demikian katanya, sebagaimana arahan pemerintah pusat, warga diminta tetap mewaspadai prediksi gelombang ketiga Covid-19.

Baca Juga  Pendaftaran Seleksi Direksi PDAM Diperpanjang

“Semoga kondisi baik ini terus berlanjut hingga semua kasus aktif berakhir dengan kesembuhan. Tentunya diikuti dengan berakhirnya pandemi,” harap Hendri.

Kemudian tambahnya lagi, ia juga mengimbau seluruh kalangan, baik pemerintah dan unsur ma­syarakat, agar tidak kendor mempertahankan situasi yang mulai terkendali ini. “Kami imbau agar kita selalu disiplin protokol kesehatan, dan upayakan agar segera vaksin. Sebab itulah cara yang paling realistis dan efektif untuk mengakhiri pandemi ini,” ujar Hendri. (pry)